Senin, 18 Desember 2017

Kelly Pearl Cream, Krim Legendaris Warisan Leluhur

Desember 18, 2017 18 Comments



Hallow teman-teman terkasih. Kali ini aku ingin meriview salah satu krim jaman dulu yang mungkin sudah dipakai oleh leluhur kita sejak lama (cie bahasanya leluhur). Mak Vee mau ceritain dulu awal mulanya kenapa penasaran banget sama krim ini. Awalnya Mak Vee nemuin krim ini di almari almarhum simbah putri.  Karena ini milik simbah tentu Mak Vee simpan baik-baik. Menjaga kenangan simbah agar tetap hidup. Awalnya gak ngeh itu krim apaan, gunanya apa, faedahnya apa, bikin apa. Apa-apalah ga paham,yakin. Pernah buka, aromanya klasik banget. Warnanya kayak warna coklat muda banget atau coklat susu yang encer banget, jadi warnanya ga putih-putih banget. Sama sekali ga pernah nyoba itu krimnya simbah, hanya ingat simbah kulitnya kelihatan lebih cerah. Udah deh lupa soal krim itu, kemudian Mak Vee simpan baik-baik tuh di lemari, dianggapnya benda warisan shay. Sampai minggu-minggu di Bulan Desember ini temen sekantor Mak Vee ada yang pakai. Awalnya sih ga percaya itu krim bisa masuk di semua warna kulit, mengingat nih ya warnanya yang keliatan light banget banget banget.

Dari situlah Mak Vee makin penasaran karena harganya yang emejing bin ajaib di tahun 2017 shay. Dikala semua harga kebutuhan hidup wanita manja masa kini semakin mahal saja. Percaya gak kata temen Mak Vee yang pakai itu krim. Harganya di toko kelontong hanya Rp3500,- saja. Itu Mak Vee gak kebayang gimana ceritanya produksi krim dengan harga segitu, emang bahan bakar ga dihitung? Kemasannya ga dihitung? Kertas packagingnya?. Dan banyak hal yang berkecamuk di pikiran Mak Vee mengapa krim ini masih bertahan hingga sekarang. Mak Vee juga penasaran, jangan-jangan krim ini gak ada ijinnya. Krim illegal yang berbahaya, tapi kok simbah fine-fine aja ya?

Demi menjawab semua rasa penasaran Mak Vee, mengunjungi satu toko besar. Surprise toko yang Mak Vee datangi punya krim Kelly. SPG yang Mak Vee temui saat itu memberikan review yang buruk dan bernada negatif terhadap krim Kelly. Apakah mungkin karena harganya yang murah? Mbak SPG tersebut juga menawari Mak Vee dengan berbagai krim yang sudah pernah Mak Vee pakai dan ada pula yang sedang Mak Vee pakai. Nampaknya si embak memang hendak menyingkirkan krim Kelly hehe drama. Hebatnya krim Kelly punya 2 ukuran yang besar dan yang kecil. Krim Kelly besar harganyaRp5000,-an, sedangkan krim Kelly yan kecil harganya Rp3.250,-.

Murahkan shayyyy. Mak Vee tentunya langsung check nomor BPOM, dan ternyata ada dan tercatat. Tapi Mak Vee belum coba check ke Website BPOM yang katanya bisa ngecheck krim yang beredar di pasaran. Ya mirip-mirip kayak kasus samyanglah, yang katanya udah dilarang beredar namun masih beredar saat isu pelarangan terjadi. Mak vee takut kalau krim Kelly masuk dalam daftar hitam BPOM. Nomor yang tercantum di tiap kemasan bikin Mak Vee memiliki sedikit keyakinan, apalagi terdapat tanggal kadaluarsa yang jelas dari produk ini. Ya udah deh Sikat, lalu bayar ke kasir.

Malamnya sambil baca-baca mengenai review krim Kelly disalah satu blog. Mak Vee coba buka dan tentunya coba pakai krim Kelly karena menurut beberapa review krim ini bisa dipakai sebagai krim malam dan krim pagi. Seperti kotak obat di dalam kotak kelly ada kertas yang berisi, bahan-bahan yang terkandung dalam krim, manfaat, dan cara memakainya. Saya memilki krim mahal tapi tidak pernah ada kertas di dalam kemasannya seperti yang dimiliki oleh Kelly Pearl Cream. Bagi saya ini jadi nilai lebih untuk Kelly Pearl Cream, selain harganya yang merakyat.

Pagi setelah saya pakai krim Kelly, wajah saya nampak sedikit berminyak. Sedikit info kulit wajah saya kering bener-bener kering. Tapi setelah pakai cleanser pagi hari kulit nampak baik-baik saja dan bersih. Tidak terasa panas ataupun bruntusan, see kulit saya baik-baik saja pakai krim Kelly. Memang karena krim Kelly ini sangat matte, jadinya cara pakainya Mak Vee anjurkan untuk bagian-perbagian. Juga kalau kulit kamu kering kayak kulit Mak Vee, pakai dulu pelembab, tunggu sampai pelembabnya meresap, kemudian baru ratakan krim Kelly perbagian di wajah. Kunci menggunakan krim ini adalah sabar dan telaten. Karena hasilnya gak bikin wajah kita belang atau beda warna, jadi krim Kelly ini malah menyesuaikan sendiri sama kulit kita. Tapi ya itu gaes kudu sabaarrr. 

Kalau di Mak Vee setelah siang biasanya muka Mak Vee touch up lagi pakai bedak, karena pas pake krim Kelly nampak seperti berkilau wajah Mak Vee. Tapi keseluruhannya sih baik-baik saja. Kepada para pembaca yang budiman, harga yang Mak Vee sampaikan di blog ini bisa berubah sewaktu-waktu. Juga tersedia di toko online, harganya beda dengan yang di toko biasa.

Segini dulu reviewnya Mak Vee, mungkin dalam waktu dekat bakalan Mak Vee tambahin make up looknya kayak gimana pas dipake di kulit Mak Vee yang aduhai warnanya ini.

Terima kasih sudah mampir. Salam Nanas.

Kamis, 14 Desember 2017

Be a Pineaplle; Stand Tall, Wear a Crown and Be Sweet On The Inside

Desember 14, 2017 0 Comments

"Jadilah seperti buah NANAS
Berdiri tinggi
Memakai mahkota
Namun tetap manis di tengahnya"


Saya suka buah nanas, buah unik yang cantik. Menemani saya menjadi icon blog saya kali ini. Juga yang tak kalah penting adalah Alamat perempuanusantara.blogspot.co.id berubah menjadi VerStory.blogspot.co.id.

Semoga harapan saya untuk segera beli domain dapat terlaksana.

Selamat datang dan silakan kepo sepuasnya.
Sila follow saya di instagram @makvee_vee
Facebook saya Agata Vera Setianingsih

Cheers 

Rabu, 15 November 2017

Jogja Cushy Chesse dan Lapisan Kebaikan

November 15, 2017 6 Comments
 dokumentasi riana dewie


Yeay! saya patut berbahagia karena bisa datang memenuhi undangan acara ngobrol cantik bersama Ria Ricis dalam rangka perkenalan Jogja Cushy Chesse. Acara ini digelar di Ekologi Café. Sebuah Café dengan nuansa hijau. Suasana sejuk di Ekologi Café membuat hati terasa teduh dan obrolan bersama gadis mungil nan lincah Ria Ricis berlangsung renyah. Ria Ricis yang hari itu mengenakan baju kuning dan celana maroon mewarnai Jogja yang sedang mendung menjadi lebih sumringah. Tingkahnya yang kocak membuat para blogger dan instagramer yang hadir menjadi lebih bersemangat. Terlebih ketika para vlogger mengerubungi Ria Ricis, untuk sekedar memberi salam di vlog, Ricis tetap menanggapinya dengan ramah dan sabar. 


  dokumentasi riana dewie

Remaja yang memiliki banyak talenta ini memang sedang  on fire menjalankan pekerjaan dan bisnisnya.Mulai dari fashion hijab, endorse, paid promote, tampil di acara off air maupun on air, dan kini merambah ke bidang kuliner. Segala macam usaha ia coba dan tekuni, patutlah Ria Ricis mendapat sebutan sebagai anak muda yang berkarya. Kembali lagi ke Jogja Cushy Chesse. Apa itu Jogja Cushy Chesse? 


Jogja Cushy Chesse adalah jajanan kekinian yang baik untuk para kawula muda. Jajanan yang sehat dengan banyak lapisan kebaikan. Jangan sampai generasi muda dinilai sebagai generasi “micin”. Sebutan generasi “micin” mengandung dualisme makna. Generasi yang suka mengonsumsi micin atau generasi yang dicap sebagai generasi efek samping micin. Micin atau Monosodium Glutamate memiliki efek buruk terhadap kecerdasan otak. Penyebutan generasi micin, disebabkan karena generasi sekarang dianggap terlalu banyak mengonsumsi sehingga mendapatkan cap bahwa generasi yang tidak memiliki kualitas baik. 
  dokumentasi riana dewie


Jogja sebagai kota pendidikan, tentunya memilki banyak mahasiswa/I dan pendatang yang bersekolah dan bekerja di Jogja. Jogja Cushy Chesse hadir mewarnai jajanan di Jogja. Jajanan ini diharapkan dapat menambah daftar makanan berkualitas di Jogja. Ada banyak lapisan kebaikan yang dimiliki oleh jogja Cushy Chesse. Mak vee udah ngerasain langsung yuk kita kupas.

  1. Kebaikan Bahan Berkualitas
    Dasar dari Jogja Cushy Chesse adalah serupa dengan Japanese Chessecake. Jika kalian pernah makan Japanese Chessecake, tekstur dan rasa dari Jogja Cushy Chesse kurang lebih sama. Karakter dari Japanese Chessecake adalah fluffy and jiggle. Sehingga tidak boleh asal memilih bahan. Semua bahan yang digunakan di Jogja Cushy Chesse adalah bahan segar berkualitas. Mulai dari susu, telur, hingga tepung semuanya ditakar dan dipilih dengan teliti oleh tim dari Jogja Cushy Chesse. Karena bahan menentukan segalanya, maka bahan benar-benar melalui banyak pertimbangan dan memastikan semuanya sesuai takaran. Selain itu Jogja Cushy Chesse tidak menggunakan pengawet makanan, sehingga aman untuk kesehatan anak-anak maupun dewasa.
  1. Kebaikan Gizi Kalori dalam sepotong Jogja Cushy Chesse nampaknya sangat padat. Kaya rasa lembut dan lumer di mulut, namun tidak bikin “eneg”. Dari rasanya susunya yang terasa, toppingnya yang enak. Jogja Cushy Chesse adalah cemilan yang mengenyangkan.
  1. Kebaikan Rasa
    Saya pernah makan cake yang rasanya terlampau manis. Jujur manis itu tidak semuanya baik. Terlalu banyak gula juga tidak baik untuk kesehatan. Banyak penyakit menghadang akibat terlalu banyak mengonsumsi gula. Jogja Cushy Chesse ini rasanya tidak terlalu manis. Tidak bikin bosan ketika makan, selain itu topping full dan kaya membuat Jogja Cushy Chesse cocok untuk kudapan balita atau anak kecil. Terlalu banyak gula untuk anak kecil juga tidak baik bisa menyebabkan obesitas dan carie gigi. Jogja Cushy Chesse yangmemiliki rasa tidak terlalu manis ini bisa menjadi pilihan untuk menambah asupan bagi balita dan anak-anak.
Jadi tunggu apa lagi, ayo temukan banyak kebaikan dalam tiap gigit Jogja Cushy Chesse. Mari makan sehat. Lupakan diet.

Sabtu, 06 Mei 2017

Perjalanan Panjang Menuju Sahara

Mei 06, 2017 2 Comments
Kisah perjalanan kuliner saya di awal bulan Mei, ternyata kembali lagi ke sebuah hotel yang memiliki lampu kristal yang indah. Saya berkunjung lagi ke Swiss-Belhotel Yogyakarta untuk menghadiri Sahara Food Festival. Makanan timur tengah yang mantap jiwa. Sekilas melihat Chef Satrio menata makanan membuat air liur saya tiba-tiba penuh di mulut, kemudian menelan ludah. Saya menikmati pemandangan makanan itu sembari memotretnya satu-persatu, saya menabahkan diri dan perut saya yang mulai memanggil-manggil.


Sebelum memulai berkelana di dunia daging, saya menuju salad-salad yang tertata cantik. Saya mengambil Malfoof lebih tepatnya salad kubis gulung, Swiss-Belhotel memilih kubis ungu. Di negara aslinya salad ini bernama Mahshi Malfouf. Enak dan menyegarkan.



Kemudian mata saya tertuju pada satu hidangan daging (padahal hampir semuanya daging), bernama Tharid. Tharid adalah Bahasa Arab dari Emirati Lamb Stew. Tharid adalah hidangan khas tradisional Arab, yang terbuat dari potongan daging domba, menggunakan kaldu dari domba ditambah potongan sayuran, roti, yang bercampur menjadi satu. Hidangan ini adalah hidangan yang selalu ada ketika bulan Ramadhan di Arab, termasuk salah satu hidangan yang disarankan sehingga sangat popular di negeri asalnya. Lidah saya merasa ini The Best menu malam itu, manis, gurih, sangat rempah, dan pecah, serta empuk daging membuat saya meleleh ketika melahapnya.




Kufteh dari luar nampak seperti bola-bola daging, tapi ada 1 bulatan yang pecah, dan terburailah isinya, seperti nasi. Ternyata benar ketika saya makan memang berupa daging giling yang digunakan sebagai kulit kemudian diberi isian nasi dan digoreng. Iseng-iseng saya baca mengenai kufteh bahwa kufteh adalah bakso yang direbus. Nah kalau digoreng saya menemukan nama lainnya mereka disebut "kal-e gonjeshki". Keduanya dikonsumsi dengan roti atau beras, dan biasanya ditambahkan sayuran. Menurut perkiraan saya karena bakso goreng "kal-e gonjeshki" lebih susah pelafalan dan penulisannya, maka Swiss-Belhotel Yogyakarta memilih nama yang mudah dan universal yaitu Kufteh. Kulit Kufteh renyah, namun lembut di dalam karena berisi nasi, cukup mengenyangkan, dan membuat ketagihan.




Ada pula Kibbeh, Kibbeh atau dikenal pula dengan sebutan kibbe, kubbeh, kebbah atau kubbi (Arabic: كبة‎) adalah makanan sangat khas dari Timur Tengah, yang terbuat dari burghul, bawang bombai cincang, dan daging sapi, kambing, domba, atau unta tanpa lemak yang digiling halus. Kibbeh ini mirip dengan kroket kentang, tapi berisi penuh daging cincang. Kibbeh ini bentuknya lebih besar dibandingkan dengan Kufteh, Kibbeh lebih terasa rempahnya. Kibbeh dianggap pula sebagai makanan nasional di banyak negara Timur Tengah. Jika kemaren saya memakan kibbeh dengan nasi kuning ala Timur Tengah bernama Shirin Pollow. Sebenarnya yang benar Kibbeh disajikan untuk hidangan pembuka. Salah satu bumbu yang unik yang digunakan untuk bumbu daging cincang adalah kacang pinus, yang konon katanya membuat daging keluar rasa gurihnya. 




Aslinya di negara Timur Tengah campuran daging untuk Kibbeh ini adalah bulgur, tetapi agar lebih mudah Swiss-Belhotel menggunakan tepung roti yang mudah didapatkan di Indonesia. Dan bila tidak menyukai daging kambing bisa diganti dengan daging sapi..

Fish Harrah Ikan utuh pedas ketumbar segar dan cabai, sebenarnya jujur saya tidak terlalu suka ikan, tapi saya doyan sushi. Agak aneh memang, maka untuk fish harrah saya mencicip sedikit saja. Dagingnya lembut dan berbumbu sedap sekali. Hanya saja saya tidak mau makan terlalu banyak karena ingin segera berbelok ke makanan manis. 

Saya menuju ke bagian dessert, mengambil piring dan dengan kalapnya mengambil Pistachio Baklava, Halva Brownies, Middle East Chesse Cake, dan manisan. Pistachio Baklava memiliki dasar phillo pastry, 2 lapis kulit pastry di olesi mentega ditumpuk Isian di dalamnya berupa kacang giling yang digulung. Kalau bisa saya mengatakan pistachio baklava sangat manis dan mengandung mentega dalam jumlah banyak. Tidak cocok untuk diet atau orang yang bermasalah dengan gula (Dikontrol jeung hahaha).




Halva Brownies, apa itu halva, dan halva adalah atau pasta tahini panggang. Pasta khas timur tengah dari bahan roti, jangan bayangkan pasta berbetuk mie yaa, hihihi, karena pasta bisa juga pasta kacang dan pasta gigi (mulai gak fokus kwkwkw). Halva ini katanya sangat lengket, sehingga akan membuat brownies menjadi super lembut. Tapi, terbukti sangat lembut,creamy, dan cokelat banget. 

Middle east chesee cake atau chesse cake timur tengah. Cheese cake makanan sejuta umat, makanan hits yang mudah ditemukan di bakery se-Jogja. Chese-cake adalah makanan penutup manis yang terdiri dari satu atau lebih lapisan keju dan krim keju. Jangan tanya rasanya, rasanya pecah dan lumer mer mer mer di mulut.





So ya, masih banyak yang akan saya ceritakan, sampai ketemu di moment makan berikutnya. Makan enak, tetap sehat. Salam damai dan bahagia dari saya. Jangan lupa follow Instagram saya @agata_vera. Add Facebook saya Agata Vera Setianingsih. Boleh memberikan saran dan usul atau pendapat melalui komentar di bawah, bisa Dm di Instagram saya. Saya senang diajak berdiskusi.

Kamis, 04 Mei 2017

CULTURAL DINNER SAHARA-Tari Perut (Belly Dance)

Mei 04, 2017 2 Comments
Saharaaaaa.... aaaaa.... kasihku uuuuuuu
Engkau mengisi ruang hatikuuuuuu

Bukak sithik joss!!!

Hellow saya bukan habis menonton acara dangdutan apalagi wayangan. Eh lupa menyapa pemirsah semuanyahhh Hallooooowwww vers

Yeay wow kembali lagi saya si blogger ceria syalala ini menikmati Cultural Dinner. Kali ini bertajuk Cultural Dinner Sahara. Yuhu menyantap menu Timur Tengah syalaaa lala lalaaaa. 

Makanan timur tengah memiliki cita rasa bumbu rempah dan rasa asin yang tajam. Dari pengalaman saya mencicipi masakan padang, eh lhoh hampir mirip-mirip kalau kata lidah dan perut saya sih ya, bedanya di makanan Arab, adalah jarang menggunakan santan, bahkan mungkin tidak sama sekali. Makanan Timur Tengah dan Padang sama-sama memiliki bumbu, porsi makan yang besar dan berat. 

Pemirsah semua boleh percaya atau tidak. Demi menuju acara Cultural Dinner Sahara ini-pun saya sudah mengosongkan perut saya selama 3 hari hhahahha lebay. Masakan Timur Tengah banyak menggunakan minyak zaitun, rasa manis masakan berasal dari madu, rasa gurih berasal dari minyak wijen dan olahan bumbu rempah. Tambahan yang banyak digunakan adalah peterseli, mentha atau daun mint dan berbagai kacang-kacang-an sebagai isian.  Beberapa makanan yang terkenal adalah Kibbeh dan Shawarma yang turut hadir di acara Cultural Dinner Sahara Swiss-Belhotel Yogyakarta. Karena wilayah Timur Tengah juga mencakup negara Asia Barat dan Afrika Utara, maka masakan Timur Tengah tergolong masakan yang unik. Zona Timur Tengah berada di persimpangan sehingga rasa dan bumbunya banyak mendapat pengaruh dari Asia dan Eropa. Tapi sebelum menuju ke makanan (ahhh ga sabar kan ya ga sabaar) lebih baik kita bahas acara Cultural Dinner Sahara dan keseruannya terutama pembuka acaranya.

Belly dance sedang hits di kalangan anak muda, terutama bagi perempuan yang ingin fokus membentuk perut. Dan yeay dewi persik eh dewi keberuntungan dan dewi malam sedang berpihak kepada saya malam itu. Saya beruntung menyaksikan 2 penari cantik, menari dengan lincahnya bagai ular yang siap mematuk di depan saya. 2 penari cantik ini dihadirkan oleh Swiss-Belhotel Yogyakarta sebagai pembuka Cultural Dinner Sahara kemarin. Seru dan membuat saya rasanya ingin ikut bergoyang, tapi apalah daya goyang jempol saja sambil memotret para penari cantik tersebut. Perut mereka rata dan indah,(yaiyalahhh) bergoyang mengikuti irama lagu, semua orang terpana termasuk saya. Sungguh suguhan yang berkelas dan indah.