API

Cinta tak harus hadir dalam birahi,

Cinta itu membebaskan,

Sekali kau bermain api

kau akan terbakar habis

Kita hanya butuh korek atau pemantik

Apakah kita mudah sekali jatuh Cinta?

Ah terkadang manusia

memang tak bisa memahami realitas apa adanya

Tak pernah membiarkan sesuatu berjalan alamiah


Karena otak kita terus berpikir bagaimana mengendalikannya


Lalu berilah jeda pada Cinta, 


Toh Cinta tidak pernah kemana-mana


Biarkan dirimu bebas, pada kesadaran akan masa kini

PEREMPUAN

Germaine Greer yang menulis tentang nasib dan hak-hak perempuan dalam bukunya Change and The Whole Woman "Perempuan yang hanya pasrah dan menyerah pada nasib akan dimutilasi oleh lelaki seumur hidupnya".

Mutilasi dalam hal ini adalah tentang kesempatan berkarir, memilih jumlah anak, memilih hamil atau tidak, serta mutilasi kesempatan mengembangkan diri". Yang paling miris ketika perempuan justru pasrah setelah menikah "tubuhnya bukan miliknya lagi tetapi milik suaminya". 

Perempuan, tubuhnya dan haknya tetaplah miliknya sendiri apapun itu keadaan dan statusnya. Perempuan pun masih terpenjara dalam perbudakan seksual laki-laki. Masih jarang, menemui hubungan laki2 dan perempuan yang setara, tidak ada yang menjadi objek dan mendominasi. 

Ketidaksetaraan ini pun dialami oleh perempuan di Sudan, suku Nubia, female circumcision ini benar2 melanggar hak perempuan. Mereka mengikat kaki para gadis dari tumit sampai pinggang, kemudian melakukan operasi pemotongan klitoris tanpa bius.

Masih banyak perempuan di luar sana, yang tidak tahu haknya, kehilangan dirinya, pasrah terhadap keadaan, dan tidak punya pilihan. ‪#‎RodokRadikal‬

Perempuan pun mau tidak mau harus mengerti dengan pola komunikasi dominan yang diterapkan oleh laki-laki, sementara laki-laki merasa tidak perlu memahami bahasa perempuan. Mereka selalu mengatakan perempuan itu rumit, tanpa pernah berusaha mencoba memahami. Padahal sudah sewajarnya pola komunikasi itu berjalan secara setara