Food

Jogja Cushy Chesse dan Lapisan Kebaikan

November 15, 2017 Ceritamakvee 6 Comments

 dokumentasi riana dewie


Yeay! saya patut berbahagia karena bisa datang memenuhi undangan acara ngobrol cantik bersama Ria Ricis dalam rangka perkenalan Jogja Cushy Chesse. Acara ini digelar di Ekologi Café. Sebuah Café dengan nuansa hijau. Suasana sejuk di Ekologi Café membuat hati terasa teduh dan obrolan bersama gadis mungil nan lincah Ria Ricis berlangsung renyah. Ria Ricis yang hari itu mengenakan baju kuning dan celana maroon mewarnai Jogja yang sedang mendung menjadi lebih sumringah. Tingkahnya yang kocak membuat para blogger dan instagramer yang hadir menjadi lebih bersemangat. Terlebih ketika para vlogger mengerubungi Ria Ricis, untuk sekedar memberi salam di vlog, Ricis tetap menanggapinya dengan ramah dan sabar. 


  dokumentasi riana dewie

Remaja yang memiliki banyak talenta ini memang sedang  on fire menjalankan pekerjaan dan bisnisnya.Mulai dari fashion hijab, endorse, paid promote, tampil di acara off air maupun on air, dan kini merambah ke bidang kuliner. Segala macam usaha ia coba dan tekuni, patutlah Ria Ricis mendapat sebutan sebagai anak muda yang berkarya. Kembali lagi ke Jogja Cushy Chesse. Apa itu Jogja Cushy Chesse? 


Jogja Cushy Chesse adalah jajanan kekinian yang baik untuk para kawula muda. Jajanan yang sehat dengan banyak lapisan kebaikan. Jangan sampai generasi muda dinilai sebagai generasi “micin”. Sebutan generasi “micin” mengandung dualisme makna. Generasi yang suka mengonsumsi micin atau generasi yang dicap sebagai generasi efek samping micin. Micin atau Monosodium Glutamate memiliki efek buruk terhadap kecerdasan otak. Penyebutan generasi micin, disebabkan karena generasi sekarang dianggap terlalu banyak mengonsumsi sehingga mendapatkan cap bahwa generasi yang tidak memiliki kualitas baik. 
  dokumentasi riana dewie


Jogja sebagai kota pendidikan, tentunya memilki banyak mahasiswa/I dan pendatang yang bersekolah dan bekerja di Jogja. Jogja Cushy Chesse hadir mewarnai jajanan di Jogja. Jajanan ini diharapkan dapat menambah daftar makanan berkualitas di Jogja. Ada banyak lapisan kebaikan yang dimiliki oleh jogja Cushy Chesse. Mak vee udah ngerasain langsung yuk kita kupas.

  1. Kebaikan Bahan Berkualitas
    Dasar dari Jogja Cushy Chesse adalah serupa dengan Japanese Chessecake. Jika kalian pernah makan Japanese Chessecake, tekstur dan rasa dari Jogja Cushy Chesse kurang lebih sama. Karakter dari Japanese Chessecake adalah fluffy and jiggle. Sehingga tidak boleh asal memilih bahan. Semua bahan yang digunakan di Jogja Cushy Chesse adalah bahan segar berkualitas. Mulai dari susu, telur, hingga tepung semuanya ditakar dan dipilih dengan teliti oleh tim dari Jogja Cushy Chesse. Karena bahan menentukan segalanya, maka bahan benar-benar melalui banyak pertimbangan dan memastikan semuanya sesuai takaran. Selain itu Jogja Cushy Chesse tidak menggunakan pengawet makanan, sehingga aman untuk kesehatan anak-anak maupun dewasa.
  1. Kebaikan Gizi Kalori dalam sepotong Jogja Cushy Chesse nampaknya sangat padat. Kaya rasa lembut dan lumer di mulut, namun tidak bikin “eneg”. Dari rasanya susunya yang terasa, toppingnya yang enak. Jogja Cushy Chesse adalah cemilan yang mengenyangkan.
  1. Kebaikan Rasa
    Saya pernah makan cake yang rasanya terlampau manis. Jujur manis itu tidak semuanya baik. Terlalu banyak gula juga tidak baik untuk kesehatan. Banyak penyakit menghadang akibat terlalu banyak mengonsumsi gula. Jogja Cushy Chesse ini rasanya tidak terlalu manis. Tidak bikin bosan ketika makan, selain itu topping full dan kaya membuat Jogja Cushy Chesse cocok untuk kudapan balita atau anak kecil. Terlalu banyak gula untuk anak kecil juga tidak baik bisa menyebabkan obesitas dan carie gigi. Jogja Cushy Chesse yangmemiliki rasa tidak terlalu manis ini bisa menjadi pilihan untuk menambah asupan bagi balita dan anak-anak.
Jadi tunggu apa lagi, ayo temukan banyak kebaikan dalam tiap gigit Jogja Cushy Chesse. Mari makan sehat. Lupakan diet.

6 komentar:

CULTURAL DINNER SAHARA-Tari Perut (Belly Dance)

Mei 04, 2017 Ceritamakvee 2 Comments

Saharaaaaa.... aaaaa.... kasihku uuuuuuu
Engkau mengisi ruang hatikuuuuuu

Bukak sithik joss!!!

Hellow saya bukan habis menonton acara dangdutan apalagi wayangan. Eh lupa menyapa pemirsah semuanyahhh Hallooooowwww vers

Yeay wow kembali lagi saya si blogger ceria syalala ini menikmati Cultural Dinner. Kali ini bertajuk Cultural Dinner Sahara. Yuhu menyantap menu Timur Tengah syalaaa lala lalaaaa. 

Makanan timur tengah memiliki cita rasa bumbu rempah dan rasa asin yang tajam. Dari pengalaman saya mencicipi masakan padang, eh lhoh hampir mirip-mirip kalau kata lidah dan perut saya sih ya, bedanya di makanan Arab, adalah jarang menggunakan santan, bahkan mungkin tidak sama sekali. Makanan Timur Tengah dan Padang sama-sama memiliki bumbu, porsi makan yang besar dan berat. 

Pemirsah semua boleh percaya atau tidak. Demi menuju acara Cultural Dinner Sahara ini-pun saya sudah mengosongkan perut saya selama 3 hari hhahahha lebay. Masakan Timur Tengah banyak menggunakan minyak zaitun, rasa manis masakan berasal dari madu, rasa gurih berasal dari minyak wijen dan olahan bumbu rempah. Tambahan yang banyak digunakan adalah peterseli, mentha atau daun mint dan berbagai kacang-kacang-an sebagai isian.  Beberapa makanan yang terkenal adalah Kibbeh dan Shawarma yang turut hadir di acara Cultural Dinner Sahara Swiss-Belhotel Yogyakarta. Karena wilayah Timur Tengah juga mencakup negara Asia Barat dan Afrika Utara, maka masakan Timur Tengah tergolong masakan yang unik. Zona Timur Tengah berada di persimpangan sehingga rasa dan bumbunya banyak mendapat pengaruh dari Asia dan Eropa. Tapi sebelum menuju ke makanan (ahhh ga sabar kan ya ga sabaar) lebih baik kita bahas acara Cultural Dinner Sahara dan keseruannya terutama pembuka acaranya.

Belly dance sedang hits di kalangan anak muda, terutama bagi perempuan yang ingin fokus membentuk perut. Dan yeay dewi persik eh dewi keberuntungan dan dewi malam sedang berpihak kepada saya malam itu. Saya beruntung menyaksikan 2 penari cantik, menari dengan lincahnya bagai ular yang siap mematuk di depan saya. 2 penari cantik ini dihadirkan oleh Swiss-Belhotel Yogyakarta sebagai pembuka Cultural Dinner Sahara kemarin. Seru dan membuat saya rasanya ingin ikut bergoyang, tapi apalah daya goyang jempol saja sambil memotret para penari cantik tersebut. Perut mereka rata dan indah,(yaiyalahhh) bergoyang mengikuti irama lagu, semua orang terpana termasuk saya. Sungguh suguhan yang berkelas dan indah.






2 komentar:

LAPAR

Februari 10, 2017 Ceritamakvee 0 Comments

kita bertiga saja, duduk
aku memesan ilalang panjang dan bunga rumput
kau entah memesan apa
dia entah memesan apa
aku memesan batu, di tengah sungai terjal yang deras

kau entah memesan apa
ia entah memesan apa
tapi kita bertiga saja, duduk
kau dan dia  memesan rasa sakit yang tak putus dan nyaring lengkingnya
aku memesan rasa lapar yang asing itu


0 komentar:

Pemimpin Harus Buat Rakyat Paham Ketetapan Tuhan

Februari 10, 2017 Ceritamakvee 0 Comments

Judul               : Pejuang, Pemenang, dan PecundangPenulis            : Albertus Purnomo, OFM
Penerbit           : Kanisius
Terbit              : 2016
Tebal               : 192  Halaman
ISBN               : 978-979-21-4981-4

Hidup adalah sebuah pertarungan. Hidup yang keras bergulir dari tahun ke tahun membuat manusia harus bertahan menjadi pejuang yang terkadang harus menyerang, bertahan dan menerapkan strategi-strategi  agar tidak menjadi pecundang. Hidup adalah pertandingan tiada akhir.

Buku Pejuang, Pemenang, dan Pecundang menceritakan kisah hidup 8 tokoh besar dalam Perjanjian Lama yang disebut kembali dalam Perjanjian Baru. Mereka adalah  Harun, Yitro, Yosua, Gideon, Samuel, Saul, Daud, dan Salomo.

Delapan tokoh besar ini bisa disebut juga sebagai pahlawan karena berperan begitu besar bagi kemuliaan Tuhan. Mereka tetaplah manusia biasa yang mempunyai kelemahan. Salah satunya Harun, saudara Musa, yang biasa disebut pembawa damai yang dikagumi dan dicintai banyak orang. Cinta damai adalah suatu kelebihan. Tetapi dia juga mempunyai  kekurangan.

Setiap Musa mengalami kesulitan, Harun selalu menghilang, tanpa jejak. Sebagai seorang yang cinta damai dia menghindari konflik. Tidak ada yang tahu persis. Harun sendiri juga pernah melanggar perintah Tuhan dengan mendirikan patung lembu emas. Akibat  perbuatan Harun, tiga ribu orang Lewi dihukum Tuhan (halaman 19).

Musa adalah menantu seorang imam besar, Yitro yang merupakan maestro dalam seni memimpin. Salah satu seni memimpin terletak pada cara mendelegasikan dan mempercayakan tugas kepada orang lain. Musa adalah seorang yang kuat, tangguh, dan tulus. Namun dia lemah dalam  kepemimpinan secara efektif.
Imam Yitrolah yang memberikan pengetahuan pada Musa bahwa pemimpin tidak dapat berjalan seorang diri. Pemimpin juga harus membuat rakyat mengerti soal hukum, ketetapan-ketetapan Tuhan serta kepraktisan hidup (halaman 59). Musa memiliki seorang abdi, Yosua. Dia anak Nun. Lebih dari sekadar hamba, Yosua adalah murid Musa.

Yosua adalah murid pilihan Musa. Seperti Yesus yang selalu bersama murid-murid, begitupun Musa. Dia selalu pergi bersama Yosua. Setelah Musa meninggal, Yosua dipercaya untuk memimpin. Bahkan Tuhan sendirilah yang memberikan firman kepada Yosua. Seorang pemimpin tidak pernah dilahirkan, tetapi dibentuk dalam sebuah proses.

Yosua adalah murid yang taat dan rendah hati. Inilah yang menjadi modal kelak ketika akhirnya dia menjadi seorang guru sekaligus pemimpin yang cakap dan bijak. Kelemahan Yosua tidak menyiapkan pengganti seperti dilakukan Musa. Yosua terlalu sibuk dengan peperangan dan aturan-aturan (halaman 70).
Tokoh-tokoh dalam Alkitab tetaplah manusia. Ketika mengingat tokoh yang telah meninggal, maka yang diceritakan adalah perbuatannya. Jika, selama hidup banyak berbuat baik, kebaikanlah yang akan dikenang. Seorang pahlawan seperti Harun, Musa, dan Yosua dikenang turun-temurun bukan tentang kematian, tetapi kehidupan mereka.

Diresensi Agata Vera, Lulusan Ilmu Komunikasi STPMD APMD Yogyakarta
Link Resensi http://www.koran-jakarta.com/pemimpin-harus-buat-rakyat-paham-ketetapan-tuhan-/

0 komentar: