Nongkrong di Vue Bar Rooftop Kitchen and Lounge Satoria Hotel Yogyakarta

Makvee ini bukanlah anak nongkrong yang tiap malam minggu harus nongki-nongki manja. Berhubung rumah Makvee tuh ada di Jogja Selatan jadi pasti sangatlah malas bergerak kalau mau nongkrong. Sedangkan tempat menghabiskan waktu yang paling banyak terpusat di Jogja Utara dan sekitarnya. Makanya Makvee kadang bingung kalo mau nongkrong-nongkrong ala-ala sosialita gt selain ga cocok Makvee di luar jam kerja suka males yaaampunn dandan pake make up. Pokoknya yang ribet-ribet gitu suka bikin ahhh malesss. Paling puoll kalau sama temen sukanya nongkrong di warung Bakso, kalau nongkrong paling lama emang di warung bakso. Salah satu tempat favorit sih Bakso Idola di Tamsis yang kalau masuk ke dalam bisa lesehan dan bisa nyender
(maklum butuh senderan banget nih, btw yang mau jadi sandaran hidup aku, cwo, seiman, setia, mau menerima aku dan segala kekuraanganku yang absurd ini please klik instagram aku di samping trus DM ya hiyaaa hiyaa malah curhat dan make blog sendiri buat cari jodoh)
Nahh entah gimana nih di sepanjang pencarian tempat nongkrongnya Makvee tuh berujung waktu itu sama sepupunya Makvee lagi ada acara di Satoria Hotel. Sempat banget kan ke rooftop buat foto-foto sebelum acara mulai trus turun ke lantai berikutnya karena acaranya ada di lantai bawahnya  rooftop. Waktu itu sih Makvee sempet ngebatin aja sih “coba kalau ini rooftop dipackaging sedemikian rupa pasti lucu sekaleeee” ehhhh lha kok ya gayung bersambut, ya yang namanya jodoh kan bro sist. Sabtu lalu dunk Makvee finally nongkrong nongkrong gemes sama sepupunya Makvee nih. Dan beneran sekarang tuh rooftopnya udah dipackaging selucu itu, ada gubukan kecilnya. Ada lampu-lampunya dan kursi-kuris yang ditambah. Beneran kece dan gaull sekaliiii.


Kemarin Makvee perdana nih nikmatin Promo Mr. Crab & Mussels Package. Sebenarnya menu ini baru akan tayang di Bulan Juli 2019, namun istimewa Makvee bisa icip-icip Mr. Crab & Mussels Small Package. Yummyyyy kres kresss kreess.


Dan gara-gara ada  Mr. Crab & Mussels  Small Package di mejanya Makvee beberapa tamu lain yang lewat pun jadi kepingin nyobain dan bertanya kepada petugas yang sedang berjaga. Mueheheheh emang bikin Ngiler banget sih.
Berhubung Makvee kemarin kesana pas hari Sabtu, jadi Makvee juga bebas ceria no diet-dietan makan banyak barbeque an ala Vue Bar Rooftop Kitchen and Lounge Satoria Hotel Yogyakarta. Enakkkk ada sate daging, ada sosis dan sayur, ada ikan bakar, ada thick soup yang superb creamy, pssst buat yang kelaparan ada nasi, capcay, dan juga potato. Buat yang suka manis, tenaaang dessertnya enak-enak nyoiii eh tapi ini bukan tahu bulat lho.



Daftar harganya sebagai berikut ya;

1. Every Friday Pasar Ikan
at Vue Bar Rooftop Kitchen and Lounge Satoria Hotel Yogyakarta. All You Can Eat BBQ, IDR 100K Nett/Person. Bonus Live Music. Reservation 085780132248

2. Every Saturday VueBarQ
at Vue Bar Rooftop Kitchen and Lounge Satoria Hotel Yogyakarta. All You Can Eat BBQ, IDR 100K Nett/Person. Bonus Live Music. Reservation 085780132248
3. Start July 2019 Mr. Crab & Mussels
Small package 1-2 person IDR 150k ++
-crabs 250gr
-mussels 100gr
-paprika
-sweet corn
Medium package(M) 2-3person IDR 200++
-crabs 500gr
-mussels 150gr
-paprika
-sweet corn
Large (L) For 4-5pax IDR 300K++
-crabs 750Gr
-mussels 250gr
-paprika
-sweet corn
Chef recommendation sauce
Padang sauce
black paper sauce
salted egg sauce

Gimana kalian berminat buat malam mingguan disini? Sambil renang boleh banget karena harga renang saja di Satoria Hotel Yogyakarta hanya IDR35K nett/person sudah mendapatkan fasilitas minum dan handuk. Selain berenang kamu akan dimanjakan dengan pemandangan kota dari atas. Kapan lagi dapat fasilitas lengkap kayak gini yuk, ajak keluargamu, sahabatmu, pasanganmu, tetanggamu. Karena bahagia itu tidak harus mahal, Makvee percaya ini harga yang worth it untuk kamu yang bosan nongkrong di café-café Jogja. Nongkrong di Rooftop Satoria Hotel Yogyakarta bisa menjadi pilihan kala penat .


Hotel Satoria Yogyakarta Adisucipto
Jl. Laksda Adisucipto No.Km. 8, Kalongan,
Maguwoharjo, Sleman, Kabupaten Sleman,
Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Telepon: (0274) 2802888

Menjejakkan Kaki Di Kotagede Saksi Bisu Kerajaan Mataram


Perlahan-lahan sepeda motor saya melaju menuju Kotagede. Kotagede yang dibahasa Indonesia berarti Kota Besar. Tapi entah kenapa jika sampai di Kotagede ada aura yang berbeda yang saya rasakan. Lebih teduh lebih hening dan lebih sepi walaupun lokasi yang sedang saya datangi dekat dengan keramaian di Pasar Kotagede.

Kotagede adalah saksi berdirinya Kerajaan Mataram (sekarang disebut Jogja/Yogyakarta). Pada abad ke-8, Kerajaan Mataram merupakan pusat Kerajaan Mataram Hindu. Kerajaan Mataramlah bisa disebut sebagai Kerajaan Mataram Hindu yang kuat dan menguasai seluruh Pulau Jawa.
Bukti peninggalan Kerajaan Mataram dapat dilihat dari sisa-sisa peninggalannya. Seperti adanya Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Pada masanya selain sebagai Kerajaan yang kuat Kerajaan Mataram dikenal sebagai Kerajaan yang makmur. Atas dasar memiliki kemakmuran dan peradaban yang luar biasa maju inilah sehingga Kerajaan Mataram mampu membangun Candi dengan arsitektur yang luar biasa, indah, megah, dan bermakna. Namun singkat cerita pada abad ke-10, dengan suatu alasan yang saya sendiri belum menemukan alasannya di berbagai sumber manapun. Mengapa Kerajaan Mataram bedol desa alias memindahkan pusat pemerintahannya ke Jawa Timur. Rakyatnya pun berbondong-bondong meninggalkan Kerajaan Mataram dan kemudian berubahlah tempat yang semula ramai lambat laun kembali sunyi dan menjadi hutan lebat.

Salah satu pintu kayu berornarmen yang ada di Kotagede
Era Kerajaan Mataram pun berhenti pada tahun 1613, Setelah Sultan Agung memindahkan pusat kerajaan ke Karta (dekat Pleret Bantul) dan berakhirlah era Kotagede sebagai pusat kerajaan Mataram Islam. Situs ini kemudian kini dikenal dengan Situs Kerto Keraton Sultan Agung yang berada di Kerto, Kanggotan, Pleret, Bantul.


Setelah Kotagede tidak menjadi ibukota kerajaan. Masih tersisa peninggalan sejarah yang hingga kini masih ada, seperti adanya makam pendiri kerajaan, Masjid Kotagede, rumah-rumah tradisional dengan arsitektur Jawa. Ya apalagi kalau bukan menjadi tempat wisata gratisan seperti pelancong hemat macam saya ini. Yang terbaik dari berkunjung ke Kotagede adalah tata kota di Kotagede masih menggunakan tata kota masa lampau yang sungguh klasik dan elegan.

Reruntuhan benteng pun masih terlihat dan dapat ditemukan di Kotagede.
Dan dalam perkembangan selanjutnya Kotagede tetap ramai meskipun sudah tidak lagi menjadi ibukota kerajaan. Berbagai peninggalan sejarah seperti makam para pendiri kerajaan, toponim perkampungan yang masih menggunakan tata kota jaman dahulu, hingga reruntuhan benteng bisa ditemukan di Kotagede, juga yang sering digunakan sebagai tempat foto prewedd adalah Masjid Kotagede dan rumah-rumah tradisional dengan arsitektur Jawa yang khas. 

Selain klasik, saya sendiri sudah jatuh cinta dengan setiap inci Kotagede sejak lama. Ada banyak kenangan manis bersama simbah putri di Pasar Kotagede. Saya ingat berkeliling pasar bersama simbah putri tiap hari Minggu tiba. Kami berjalan-jalan di pasar, dan simbah kakung menunggu kami di luar.

Pasar Kotagede ini adalah pasar tua. Setiap pasar yang ada di Yogyakarta khususnya memiliki kalendernya masing-masing. Dan kalender ini tentu saja menggunakan penanggalan Jawa. Kalau Pasar Kotagede ini akan mengalami puncak ramai atau kalau orang Jawa menyebutnya dengan “pasarane” setiap Legi dalam hari apapun. Yang juga menarik dari Pasar Kotagede ini walaupun bangunannya telah direhabilitasi dan mengalami peremajaan berkali-kali, namun posisinya tidak berubah.


Hal ini sesuai yang dikatakan menurut sejarah, bahwa dalam tata kota kerajaan di Jawa kebiasaannya adalah menempatkan keraton, alun-alun dan pasar dalam poros selatan - utara. Hal ini juga tertulis dalam bahasa sansekerta di Kitab Nagarakertagama yang ditulis pada masa Kerajaan Majapahit (abad ke-14). Di dalam kitab ini tertulis bahwa pola pembangunan dengan mode poros selatan-utara sudah digunakan pada masa itu. Pasar tradisional di Kotagede ini juga dibangun sejak  Masa Panembahan Senopati masih aktif dan bertahan hingga kini.

Uhmmm Maka, saya sangat menyarankan jika berkunjung ke Yogyakarta nikmati juga lokalitas dan kearifan lokal yang ada di Pasar Kotagede, seperti yang tergambar dalam scene AADC ketika tokoh Cinta dkk menikmati hidangan khas angkringan di Kotagede.


Selain memiliki sejarah yang luar biasa, bangunan-bangunan di Kotagede yang apik dan fotogenik membuat sayapun tak lupa mengabadikan moment ketika berada di sana. Ada tembok hijau yang cukup genit untuk dijadikan sebagai latar belakang foto.

Dan, Jika kita berjalan lebih kurang 100 meter ke arah selatan dari Pasar Kotagede, maka kita akan menemukan kompleks makam para pendiri kerajaan Mataram Islam yang dikelilingi oleh tembok yang cukup tinggi dan kokoh.

Gapura masuk ke kompleks makam ini memiliki ciri arsitektur Hindu. Setiap gapura juga  memiliki pintu kayu yang tebal dan dihiasi ukiran yang indah. Kompleks ini dijaga oleh abdi dalem yang menggunakan busana adat Jawa dan menjaga kompleks ini selama 24 jam sehari.


Berjalan-jalan menyusuri Kotagede selain membawa ingatan saya pada kebersamaan bersama simbah sekaligus juga memperkaya wawasan saya tentang sejarah terkait Kerajaan Mataram Islam yang pernah berjaya di Pulau Jawa. Selain itu, kita masih bisa melihat dari dekat kehidupan masyarakat yang ratusan tahun silam berada di dalam benteng kokoh. pssstt katanya masih ada yang menganut kebudayaan konco wingking

Kotagede saya rekomendasikan bagi kalian yang sungguh menikmati keheningan khas Jogja dan keramahan yang sungguh "njawani"

Menikmati Kemegahan Gedung Swiss-Belhotel Yogyakarta


Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan nongkrong nongkrong manis, di Swiss-Café Restaurant. Dimana sih Swiss Café Restaurant berada? Ihh kepo bangetkan? Swiss-Café Restaurant berada di dalam gedung yang indah, bergaya kolonial, interior di dalamnya benar-benar clean. Sungguh saya paling suka lampu kristal di lobi hotel. Udah kebayang belum saya berada di mana? Belum juga? Hmm baiklah jadi saya datang ke Hotel Swiss-Belhotel Yogyakarta. Hotel ini merupakan sebuah hotel bintang 5. Kalau bintang 5 tentu mewah kannn, apalagi lokasinya berada di pusat Kota Yogyakarta yang menyediakan standar layanan dan fasilitas kualitas tinggi untuk pelancong yang datang berkunjung ke Yogyakarta untuk tujuan liburan maupun bisnis.



Swiss-Belhotel Yogyakarta untuk menuju Kraton Yogyakarta memiliki waktu tempuh lebih kurang 15 menit, 30 menit ke Bandara Internasional Adisutjipto, sudah saya hitung semacet-macetnya Jogja yang tidak dapat dipungkiri Jogja makin macet. Ketika menginap di Swiss-Belhotel pengunjung hanya perlu mengolahragakan diri dengan berjalan kaki ke bank-bank dan pertokoan di sekitarnya. Di sekitar hotel ada Gramedia, KFC, MCd, dan Pizza Hut. Hotel ini memang terletak di pusat kota yang memiliki akses yang mudah ke kawasan perbelanjaan Malioboro serta kantor perbankan serta bangunan bersejarah di kota Yogyakarta.




Swiss-Belhotel Yogyakarta terletak di Jalan Jendral Sudirman No. 69, Terban, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55224.  

Swiss-Belhotel memiliki 121 kamar yang modern dan nyaman dalam empat kategori; Deluxe, Grand Deluxe, Business Suite dan Executive Suite. Seluruh kamar di desain khusus dan memiliki gaya klasik kolonial yang bertujuan agar mudah diingat dan berkesan serta desainnya yang elegan sungguh menjamin kenyamanan menginap wisatawan yang datang ke Yogyakarta. Hotel ini memiliki Tamansari Puspa Spa dan Pusat kebugaran, sebuah kolam renang atap yang modern dan elegan, dan air terjun buatan yang menyegarkan di air terjun Segaran. Hotel ini menyediakan gaya unik dan modern, dengan akomodasi mewah dan fasilitas pertemuan untuk menyambut pelancong bisnis maupun liburan.




Walk Slowly on the edge (side) of the Jakarta Road (Melipir neng Dalanane Jakarta)


Walk Slowly on the edge (side) of the Jakarta Road
 (Melipir neng Dalanane Jakarta)

Saya sendiri ketika mencoba menulis selalu tidak bisa menggunakan bahasa non formal yang benar-benar tidak formal, saya menyebut diri saya sendiri dengan “Saya” bukan dengan Gue ala-ala blognya Kaesang Pangarep putra ketiga Bapak Presiden Jokowi, atau menyebut diri dengan “Mammita” ala-ala sebutan Julia Perez kepada dirinya sendiri di Twitter, atau malah menyebut diri dengan “Eneng” seperti Saskia Gothik. Sumpah saya tidak bisa ber Loe Gue ketika menulis, atau bahkan ngomong sekalipun dengan gaya Betawian.



Beberapa tahun yang lalu, sempat tinggal di Jakarta tepatnya di Jakarta Barat karena mengerjakan study perilaku masyarakat perkotaan di sana. Dan itu tidak mengubah saya yang “Ndeso” ini menjadi lebih Ibu Kota, wong ternyata hampir pedagang-pedagang makanan di Jakarta isinya orang Jawa I mean orang Jogja, Klaten, Magelang, Banyumasan, dan kota-kota lainnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. So, ketika jajan atau beli makanan, yo ngopo Loe Guenan seriuss aku ra iso malah meksoNjuk nek Tumbas panganan maksud saya kalau saya beli makanan di Jakarta ya ngomongnya memakai Bahasa Jawa saja, tidak ribet dan yang diajak bicarapun karena sesama Jawa menjadi lebih akrab.
Orang Jawa dimanapun pasti selalu membawa keJawaannya dimanapun, Orang Jawa tidak akan terpisahkan  dari budaya yang ia terima sejak kecil. Begitupun saya, ketika saya datang ke Jakarta, ada hal yang saya tidak suka adalah. Ketika itu saya dan teman-teman saya sedang mencari kost-kostan di sekitar depan Universitas Trisakti di daerah Tanjung Duren Utara. Ketika itu kami memang datang dengan gaya ala backpacker, dengan tas backpack semi carrier dan beberapa kardus berisi bahan-bahan study kami di Jakarta. 

Waktu itu ada bapak-bapak tukang cendol yang dari logatnya saya tahu, dia adalah orang Betawi, saat saya dan teman saya lewat dia dengan kencangnya bilang “Noh, baru datang dari Kampung tuh! Dengan nada nyinyir meremehkan. Saya sempat kesal mendengarnya, tetapi kembali lagi saya baru saja datang di Jakarta dan saya tidak mau mencari masalah akhirnya dengan pasang tampang semanis mungkin saya jawab “ Iya kok pak saya dan teman-teman memang dari kampung, terimakasih pak”.


Orang pendatang dari manapun itu ketika datang selalu dikatai begitu oleh si Bapak, saya pernah mendengar beberapa kali dia selalu begitu,bukan hanya kepada saya dan teman-teman saya. Tetapi kepada anak-anak mahasiswa baru yang sedang mencari kost-kostan di Belakang Universitas Tarumanegara. Saya bukan rasis disini, tapi kata-kata Kampung! Yang diucapkan dengan Nada seperti itu menurut saya tidak pantas. 
Kita tidak boleh menyamaratakan memang. Orang Jawa yang dibilang sebagai orang yang punya tutur kata yang baik saja tidak bisa disamakan semuanya. Orang Jawa tetaplah orang Jawa yang lahir dalam individunya masing-masing (Kata prof.Magnis Suseno dalam bukunya Etika Jawa) begitu juga dengan Orang Betawi. Mungkin memang itu masalah pribadi si Bapak tukang Cendhol itu, bisa jadi ia adalah korban masyarakat yang gerah dengan semakin macetnya Jakarta. Bisa Jadi dengan cara membacot sedemikian rupa ia bisa mengungkapkan aspirasinya, dan Kekesalannya di kota yang semakin sumpek dan sulitnya mengais rejeki.
Kasihan Bapak cendhol itu, kalau seperti itu, banyak mahasiswa atau pendatang yang dikatai demikian olehnya. Bagaimana cendholnya bisa laris, bagaimana mahasiswa/mahasiswi yang disekitar situ yang tentunya rata-rata pendatang mau membeli kepada penjual yang sudah mengata-ngatai mereka seperti itu. Dan Bapak itu tetap tidak berubah, selama hampir 2 bulan di sana, saya menjadi tipikal orang Jakarta pada umumnya. Berangkat pagi pulang malam, berjalan kaki dari sky walk satu ke sky walk lainnya. Ketika butuh hiburan yang saya lakukan hanya nonkrong di Mall dekat Kost. Begitu terus, sampai akhirnya saya lupa sekitar saya, saya melupakan si Bapak Chendol kadang-kadang saking hanyutnya dalam euforia kesibukan Jakarta saya juga lupa makan dan lupa mandi #upssss semakin ngelantur ini hehehe
Ya sudah lah Apa yang kita tanam adalah Apa yang akan kita tuai nantinya”. Sekian Salam Damai.Salam Cendhol

Trans Studio Mini Jogja Tempat Menikmati Keseruan Tanpa Ampun!


Holaa teman-teman Makvee dimanapun kalian berada. Adakah diantara kalian yang mudik ke Jogja. Uhmm Makvee mau bercerita tentang pengalaman Makvee menikmati wahana-wahana seru yang ada di Trans Studio Mini. Kalian yang sedang liburan di Jogja sudah pada tahukah ada Trans Studio Mini di Jogja? Yuk yuk yukk simak ulasan Makvee berikut dan pengalaman seru Makvee.

Sekilas Tentang PT Trans Corpora
Jadiii PT Trans Corpora atau lebih terkenal dengan sebutan nama Trans Corp adalah unit usaha CT Corp. You know kan gaes kalau CT adalah akronim dari Chairul Tanjung. Perusahaan ini bergerak di bidang media, gaya hidup, dan hiburan. Pada awal didirikannya  Trans Corp didirikan sebagai penghubung antara stasiun televisi Trans TV dengan stasiun televisi yang baru saja diambil alih 55% kepemilikan sahamnya oleh CT Corp dari Kompas Gramedia, Trans7 (dulunya TV7). 

Salah satu bagian dari CT Corp adalah PT Trans Ritel Properti dan PT Trans Retail Indonesia. Nahh untuk Trans Studio Mini yang berada di seluruh Indonesia ini ada di bawah PT Trans Ritel Properti. Sementara Carrefour dan Transmart berada di bawah PT Trans Retail Indonesia. Trans Studio merupakan jaringan taman bermain di dalam ruangan (Indoor Theme Park) terbesar di Indonesia yang dikelola oleh Trans Corp. Di dalam taman bermain ini memiliki berbagai macam wahana dengan tema seperti program-program acara yang ada di Trans TV dan Trans7. 

Namun ada perbedaan yang sangat khas yang membedakan antara Trans Studio Mini dan Trans Studio. Perbedaan ini dimulai dari tarif yang dikenakan ketika berkunjung. Jika datang de Trans Studio maka akan membayar tiket masuk walaupun ketika masuk tidak bermain di wahana. Sangat berbeda dengan Trans Studio Mini yang hanya akan membayar jika bermain di wahana. Jadi untuk kalian pengunjung yang datang untuk berfoto dan menikmati suasana di Trans Studio Mini sangat diperbolehkan dan gratis. Ketika akan menaiki wahana baru membayar. Trans Studio Mini ini tidak hanya ada di Yogyakarta namun juga ada di kota-kota besar lainnya. Total Trans Studio Mini Se-Indonesia ada 39. Trans studio Jambi merupakan cabang ke 39.

Wahana Paris Swing

Bagi kalian yang sudah pernah ke Trans Studio di Bandung ada wahana yang banyak diincar oleh para pemacu adrenalin yaitu wahana Giant Swing. Kalau di Trans Studio Mini Yogyakarta ada wahana yang cukup membuat Makvee berteriak ketakutan yaitu Paris Swing. Mirip-mirip dengan Giant Swing, wahana ini mengajak pengunjung untuk merasakan sensasi diayun sambil berputar naik turun selama 4 menit. Bukan lagi rasanya karena Makvee turun dengan sempoyongan dan agak mabuk setelahnya dan jantung berdebar-debar.

Wahana Venture River
Kalau anak kecil menyebutnya dengan naik kapal-kapalan. Tepat sekali wahana ini khusus untuk anak2 bermain naik kapal keliling di aliran air yang seperti sungai.

Wahana Crazy Taxy Coaster



Nah Wahana ini adalah salah satu wahana yang antriannya mengular. Ternyata banyak yang ketagihan untuk bermain di wahana ini.

Roller Coaster milik Trans Studio Mini ini menurut Makvee petjahhhhh iyaaa bikin jantung dag dig dug duer ga karuan apalagi saat melewati lintasan yang sempat keluar tembok gedung sehingga semilir angin luar gedung pun menimpa wajah Makvee. Tapi sensasinya luar biasa walaupun 2 kali putaran itu tidak lebih dari 2 menit saja. 

Wahana Bumper Car

Wahana ini adalah wahana bermain mobil-mobilan sambil saling menabrakan satu sama lain. Waktu bermain di wahana ini juga sekitar 4 menit. Anak-anak yang bermain wajib didampingi oleh orang tua, walaupun sudah ada petugas pemandu yang siaga mendampingi.

Kehadiran  Trans Studio Mini memudahkan masyarakat Kota Yogyakarta dan sekitarnya untuk menikmati wahana permainan. Makvee sih menganggap Trans Studio Mini ini adalah pemanasan ketika kita hendak mengunjungi Trans Studio yang ada di Bandung atau di Makasar.

Semoga Trans Studio Mini ini bisa menjadi destinasi baru wisata di kota Yogyakarta. Karena tujuan Trans Studio Mini ini hadir di Yogyakarta adalah menyediakan tempat bermain yang nyaman dan mengasikkan bagi seluruh keluarga dan masyarakat Kota Yogyakarta. 

Menyambut Lebaran 1440 H



Wahhh Senangnya hasil pengumuman Sidang Isbat 2019 telah ada dan syahhhh. Pemerintah telah menetapkan 1 Syawal 1440 H jatuh pada Rabu 5 Juni 2019 besok pagi.

Bagaimana teman-teman semua persiapan menyambut Lebaran Idul Fitri 2019 besok, Apakah kalian sudah menyiapkan cemilan, outfit kece, dan THR lebaran untuk anak-anak kecil yang datang? Wah kalau semuanya sudah bagaimana dengan persiapan di meja makan, apakah segala makanan enak-enak sudah kalian siapkan seperti opor ayam, sambal goreng hati dan segala ubo rampenya hmmm yummy. Selain itu, setelah sebulan berpuasa penuh, merayakan Hari Kemenangan akan semakin berkesan dengan mengirimkan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Sudahkah kalian siapkan 1 folder di handphone kalian berupa video ucapan dan gambar untuk dikirimkan kepada kerabat, teman, dan saudara yang jauh. Wah jika sudah, berarti kamu telah siap menyambut lebaran esok. Aroma kedamaian dan kehangatan mulai menguar malam ini. Kemeriahan pun sudah terdengar dimana-mana malam ini, bunyi takbir berkumandang, suara kembang api yang menggema turut meramaikan suasana. Tinggal hatimu yang harus kamu siapkan untuk esok pagi bermaaf-maafan dengan saudara, teman-teman, mantan, teman mantan, mantan teman, dan teman makan teman lagi hits ehhhhhh apasih ini

Nah lebaran selain meriah dirayakan di Indonesia ternyata setiap negara memiliki tradisi berbeda-beda dalam menyambut hari raya besar Idul Fitri. Setiap negara memiliki keseruannya masing-masing.

Di Indonesia sendiri, pengalaman hari ini Makvee ke pasar, tradisi yang selalu ada dari tahun ke tahun adalah, jumlah pembeli daging ayam dan daging sapi yang meningkat menyambut lebaran H-1. Belum lagi penjual ketupat yang banyak dimana-mana dan selalu habis karena memang banyak orang yang membutuhkan. 


Tapi ada yang menarik ketika melihat lebaran di negara lain, contohnya di India, Negara yang Makvee ingin kunjungi setelah Makvee membaca buku dari penulis Jogja Ayun dengan judul Unforgettable India. Di India Umat Muslim adalah minoritas, di India, para pedagang bihun bersiap menyambut Lebaran. Lhoh kok bihun? Di Negara India dalam menyambut Idul Fitri biasanya identik dengan bihun. Nah Bihun sih kalau di Indonesia jadi jajanan malam berupa bakmi jawa ya teman-teman. Nah kalau di India pedagang bihun di India akan menjamur bahkan mungkin ada yang dadakan menjadi pedagang bihun dan siap menyambut Idul Fitri karena puncaknya adalah festival Idul Fitri dan biasanya terpusat di Kota Kolkata India.

Hmm betapa serunya persiapan lebaran ya dimanapun kita berada. Makvee sebagai non muslim pun bahagia menikmati kemeriahan lebaran. Apalagi kalau keluar rumah menikmati kembang api di langit gratisan lumayan buat hiburan. Selamat merayakan lebaran 1440 H ya teman-teman mohon nafkah lahir dan batin maaf lahir dan batin.

Ramadan Pengingat Akan Persaudaraan


Ramadan tahun ini menurut Makvee penuh dengan banyak tantangan dan cobaan terutama bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa. Ramadan dimulai setelah selesainya pesta demokrasi Indonesia. Pertengahan bulan lalu, tanggal 22 Mei 2019 menjadi saat yang menegangkan bagi semua masyarakat Indonesia karena aksi yang semua akan dimulai dan diakhiri dengan damai nyatanya rusuh hingga membuat aktvitas sekitar menjadi lumpuh. Makvee yang melihat melalui televise dan youtube pun menjadi bergidik ngeri. 

Begitu panasnya hawa setelah pemilu memang masih kita rasakan. Namun Ramadan memang pada akhirnya menang dan suasana berangsur membaik. Indonesia akan baik-baik saja dan seterusnya. Bulan Ramadan yang penuh damai nyatanya menang. Kita patut mengucap syukur,karena  Ramadan mengingatkan kita bahwa ada yang lebih besar dan lebih berarti dibandingkan dengan segala sesuatu yang berasal dari dunia yang fana ini yaitu persaudaraan.

Makvee sendiri tidak menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, namun Makvee sangat mengapresiasi teman-teman Makvee yang melaksanakan ibadah dengan taat. Ibadah yang dijalankan bukan hanya sekadar menjalankan kewajiban namun dilaksanakan dengan tulus, sehingga segala kebaikan yang terpancar bukanlah polesan semata. Bulan yang suci ini umat Islam sedunia hukumnya wajib melaksanakan ibadah, bulan yang penuh berkah dan hikmah. Bulan ini umat Islam diajak kembali untuk mendekatkan diri kepada Tuhan YME, mensyukuri segala apa yang telah diberi, dan tak lupa untuk mendekatkan diri kepada sesama.


Ramadan menjadi momen terbaik dari segala bulan untuk mendekatkan diri dengan sesama manusia melalui jalinan persaudaraan. Sebagai bulan yang penuh dengan limpahan nikmat dan pahala, Maka Tuhan akan memberikan ganjaran berlipat-lipat pahala bagi umat yang banyak melakukan kebaikan di bulan Ramadan. Maka kebaikan tidak bisa hanya untuk diri sendiri namun juga menyangkup secara aspek kehidupan termasuk juga menyangkut kehidupan social. Marilah di bulan yang baik menjelang lebaran ini kita menepikan dulu hal-hal duniawi yang justru merusak persaudaraan. Marilah membangun sikap positif demi tercapainya kebaikan dari tahun ke tahun hingga kita semua bisa dipertemukan dengan bulan yang baik ini bulan Ramadan. Say Aminn teman-teman. Positive Vibes. Salam damai.

Doa dan Harapan di 1440 H

Bulan Ramadan lagi-lagi dan lagi tidak ada batasan untuk melakukan kebaikan. Sekecil apapun kita bisa melakukan kebaikan di mana saja dan kapan saja. Ketika berada di dalam angkutan umum kita bisa memulainya dari hal kecil semisal memberikan tempat duduk untuk penumpang yang lebih prioritas dan membutuhkan seperti ibu hamil, lansia, dan perempuan, atau anak kecil, membantu orang lain yang kesulitan membawa barang, kemudian membantu orang lain memencet tombol lift atau menahan pintu lift untuk orang lain. Bulan Ramadan sendiri bagi saya yang beragama non muslim adalah waktu yang tenang waktu yang baik untuk saling menghargai satu sama lain antar umat beragama.

Sekecil apapun kebaikan yang dilakukan menurut teman-teman Makvee yang beragama muslim. Maka kebaikan tersebut pahalanya akan dilipatgandakan. Semoga kita semua dapat berjumpa di Ramadan berikutnya dengan saling memaafkan di Ramadan 1440 H. Makvee juga memiliki harapan khusus setelah melewati Ramadan tahun ini:

Semoga toleransi yang lebih baik dapat terjalin di Indonesia yang beragam ini. Ibarat kata “orang yang puasa menghormati yang tidak puasa, orang yang tidak puasa menghormati orang yang berpuasa” Tahun ini Makvee rasakan lebaran sungguh meriah, Makvee belum melihat berita mengenai penggrebekan warung-warung makan yang buka walaupun telah ditutup tirai, semuanya berjalan damai dan tenang.

 Semoga kedamaian terus ada di bumi Indonesia. Saling menghargai dan menyayangi satu dengan yang lain karena bumi pertiwi ini milik semua orang yang lahir dan tinggal di Indonesia. Bumi Pertiwi ini milik orang Jawa, orang Bali, orang Kalimantan, orang Sumatera, orang Papua, orang Sulawesi, dan semua suku dan daerah di Indonesia berhak hidup damai di Negara kita tercinta Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Semoga persatuan, kesatuan, dan persaudaraan dapat terus dirajut dari waktu ke waktu. Bulan Ramadan dan lebaran yang akan segera tiba dapat membuat kita saling memaafkan dan menguatkan kembali persatuan yang sempat terburai. Setelah hari lahir Pancasila 1 Juni 2019 lalu kemudian 3 hari kemudian adalah hari kemenangan semoga kita semua diberi kekuatan untuk saling mengalahkan ego dalam diri dan dengan rendah hati saling memberi maaf dan meminta maaf.

Mari kita terus hidup dalam kedamaian, persatuan, dan kesatuan agar kita selalu optimis Indonesia akan semakin baik dan semakin maju sehingga bulan Ramadan dapat terus kita lewati dengan rasa damai dan nyaman bagi semuanya.

5 Cemilan Favorit Saat Lebaran



Lebaran sebentar lagi
Selamat hari lebaran
Mari kita bersalam-salam kita bermaaf-maafan
Yeay lebaran akan tiba, dan lebaran puncak dari segala puncak hari yang paling ditunggu setelah satu bulan berpuasa. Ajang berkunjung saling bersilaturahmi. Merekatkan kembali yang dulu retak. Yang dekat merapat, yang jauh mendekat. Suasana akrab terasa, kegembiaraan, keharuan bercampur menjadi satu. Sambil bersama berdoa akan kembali bersama dipertemukan dengan bulan Ramadan. toples-toples di rumah. 

Berikut ini adalah beberapa kue kering yang ada saat lebaran dan telah menjadi jajanan khas yang hampir semua orang suka.

Chocolate Cookies

Taburan chocolate di atasnya membuat kue ini Nampak seperti bertotol-totol cokelat. Hmmm bentuknya mirip jajanan anak-anak good time. Rasanya juga mirip tapi entah kenapa ketika lebaran tiba rasanya jadi lebih manis.

Kue sagu

Kue sagu ini bentuknya unik seperti berbentuk spuit yang kecil namun seperti dicubit. Banyak varian dari kue sagu, yang terbaru adalah sagu matcha rasanya green tea sekali. Varian lainnya adalah sagu keju dan sagu vanilla. Hmmm bisa bertambah nih berat badan karena semuanya serba manis.

Astor
Kue satu ini juga menjadi favorit Makvee. Astor coklat yang juga menjadi favorit anak-anak. Berbentuk semprong lurus dan di dalamnya berisi cokelat. Kue yang satu ini memiliki rasa yang renyah. Astor memiliki beragam varian rasa seperti coklat, strawberry, dan pandan.

Segala Macam Kripik

Kripik favorit Makvee ketika lebaran tiba adalah kripik kentang, kripik ketela, dan kripik gadung. Kalau kripik kentang pasti mudah mendapatkannya begitupun dengan kripik ketela. Kripik jenis ini memang enak jika dicampur dengan bumbu bubuk keju atau balado, gurih-gurih kriuk. Nah, kalau kripik gadung ini lumayan sulit mencarinya. Dan tidak semua tempat ada, selain karena pembuatannya sulit belum banyak orang yang membutnya. Kripik ini lebih enak menggunakan bumbu asin saja, rasanya unik dan nagih.

Macaroon
Bentuknya yang unik memang cantik kalau ada di meja saat lebaran nanti. Memang harganya lebih mahal dibandingkan dengan kue lebaran lainnya. Tapi rasanya itu memang sukses bikin Makvee melayang karena lumer di mulut dan renyah-renyahnya ga nangung-nanggung. Warnanya juga sukses mencuri perhatian karena cerah ceria merah kuning hijau biru. Sebenarnya untuk memangkas harga kita bisa membuat sendiri macaroon ala-ala kita. Tinggal mencontek resep yang tersedia online kemudian langsung eksekusi di dapur. Selain lebih hemat, hasilnya juga pasti memuaskan karena sesuai keinginan kita. 

Itu adalah cemilan dan jajanan yang wajib ada di meja ketika lebaran dan jadi favorit Makvee. Kalau kalian apakah sudah belanja cemilan untuk lebaran?

Tips Mengisi Waktu Selama Ramadan

Bulan Ramadan yang penuh dengan kebaikan ini apa sih yang teman-teman Makvee lakukan. Ada yang masih bekerja karena tuntutan pekerjaan. Ada juga yang sudah “leyeh-leyeh” merasakan liburan. Ramadan bulan yang penuh berkah, alangkah baiknya jika kita mengisinya dengan kegiatan yang produktif dan menghasilkan apalagi jika banyak waktu yang luang. Hal ini juga bisa dilakukan ketika menjelang buka puasa agar ketika buka puasa tiba rasanya menjadi semakin nikmat
Nah ini ada tips mengisi waktu selama Ramadan dari Makvee tentunya, simak yuk;

Memanfaatkan Media Sosial (Facebook, Instagram, Twitter)


Mari memanfaatkan media sosialmu dengan mengikuti banyak kuis/giveaway yang tersedia selama bulan Ramadan. Selain kamu bisa semakin kreatif, kamu juga bisa mendapatkan hadiah-hadiah seru. Apalagi kalau hadiahnya THR lumayan kan bisa digunakan untuk menambah uang saku saat lebaran tiba.

Melakukan Hobi/Kegiatan yang Disenangi
 
Kalau Makvee memang hobinya menulis. Jadi ketika libur menjelang lebaran Makvee akan banyak berada di depan laptop. Mengetik dan menulis apa yang ada di dalam isi kepala Makvee. Karena nih untuk Makvee menulis itu menyehatkan. Menulis itu bisa jadi terapi. Menulis itu juga menyehatkan otak. Nah, kalian bisa memilih sendiri kegiatan apa yang kalian senangi, yang penting adalah produktif, bermanfaat, positif, dan menyehatkan.

Mencoba Resep Makanan 


Kalau Makvee biasanya selain menulis yang lebih menyenangkan adalah mengobrak-abrik dapur di rumah. Belajar masak sekalian trial membuat kue-kue lebaran ala Makvee. Resep bisa didapatkan melalui browsing atau download aplikasi tentang masak-memasak. 

Membuat Itinerary

Berhubung Makvee bukanlah perantau lagi. Makvee stay di Jogja. Tapi agar tidak bosan Makvee sudah membuat jadwal liburan harian Makvee selain target menulis harian. Liburan ini penting agar kesehatan jiwa kita terjaga sekaligus refreshing dari rutinitas kerja dan kegiatan di rumah. Buat kalian yang mau mudik kalian bisa membuat rencana perjalanan dari jauh-jauh hari. Apalagi tiket mulai ludes menjelang mendekati lebaran, ayo bergerak cepat. Buat mudikmu dan libur lebaranmu menjadi seru dan menyenangkan dengan persiapan yang baik

Nah itu semua adalah tips mengisi waktu di bulan ramadan ala Makvee, kalau kalian gimana gaes?