Makvee Story

Travel Enthusiast, Hotel Reviewer, and Food Lovers

  • Home
  • Travel
  • Kuliner
  • Hotel
  • Lifestyle
  • Contact Us

Kalau ngomongin bakso, jujur aja ya… sekarang tuh udah banyak banget inovasi yang kadang bikin kita mikir, “ini masih bakso atau udah berubah jadi eksperimen makanan?” Mulai dari bakso isi keju, bakso mercon, sampai yang isinya macam-macam. Tapi di sisi lain, gak semua inovasi itu berhasil. Banyak juga yang ujung-ujungnya cuma gimmick menarik di awal, tapi rasanya biasa aja.

Makanya waktu pertama kali dengar tentang Bakso Evadine cabang Penfui, terutama yang menu bakso sumsumnya, jujur aku agak skeptis. Bakso isi sumsum? Disedot? Kedengarannya agak… gimana ya. Antara penasaran dan sedikit ragu.

Tapi ya namanya juga penasaran, akhirnya aku cobain langsung.

Dan ternyata… ini salah satu pengalaman makan bakso yang cukup beda dari biasanya.
Lokasi dan Jam Buka:
Bakso Evadine cabang Penfui ini cukup gampang dijangkau, apalagi buat yang sering lalu-lalang di area Penfui. Tempatnya gak terlalu ribet dicari, dan cukup ramai juga, terutama di jam makan siang. Ada di bekas Rumah Makan Fardhan Kediri.

jam buka:
Senin – Sabtu: 08.00 – 21.00 WITA 
Minggu: 11.00 – 21.00 WITA 

Jadi kalau mau datang santai pagi atau makan malam juga masih aman.


Pilihan Menu: Banyak, Tapi Gak Bikin Bingung
Salah satu hal yang aku suka dari sini, pilihan menunya cukup banyak tapi masih “masuk akal”. Gak terlalu over sampai bikin bingung.
Beberapa menu yang sempat aku coba:
Bakso Original, Bakso Kuah Pedas, Bakso Berandal Original, Bakso Berandal kuah pedas, Bakso Keju Original, Bakso Keju Kuah Pedas
Bakso Sumsum, Bakso Telur Original, Bakso Telur Kuah Pedas, Bakso Urat Original, Bakso Urat Kuah Pedas, Bakso Teler, dan ada nasi juga, Nasi sambal korek

Baksonya start harga 15rb hingga yang paling mahal Rp25rb
Sementara nasi sambal koreknya harganya seporsi 35rb.

Minumannya juga simpel:
Es Nutrisari, Es Jeruk, Es teh

Harganya menurut Makvee masih tergolong ramah di kantong, mayoritas di kisaran belasan sampai dua puluhan ribu. Buat ukuran bakso yang ukurannya gak main-main, ini masih worth it. Tapi saran Makvee kalau di warung bakso begini tidak usah cari menu Nasi, karena biasanya menu nasinya pertama bukan jagoan di warung itu dan yang kedua harganya pasti lebih mahal dibanding kamu makan di warung yang memang khusus menu nasi rames


First Impression: Ini Bakso Kok Gede Banget?
Pas pesanan datang, hal pertama yang langsung kepikiran:
“Ini serius bakso atau bola?”


Ukuran baksonya gede banget. Bukan yang standar satu suapan langsung habis. Ini adalah bakso yang harus dipotong dulu, dinikmati pelan-pelan.

Secara tampilan, udah cukup menggoda. Apalagi kuahnya kelihatan bening tapi berminyak tipis tanda kalau kaldunya cukup kuat.

Dan di sinilah pengalaman mulai menarik.
Bakso Sumsum: Antara Ragu dan Ketagihan
Oke, kita bahas yang paling “kontroversial”: bakso sumsum.


Awalnya jujur aku agak ragu. Karena konsepnya adalah bakso yang ditaruh di dalam sebuah tulang sapi dan di dalam tulangnya masih ada sumsum di dalam bakso, dan cara makannya… disedot.

Pas baksonya dibelah, langsung keliatan isi uratnya cukup banyak. Bukan sekadar tempelan, tapi beneran jadi highlight dari bakso ini.

Dan momen paling krusial: pas dicoba.
Disedot.
Dan…
wow.
Rasanya tuh langsung keluar gurih, creamy, dan agak “rich” di mulut. Ada sensasi yang beda dari bakso biasa. Bukan cuma daging, tapi ada tekstur dan rasa tambahan dari sumsumnya.

Yang bikin menarik, walaupun awalnya terasa agak “aneh” di pikiran, tapi di lidah ternyata enak. Bahkan cenderung nagih.

Tapi ya jujur aja, ini adalah makanan yang gak semua orang langsung suka. Pasti ada yang mikir, “ini enak banget” atau justru “aduh agak eneg ya”.

Dan itu wajar.
Ranking Versi Makvee
Dari semua yang dicoba, ini versi ranking jujur dari Makvee:

1. Bakso Sumsum
Ini jelas jadi highlight. Bukan cuma karena unik, tapi rasanya juga beneran enak dan beda. Ini yang bikin Bakso Evadine punya identitas sendiri.

2. Bakso Keju & Bakso Berandal
Dua ini jadi favorit kedua. Isian padat, berasa dagingnya, dan gak pelit isi. Bakso kejunya juga gak cuma tempelan kejunya terasa dan cukup balance.

3. Menu lainnya
Seperti bakso urat, telur pedas, dan teler semuanya masih enak dan aman. Gak ada yang zonk, tapi memang gak se-“wow” bakso sumsumnya.

Kuahnya: Ini Kunci Utamanya
Kalau boleh jujur, yang bikin semua menu di sini naik level itu bukan cuma baksonya, tapi kuahnya.
Kuahnya itu tipe yang “ngaldu banget”. Gurihnya dapet, tapi gak lebay. Bukan yang cuma asin atau hambar.
Ini penting, karena bakso seenak apapun kalau kuahnya gak kuat, biasanya jadi kurang maksimal.
Di sini, kuahnya justru jadi pengikat semua rasa. Mau makan bakso sumsum, keju, atau urat, semuanya tetap enak karena ditopang kuah yang solid.
Minuman: Simpel Tapi Cukup
Untuk minuman, aku coba es Nutrisari dan es jeruk.
Gak ada yang spesial banget, tapi justru itu poinnya. Minuman yang simpel dan segar ini cocok banget buat “netralin” rasa kuah yang cukup kuat dan gurih.
Tapi justru yang kayak gini yang paling pas menurut Makvee. Simple tapi nyegerin.

Worth It atau Gimmick?
Ini pertanyaan penting.
Apakah bakso sumsum ini cuma gimmick?
Menurut Makvee: enggak.
Karena walaupun konsepnya unik dan sedikit “mengundang reaksi”, rasanya tetap deliver. Bukan cuma jualan sensasi, tapi memang enak.
Tapi tetap ya ini balik lagi ke selera masing-masing.
Ada yang bakal langsung jatuh cinta, ada juga yang mungkin merasa terlalu “rich”.

Kesimpulan: Harus Coba atau Skip?
Kalau kamu orang yang suka eksplor makanan, suka coba hal baru, dan gak masalah dengan tekstur yang beda, ini wajib banget dicoba.
Tapi kalau kamu adalah orang yang super basic dan gak suka yang “aneh-aneh”, mungkin bakal butuh penyesuaian.

Tapi satu hal yang pasti:
Bakso Evadine ini bukan bakso biasa.
Dan untuk pengalaman yang beda, ini worth it.

Karena jujur aja, Bakso model begini yang bakal selalu punya dua kubu.
Dan justru di situ serunya 😄 sampai jumpa di kulineran Makvee berikutnya
 
Link mapnya aku taruh disini ya Let's go
https://maps.app.goo.gl/qtHSNjSsGU3i5euV6



Di tengah kota Kupang yang sibuk dan cuaca yang kadang tidak bersahabat, ada satu tempat makan yang selalu berhasil mencuri perhatian para pencinta kuliner daging asap. Namanya Sei Babi Arena, sebuah kedai makan yang dikenal dengan aroma asapnya yang khas, potongan dagingnya yang empuk, dan harga yang benar-benar bersahabat. Tidak berlebihan kalau banyak orang menyebut tempat ini sebagai salah satu hidden gem kuliner harian yang wajib dicoba.

1. Porsi Small 20 Ribuan: Kecil-kecil Cabe Rawit



Menu yang paling sering dikejar pelanggan adalah paket Sei Babi versi Small seharga 20 ribuan saja. Meski diberi label “small,” banyak pelanggan yang mengaku porsinya justru cukup bikin kenyang, terutama untuk makan siang cepat yang tidak mau menguras kantong.

Dalam satu paket tersebut, pelanggan mendapatkan:

  • Nasi putih hangat

  • Daging sei babi yang diiris tipis dan diasap dengan teknik tradisional

  • Sambal yang pedasnya nendang

  • Sayur pendamping khas Arena



Rasa asap dari dagingnya masih terasa kuat, tapi tidak sampai menutupi cita rasa original daging babinya. Teksturnya lembut dan juicy, cocok dipadukan dengan sambal yang aromanya menggugah selera. Banyak yang bilang, dengan harga 20 ribuan, paket ini justru terasa “terlalu murah” untuk kualitas yang ditawarkan.

2. Porsi Big 30 Ribuan: Kenyang Maksimal, Lengkap dengan Kuah Sup dan Es Teh

Buat pelanggan yang butuh energi ekstra atau yang memang hobi makan porsi besar, Sei Babi Arena juga menyediakan versi Big seharga 30 ribu rupiah, dan ini bukan sekadar versi “ditambah nasi lebih banyak.”

Dalam paket Big, setiap pembeli akan mendapatkan:

  • Porsi sei babi yang lebih besar dan melimpah

  • Nasi lebih banyak

  • Kuah sup hangat khas Arena yang gurih

  • Segelas es teh yang menyegarkan

Paket ini jadi favorit pelanggan keluarga, pekerja kantoran, mahasiswa, termasuk mereka yang selalu bilang “nggak kenyang kalau belum makan daging.” Kombinasi sei babi smoky, kuah sup hangat, dan es teh dingin benar-benar menciptakan pengalaman makan lengkap yang membuat siapa pun ingin datang lagi.

3. Kenapa Banyak Orang Betah Makan di Arena?

Selain harganya yang bersahabat untuk berbagai kalangan, Sei Babi Arena punya ciri khas yang tidak mudah ditiru:

  • Teknik pengasapan tradisional yang membuat aroma dagingnya sangat khas.

  • Sambal yang seimbang, tidak hanya pedas tapi juga punya rasa.

  • Porsi jujur, tidak pelit meski harganya terjangkau.

  • Menu simpel tapi memuaskan, cocok untuk makan cepat ataupun santai.

  • Perpaduan rasa smoky, gurih, dan pedas yang bikin ketagihan.

Tidak heran jika banyak pelanggan yang rutin mampir, bahkan menjadikannya menu harian.

4. Cocok untuk Semua Momen

Paket Small 20 ribuan sangat cocok untuk kamu yang butuh makan enak tapi hemat. Sedangkan paket Big 30 ribu pas banget buat makan siang saat kerja, makan malam bareng keluarga, atau saat ingin memberi diri sendiri hadiah berupa makanan enak setelah hari yang melelahkan.

Banyak pelanggan juga merasa Sei Babi Arena cocok dijadikan menu take away, soalnya aromanya tetap sedap dan dagingnya tidak cepat keras.

Di era yang serba cepat dan penuh pilihan, menemukan makanan enak dengan harga terjangkau bukan hal gampang. Tapi Sei Babi Arena berhasil menjawab kebutuhan itu dengan dua paket jagoannya: Small 20 ribuan yang ekonomis dan Big 30 ribuan yang super lengkap.

Kalau kamu sedang bingung mau makan apa, kedai ini bisa jadi pilihan tepat. Datang sekali, biasanya balik lagi. Sensasi daging sei babinya .



Kupang punya daya tarik kuliner yang tidak ada habisnya. Selain terkenal dengan keindahan laut dan budayanya, kota ini juga punya sajian kuliner legendaris yang bikin orang rela datang dari jauh hanya untuk mencicipinya. Salah satu tempat yang sedang ramai dibicarakan adalah Sei Babi Arena, yang beralamat di Jalan Cak Doko 74.

Di sini, pengunjung bisa menemukan pengalaman kuliner yang bukan hanya soal rasa, tapi juga suasana. Banyak orang bilang, makan di Sei Babi Arena itu seperti sedang menikmati sei babi ala rumahan, dengan nuansa tempat yang klasik, sederhana, tapi penuh kehangatan.

Sei Babi dengan Cita Rasa Rumahan
Sei sendiri adalah hidangan khas Timor yang menggunakan teknik pengasapan. Daging babi diproses perlahan di atas bara kayu hingga matang dengan aroma asap yang meresap. Hasilnya adalah daging yang empuk, gurih, dan punya aroma khas yang bikin kangen.

Di Sei Babi Arena, sei tidak hanya sekadar dimasak, tapi dihidangkan dengan cara yang membuat kita merasa pulang ke rumah. Ketika suapan pertama masuk ke mulut, ada rasa otentik yang sulit dijelaskan. Rasanya tidak berlebihan, tidak dibuat-buat, persis seperti masakan keluarga yang jujur dan sederhana.



Harga Terjangkau, Porsi Memuaskan



Banyak orang kaget ketika tahu bahwa harga paket sei babi cukup affordable. Dengan harga segitu, pengunjung sudah bisa menikmati paket lengkap, plus bebas memilih dua macam sayur. Tidak usah khawatir soal kenyang, karena porsi nasi di Sei Babi Arena terbilang banyak. Jadi walaupun perut besar atau datang dalam keadaan lapar, tetap bisa pulang dengan hati dan perut yang puas.

Kombinasi nasi hangat, sei babi asap, dan sayur pilihan membuat makan siang atau makan malam terasa istimewa. Tidak ada rasa terburu-buru, justru suasananya membuat kita ingin duduk lebih lama dan menikmati setiap gigitan.

Menu Favorit yang Bikin Nagih

Setiap pelanggan biasanya punya menu andalan masing-masing, tapi ada dua hidangan yang sering jadi bintang di meja makan. Pertama adalah Sei Bumbu. 


Daging sei dimasak dengan campuran bumbu khas, menghasilkan cita rasa gurih yang semakin kaya. Kedua, Kikil Tomat Cabe, yang menghadirkan perpaduan kenyalnya kikil dengan segarnya tomat dan pedas cabe. Rasanya membuat lidah menari, cocok banget dinikmati bersama nasi putih yang hangat mengepul.

Kalau saya boleh bilang, menu di sini itu mantuliti, endulita, bambalina! Saking enaknya, sekali coba pasti pengen balik lagi.

Suasana Klasik yang Membawa Nostalgia
Bukan hanya makanannya yang menarik, tapi juga suasana tempatnya. Sei Babi Arena menghadirkan nuansa klasik yang mengingatkan kita pada warung-warung masa lalu. Tidak ada dekorasi berlebihan, justru kesederhanaannya yang membuat tempat ini terasa akrab dan nyaman.



Makan di sini rasanya seperti sedang mampir ke rumah saudara, di mana hidangan sei babi disajikan hangat-hangat, aroma asapnya memenuhi udara, dan suasana kekeluargaan terasa kental. Banyak orang setuju, makan di Sei Babi Arena bukan sekadar mengisi perut, tapi juga pengalaman bernostalgia dengan cita rasa legendaris.

Minuman Segar untuk Panas Kupang


Kupang terkenal dengan panasnya yang bisa bikin kepala berasap. Untungnya, Sei Babi Arena punya menu minuman yang siap menyejukkan. Ada es campur dengan isian segar dan es jeruk manis yang pas di lidah. Dua-duanya jadi teman sempurna untuk menutup santap sei babi yang gurih.

Promo Ulang Tahun di Bulan Oktober 2025
Ada kabar gembira buat pelanggan setia. Bulan Oktober ini, Sei Babi Arena merayakan ulang tahun dengan promo spesial. Setiap pelanggan yang merayakan ulang tahun di sini berkesempatan mendapatkan hadiah Tupperware. Tentunya berlaku syarat dan ketentuan, tapi siapa sih yang nolak makan enak sambil dapat hadiah menarik?

Terbuka untuk Kritik dan Saran
Keistimewaan lain dari Sei Babi Arena adalah sikap mereka yang terbuka. Mereka tidak hanya fokus pada rasa, tapi juga kepuasan pelanggan. Bagi siapa saja yang ingin memberi masukan, kritik, atau saran, bisa langsung mengirimkan pesan melalui DM di Instagram resmi mereka, Arena Sei Babi

Bagi pencinta kuliner babi, Sei Babi Arena adalah destinasi wajib ketika berada di Kupang. Dari segi rasa, harga, suasana, hingga pelayanan, semuanya bersatu menciptakan pengalaman makan yang sulit dilupakan. Makan di sini tidak hanya soal mengisi perut, tapi juga soal menikmati kembali nuansa klasik warung masa lalu dengan cita rasa sei yang otentik dan legendaris.

Kalau kamu sedang mencari kuliner khas Kupang yang memuaskan lidah dan hati, segera arahkan langkah ke Sei Babi Arena, Jalan Cak Doko 74. Siapkan perutmu untuk kejutan rasa yang akan membuatmu ingin kembali lagi dan lagi.
Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

A Travel Enthusiast, Hotel Reviewer, and Food Lovers. Terima kasih sudah berkunjung ke dunia kecil Makvee.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Treat Yourself Better With Milia Coco
  • Pengalaman Eksisi Biopsi: Ternyata Nggak Seseram Itu, Hanya Mabuk Bius
  • Hangatkan Tubuh dan Hati dengan Sari Jahe
  • BIRADS 4A: Antara Panik, Pasrah, dan Pura-Pura Tenang
  • Review YATS Colony Jogja
  • Review Azalea Hijab Shampoo Terbaik untuk Rambutmu
  • Film BDSM Dibalut Komedi: Love and Leashes
  • Satoria Hotel Yogyakarta Review
  • Review Jujur Brownies Panggang Premium No. 1 di Jogja
  • Review Jujur Le Mindoni Cafe

Categories

Travel Kuliner hotel Travelling hotel review Hotel Jogja

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • Maret 2026 (1)
  • Januari 2026 (1)
  • Oktober 2025 (1)
  • Agustus 2025 (8)
  • Juli 2025 (1)
  • Juni 2025 (1)
  • Mei 2025 (5)
  • April 2025 (3)
  • Maret 2025 (13)
  • Mei 2024 (2)
  • April 2024 (1)
  • Maret 2024 (2)
  • Januari 2024 (1)
  • November 2023 (1)
  • Oktober 2023 (1)
  • September 2023 (2)
  • Mei 2023 (2)
  • April 2023 (1)
  • Maret 2023 (1)
  • Januari 2023 (1)
  • Agustus 2022 (2)
  • Juni 2022 (2)
  • April 2022 (31)
  • Maret 2022 (5)
  • Februari 2022 (2)
  • Desember 2021 (1)
  • Juni 2021 (1)
  • Mei 2021 (3)
  • April 2021 (2)
  • Maret 2021 (2)
  • Februari 2021 (4)
  • Januari 2021 (2)
  • Desember 2020 (8)
  • November 2020 (3)
  • Oktober 2020 (3)
  • September 2020 (3)
  • Agustus 2020 (1)
  • Mei 2020 (1)
  • Maret 2020 (2)
  • Februari 2020 (7)
  • Januari 2020 (1)
  • Desember 2019 (2)
  • November 2019 (3)
  • Oktober 2019 (2)
  • Agustus 2019 (4)
  • Juli 2019 (5)
  • Juni 2019 (10)
  • Mei 2019 (27)
  • April 2019 (5)
  • Maret 2019 (2)
  • Februari 2019 (2)
  • Januari 2019 (1)
  • Desember 2018 (5)
  • November 2018 (1)
  • Oktober 2018 (2)
  • September 2018 (2)
  • Agustus 2018 (2)
  • Juni 2018 (2)
  • November 2017 (1)
  • Mei 2017 (1)
  • Februari 2017 (2)
  • September 2016 (1)
  • Februari 2016 (1)
  • Agustus 2015 (1)
  • Juli 2015 (1)
  • Juni 2015 (2)
  • Mei 2015 (4)
  • November 2014 (1)
  • Oktober 2014 (1)

Komunitas Blogger Jogja

Komunitas Blogger Jogja

BLogger Perempuan Network

BLogger Perempuan Network

Komunitas Emak Blogger

Komunitas Emak Blogger

Popular

  • Review Jujur Sate Ratu (Sate Kanak dan Sate Merah)
    Yummmmy Senja menyapa perutpun berbunyi, tanda tubuh bahwa saatnya makan. Teringat sate favorit yang berada di area Jogja Paradise. Cu...
  • Review Jujur Le Mindoni Cafe
    Hi Nongkrongers? Apa kabar? Aku harap kalian baik dan sehat ya. Sebagai high quality single, Makvee pasti sangat selow dan woles ka...

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template