Jumat, 10 Februari 2017

Cinta Itu Menyembuhkan


Buku Tuhanmu Itu Ada merupakan cerita nyata, yang berasal dari pengalaman dan perenungan pribadi akan cinta, kebaikan, dan mukjizat yang datang dari Tuhan.  Dalam Tuhan, oleh Tuhan dan untuk Tuhan penulis menceritakan kisah yang sungguh luar biasa. Penulis buku ini seorang pastor misionaris dari kongregasi SVD (Societas Verbi Divini) yaitu Pastor Yosef Ta’oe, SVD. Kisah ini bermula ketika Pastor Yosef Ta’oe telah melakukan kaul kekal selesai lulus dari Seminari Tinggi Rajabasa Malang. Ketika kaul kekal pada tahun 2002 Pastor Yosef harus memilih negara yang menjadi prioritas dalam bermisi (Pettitio Missionis). Pastor Yosef memilih Republik Congo sebagai pilihan utamanya disamping 2 negara lainnya. (halaman 13)

Pastor Yosef pun mendapatkan keinginannya, Ia memperoleh kesempatan untuk bermisi di Republik Congo. Cogo adalah salah satu daerah misi yang dihindari oleh para pastor bahkan oleh para pastor setempat. Medan misi yang sulit, masyarakat yang miskin tertinggal, kejahatan yang merajalela, perang, dan pembunuhan tidak menyurutkan niat Pastor Yosef. Baginya menjalankan misi di tempat pilihannya sekarang merupakan caranya untuk berkaca pada kehidupan yang dialami oleh Yesus. Keinginan menguji mental ini sungguh sangat menantang diri Pastor Yosef yang berdasar pada cara hidup Yesus (halaman 18)

Seorang misionaris yang akan ditugaskan di daerah misi, dituntut untuk dapat berbicara bahasa setempat. Bisa menggunakan bahasa masyarakat setempat merupakan modal penting  sebagai sarana komunikasi  agar dapat berinteraksi dengan penduduk setempat. Pastor Yosef pun mempelajari Bahasa Prancis, bahasa resmi yang digunakan di Republik Congo. Rakyat Congo berbicara bahasa  Prancis karena mereka dijajah oleh Belgia dan baru merdeka pada tanggal 30 Juni 1960. Pastor Yosef ditempatkan di Paroki Santo Agustinus Beno. Paroki Santo Agustinus Beno ternyata merupakan salah satu paroki dari keuskupan Kenge yang terletak di pedalaman dan sangat terisolasi dari sarana penting yaitu transportasi dan komunikasi (halaman 29).

Dua tahun pertama menjalani misi di Paroki Santo Agustinus Beno, kemanapun Pastor Yosef pergi Ia selalu menggunakan sepeda kayuh. Walau hujan dan panas Pastor Yosef tetap menggunakan sepeda kayuh. Karena, alat transportasi inilah yang tersedia di pedalaman tidak ada mobil maupun motor. Stasi yang paling jauh berjarak 100km. Suatu hari Pastor Yosef harus berangkat ke stasi Mobimoy, untuk merayakan Misa Krisma. Karena perjalanan jauh maka menggunakan motor milik Bapak Daniel, di tengah perjalanan motor yang digunakan oleh Pastor Yosef dan Bapak Daniel bertabrakan dengan mobil yang ditumpangi oleh Bapa Uskup yang akan berkunjung ke parokinya.

Kecelakaan yang menimpa Pastor Yosef menumbuhkan kepasrahan yang besar. Terlalu banyak darah yang telah dikeluarkan, punggung dan kaki yang tidak dapat digerakkan karena indikasi patah tulang.  Pada malam kecelakaan itu Pastor Yosef dan Bapak Daniel segera diantar menuju kota agar segera mendapatkan penanganan yang lebih baik. Jarak antara Bandundu dan Kota Beno yang akan dituju adalah 90 kilometer.  Pastor Yosef pun sudah ikhlas dan sudah siap apabila malam itu diambil Tuhan (halaman 74). 

Selama perjalanan sejauh 90 kilometer Pastor Yosef merasakan sesuatu yang luar biasa. Pastor Yosef tidak merasakan rasa sakit seperti sebelumnya, padahal medan yang ia lalui untuk sampai ke kota tidaklah mudah.  Keyakinan keyakinan yang ada membuat Pastor Yosef  bersikap tenang dan tidak cemas walau disisi lain ia siap menerima segala resiko yang harus dihadapi ketika sampai di rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap dan diharuskan menjalani operasi. Pastor Yosef merasa tidak yakin akan operasi yang harus dijalankan. Pastor Yosef sekali lagi memiliki keyakinan bahwa jika Tuhan merestui dan turut bekerja maka, biar tanpa operasi pun, ia akan sembuh. 

Mendapat perawatan selama 4 hari Pastor Yosef berada di rumah sakit. Pada hari ke-4 mukjizat itu terjadi. Saat pemeriksaan Dokter Pierre yang selama ini menangani Pastor Yosef datang dan memeriksa keadaan pasiennya. Saat itulah secara spontan Pastor Yosef mampu mengangkat kedua kakinya. Dokter Pierre begitu kaget karena hasil diagnosa mengatakan jika tidak dioperasi maka 90% kaki Pastor Yosef akan lumpuh. Selama 2 Minggu kemajuan pada pergerakan kaki dan jari-jari Pastor Yosef terus membaik. Pastor Yosef yakin bahwa semua itu karena penyelenggaraan Tuhan.  (halaman 106)

Keyakinan tidak memerlukan bukti. Keyakinan haruslah terus kita miliki, dengan percaya kita melihat, bukan dengan melihat kita percaya. Apa pun usaha manusia akan menjadi berkat jika manusia terus bersabar memohonkannya dengan rendah hati, melalui doa yang tiada putusnya. Di dalam nama Tuhan Yesus, hari ini akan menjadi lebih baik dari hari kemarin.


Judul               : Tuhanmu Itu Ada!
Penulis            : Yosef  Ta’oe, SVD
Penerbit           : Kanisius
Terbit              : 2016
Tebal               : 160  Halaman
ISBN               : 978-979-21-4951-7
 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar