Rabu, 22 Oktober 2014

MAKANAN MENJADI BAGIAN DARI GAYA HIDUP


MAKANAN MENJADI BAGIAN DARI GAYA HIDUP

Makan adalah kebutuhan dasar manusia, seperti yang sering disebut dengan sandang, pangan, papan. Pangan (Makanan) tentunya berkaitan dengan makan, di era yang semakin berkembang makanan sekarang menjadi semakin variatif, baik dari segi rasa, bentuk, warna. Makanan pun menjadi salah satu identitas suatu Negara ataupun suatu Daerah tertentu. Salah satu yang berkembang dengan pesat adalah sushi dan ramen dengan berbagai nama yang dibangun dan menjamur di tempat-tempat strategis di Kota Pelajar, Yogyakarta. Sushi sendiri merupakan makanan khas Negara Jepang, makanan sehat ini terbuat dari gulungan nasi, dengan nori(lembaran rumput laut) di bagian luarnya dan di dalamnya berisi sayuran seperti timun, wortel, dan lobak serta tentunya potongan salmon atau cumi-cumi segar. Bahan-bahan untuk pembuatan sushi ini tidak menggunakan MSG(Monosodium Glutamate) yang efeknya tidak baik untuk tubuh.
Makan dan Makanan dalam perkembangannya sekarang bukan hanya sebagai pemenuhan kebutuhan dasar tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup, karena terkadang memilih makanan atau tempat makan karena alasan lain. Misalnya mencari tempat makan yang bergengsi, sehingga terkadang menomorduakan kebutuhan atau kadar gizi yang dibutuhkan tubuh. Makanan Tradisional khas Indonesia, masih bertahan dan tidak kalah di tengah badai makanan mancanegara, seperti nasi padang, nasi gudeg dan oseng-oseng mercon yang tidak pernah sepi pembeli setiap harinya. Makanan pendamping seperti jajanan pasar pun masih cukup banyak disukai seperti Klepon, mata kebo dan naga sari, bahkan makanan ini masih menjadi menu special coffe break atau snack-snack saat rapat.
Beberapa waktu yang lalu di Yogyakarta telah terselenggara Pasar kangen, di Taman Budaya Yogyakarta, yang berisi makanan-makanan tradisional seperti rawon, pepes, nasi wiwitan, serabi solo, berbagai macam jajanan pasar, dan banyak makanan Indonesia lainnya. Peminatnya pun beragam, Mahasiswa dan mahasiswi di Yogyakarta terutama, dan wisatawan luar negeri, juga warga Yogyakarta yang turut berpartisipasi dalam Pasar kangen ini. Festival-festival semacam ini perlu rutin diadakan agar generasi muda mengenal dan menyukai makanan tradisional yang merupakan bagian dari Budaya Indonesia khas negeri sendiri serta dapat melestarikan dan mempertahankannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar