Selasa, 29 Mei 2018

Hangatnya Festival Kampung Nusantara di Hotel Horaios Malioboro

Mei 29, 2018 7 Comments

Kamu mau merencanakan pulang ke kampung halaman namun kamu lupa halaman berapa. Ahh Makvee guyonannya receh banget ya. Seperti namanya Hotel Horaios Malioboro ini layak dijadikan hotel rujukan ketika kamu berkunjung ke Jogja namun kamu lupa di halaman berapa kampungmu. Hotel ini bisa jadi pilihan untukmu menginap bersama orang-orang tersayang. Hotel bintang 3 namun memiliki standar internasional yang tentunya tanpa melupakan rasa dan budaya lokal. Rasa dan Budaya Lokal yang diangkat ini merupakan komponen utama Hotel Horaios Malioboro. Terletak di Jl. Gowongan Kidul No.44, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55271 lokasi ini mudah ditemukan hanya 10 menit kearah Malioboro, 10 menit ke Stasiun Tugu, dekat dengan pusat perbelanjaan, dan juga dekat dengan suasana khas malam di Jogja seperti Kopi Joss dan angkringan sepanjang Jalan Mangkubumi. Makvee baik banget kan ngasih tau rekomendasi hotel yang bikin kamu serasa berada di rumah.



Kehangatan itu teryata tidak hanya tercipta ketika kamu menginap di dalam hotelnya saja. Kehangatan itu nyatanya Makvee rasakan ketika Makvee datang ke Festival Kampung Nusantara. Wah memang tak salah lagi Makvee pilih buat nongkrong bareng teman-teman Makvee disini. Serunya lagi adalah karena Festival Kampung Nusantara ini setiap hari ada selama bulan puasa 2018 ini. Bertempat di Malabar Resto hanya dengan Rp57.000,-/pax kamu bisa berkeliling menikmati menu nusantara yang tersedia. 


Tanpa sadar kamu ternyata sudah keliling 3 pulau lain selain pulau Jawa. Karena sesuai dengan namanya Festival Kampung Nusantara ini menghadirkan menu dari Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatra. Salah satu menu yang unik yang Makvee temukan adalah Manuk Tunu yang berasal dari Kalimantan. Ternyata Manuk Tunu yang semula  Makvee kira itu daging burung tunu. Ternyata adalah ayam panggang, Makvee kira Tunu itu nama burung bener-bener sotoy yaaa. Makvee juga ambil Ayam Woku yang berasal dari Sulawesi, si Ayam Woku berwarna kuning. Pas Makvee makan rasanya pecah di mulut aroma rempahnya sungguh terasa, ketagihan Makvee makan 2 potong deh jadinya. Lalu menu jagoan lainnya adalah Tekwan yang berasal dari Sumatra, menurut Makvee Tekwannya lembut dan lumer di mulut potongan jamur kuping dan bengkoang bikin tekwan jadi makin seger. Bener-bener otentik baik rasa dan penampilannya.




Bahagia banget deh Makvee selain karena kekenyangan akibat khilaf makan Ayam Woku dan Manuk Tunu. Makvee suka banget sama suasana Malabar Resto yang luas, jadi lega dan ga ngerasa panas walaupun lagi rame banget pengunjung. Jadi kamu kapan mau buka bersama sama temen-temen kamu di Malabar Resto?





Bukber Favevourite Menggoyang Lidah

Mei 29, 2018 3 Comments




Bulan Ramadhan memang bulan yang penuh berkah. Di bulan ini banyak orang yang kembali untuk merajut hubungan silaturahmi dengan teman dan keluarga. Malas untuk antri di foodcourt yang rata-rata sudah ditag oleh anak muda baik yang puasa maupun yang tidak berpuasa, salah-salah kalau datang ke foodcourt kamu malah jadi baper. Pilihan berbuka puasa di hotel menjadi pilihan yang cerdas. Selain karena penawaran all you can eat dengan harga yang relatif terjangkau makan di hotel senyatanya bisa berlama-lama sambil mengabadikan kebersamaan bersama keluarga dan teman. 



Tren makan buka bersama ala buffet memang sedang sangat diminati. Tidak perlu memesan langsung mendapatkan makanan. Harga yang terjangkau dan tentu saja kualitas makanan di hotel lebih dijamin kebersihan dan gizinya. Bisa mengonsumsi berbagai macam jenis makanan dan minuman, karena menu buffet hotel selalu variatif. Ada yang bilang bahwa good place dan good food akan menjadi, dan saya setuju dengan hal ini karena ternyata menikmati di hotel kebersamaan yang terjalin menjadi lebih terasa.


Pada kesempatan itu saya berbuka bersama teman-teman saya di salah satu hotel yang menurut saya hotel yang aman dari macet. Karena suasana di sekitar hotel  memang asri dan teduh sehingga jalanan depan hotel cenderung tenang dan tidak macet. Beralamat di Jl. I Dewa Nyoman Oka No. 30, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta Hotel ini semula bernama Favehotel Kotabaru. Kemudian berganti nama kurang lebih 2 tahun yang lalu menjadi Favehotel Malioboro agar lebih mudah ditemukan dan lebih dikenal.



Menu buka puasa saya saat itu bernuansa Indonesia. Laiknya hotel-hotel lain yang memiliki kekhasan. Favehotel bernuansa merah muda dan didalamnya terdapat ornamen batik-batik khas Indonesia. Kali ini saya akan membahas menu paket berbuka puasa Favehotel Malioboro. Harga paketnya per-pack menurut saya terjangkau karena masih di bawah Rp60.000,-. Semuanya all you can eat jadi kamu bisa makan sekenyang-kenyangnya. 


Yup, namanya Lime Resto satu sudut yang mudah ditemukan di sebelah receptionis Favehotel Yogyakarta. Menu Indonesia memang lebih cocok dan lebih mudah diterima di lidah bukan. Cocok buat 1 keluarga yang kurang bisa makan western food atau korean food. Kala itu menu yang terhidang membuat saya ngiler bukan kepalang karena banyak dan bingung memilih. S+aya putuskan untuk mengurangi karbohidrat. Es campur menjadi pilihan utama sebelum memulai makanan lainnya. Jadi kapan kamu mau coba menu Indonesia di Favehotel Malioboro. Boleh banget ajak Makvee lho :D.