Rabu, 13 Maret 2019

Ibis Kitchen Restaurant: Barbekyuk!

Maret 13, 2019 12 Comments

"Barbekyuk!"

Apa sih Barbekyuk! Barbequean Yuk di Ibar!

Tiup terompet yang pertama prettt preettt preeettt, woyyyy berisik woyyy teriak pada netijen terMaha ucapin dulu ajalah ya. Makvee ucapkan selamat untuk Ibis Yogyakarta Malioboro yang barusan aja melakukan renovasi di beberapa area hotel dengan lancar dan semakin cetar membahana dan tentunya instagramable. Lokasi yang baru saja direnovasi dan nampak syantik adalah Ibis Kitchen Restaurant dan Ibis Bar Relationship. Kali ini Makvee mau berbagi soal hotel yang jaraknya kayak pacarku memang dekat 5 langkah dari rumah hokyahokyeeee  berada 5 langkah dari Malioboro eeeegakding ya mungkin 15 langkah yak arena lokasinya berada di belakang Malioboro Mall persis nempel banget deh kayak perangko ga mau dipisahin soalnya takut kangen Deuh malah baper-baperan lagee. 

Buat para pelancong, menurut Makvee sih sangat strategis lokasinya karena deket mau kemana-mana yheeekannn. 5 menit ke Pasar Beringharjo, kemudian 10 menit ke Benteng Vredeburg dan Monumen Serangan Umum 1 Maret. 15 menit ke Stasiun Tugu, Tugu Jogja, Tugu Golong Gilig, serta hanya 15 menit ke Keraton Yogyakarta dan Tamansari. Salah satu yang Makvee rekomendasikan sebagai tempat tujuan menginap (dan makan makanan enak) sepaket lengkap!

To be honest banget banget banget, Makvee pertama kalinya berkunjung ke Ibis Yogyakarta Malioboro dan Makvee langsung menuju Ibis Kitchen Restaurant. Cerita staycationnya nanti nanti ya (siapa tahu yheekan diundang staycation Ibis Yogyakarta Malioboro Hotel #Ngarep) kemudian berdoa dengan muka memelas.

Ibis Yogyakarta Malioboro Hotel membuat desain Ibis Kitchen Restaurant dan Ibis Bar and Relationship menjadi lebih modern sesuai dengan selera kaum milenial. Menurut Makvee sih kece banget ya suasana dan ambiencenya. Remang-remang syahdu dan terasa lebih akrab aja pas Makvee nongkrong disana bareng  teman-teman. Obrolan mengalir ditambah makanan yang enak jadi teman yang ampuh buat berlama-lama. Berada di lantai 2 konsep bangunan ini sangat cozy dan semi outdoor. Tersedia regular music tiap hari Kamis dan yang serunya lagi ada DJ Deep House Music yang tentunya ini menambah daya tarik Ibis Kitchen Restaurant.
Membidik kaum muda dan pebisnis, Ibis Kitchen Restaurant menyiapkan Menu of The Month, yang kalau Makvee bilang mah yaaaa endues dan menggelegar eaaa eaaaaa.
Favorito Sandwich Rp35.000,-
Bebek Manalagi Rp65.000,-
Milky Yuzu Rp25.000,-
Kamu yang mengaku masih muda jangan syedih jangan marah kalau ditanya 

"Hari Sabtu Kemana?" 


tenang, karena kamu udah ada tempat tujuan nongkrong keren. Kamu bisa barbeque an di Ibis Bar and Relationship sambil menikmati senjanya Jogja. Ahh pasti kece banget, datang sendiri aja thoh sesuai dengan namanya "relationship" tempat ini cocok buat kamu berjejaring, mencari relasi, atau mau tebar pesona juga boleh. 
All you can eat barbeque hanya Rp90.000,-an aja.

Jadi gimana?
Kapan kamu kesini? makan enak biar ga galau terus eaaaa
Ibis Malioboro Hotel Jalan Malioboro No.52-58, Suryatmajan, 
Danurejan, Kota Yogyakarta, Jawa Tengah 55001
Informasi dan Pemesanan (0274) 516974

Minggu, 10 Maret 2019

Manfaat Teknik Baking Saat Make Up

Maret 10, 2019 14 Comments

Hai ceman-ceman yang baik dan tidak sombong! Entahlah cuaca Jogejah sedang kacau, pagi panas, kemudian sorenya bisa hujan deras sederas-derasnya. Huftt lelah aku tuh, maklum rumah Makvee kan di Jogja Selatan

Cuaca yang kayak gini nih bikin banyak orang pada sakit, kayak mewabah gitu. Di rumah Makvee aja hampir semua orang juga mengalami demam, batuk, dan flu. Beberapa teman Makvee juga mengalami hal yang sama. Kalau Makvee sendiri jangan ditanyalah , sempat 3 hari tidak masuk kerja. Kayak gini bikin muka Makvee pucat karena batuk-batuk terus.

Makvee mengatasinya sih dengan banyak minum dan tentu mengakali wajah pucat itu dengan make up. Kali ini Makvee mau cerita gimana agar wajah nampak fresh dengan menggunakan pelembab, foundation dan bedak serta eyeshadow ajaa, iya udah itu aja etapi tambah lipstik deh agak diombre dikit begitu ya biar make upnya ga keliatan flat banget.

Makvee jujur merupakan newbie dalam urusan make up make up gini. Nah, kali ini Makvee mau berbagi tips make up dengan teknik "Baking". Ternyata yang dibaking bukan hanya roti saja muehehehehe. Kayaknya Makvee lebih jagoan makan deh daripada suruh makan. Tapi after all Makvee akan tetap berusaha share pengalaman Makvee dalam nge-baking sesuai yang Makvee alami dan rasakan ya. Nah teknik baking sendiri kalau di alih bahasakan ke Bahasa Indonesia berarti “memanggang” Seperti halnya roti dan kue yang dipanggang, baking make up juga berarti memanggang make up. Memanggang make up ini sama seperti memanggang roti/kue menunggu selama beberapa waktu agar hasilnya baik dan sempurna. Karena berkaitan dengan kulit baking make up ini bermaksud agar make up menyatu dengan kulit kita dan make up benar-benar meresap sempurna.

Bare Face-nya Makvee
Makvee memiliki kulit yang normal to dry alias kering. Itu kenapa Makvee pakai Aloe Vera Nature Republic pagi dan malam untuk menghidrasi kulit Makvee yang normal to dry ini. Selain murah meriah dan isinya yang buanyak, manfaat kosmetik korea ini emang ampuh dan beneran bikin lembab. Kembali, lagi ke teknik baking, manfaat dari teknik baking adalah menyamarkan kerutan dan lingkaran gelap di bawah mata a.k.a mata panda yang menggelayut manja itu yheeeekannn. Penting diingat nih setelah Makvee melakukan baking, ternyata pada area mata untuk penggunaan eyeliner dan eyeshadow jadi lebih rapi dan stay, eyeliner juga jadi tidak meleber meluber kemana-mana.

Makvee baking hampir seluruh wajah
Makvee juga surprise sih karena dengan menggunakan teknik baking ini wajah jadi kelihatan halus, tahan lama, dan tentu saja bebas luntur. Kekurangan dari menggunakan teknik ini adalah kita jadi tidak bisa dandan kilat. Karena untuk baking sendiri kalau Makvee harus  mengalokasikan waktu sekitar lebih kurang 15-20 menit. Yaudah deh Makvee nungguin sambil kipas-kipas kan ya hehehe

Hasilnya Wajah Keliatan Fresh kan? #maksa
Produk andalan Makvee untuk baking make up sangatlah sederhana yaitu bedak tabur kalau Makvee pakai bedak tabur Make Over yang warnanya sesuai kulit Makvee, concealer, dan kuas make up. Makvee belum terbiasa dan belum punya bauty blender jadi pengaplikasian foundation menggunakan jari saja. Berhubung Makvee juga masih belajar, Makvee ngebakingnya seluruh wajah, karena Makvee merasa area seluruh wajah asal tertutup rata dan tidak pucat (psssst Makvee belum mengerti teknik shading, contour, dan menggunakan bronzer nih wuaaaa)

Begitulah, pengalaman Makvee dalam menjajal teknik baking ini. Make up yang sederhana ini memang tanpa blush on, bronzer, eyeliner, dan mascara. Walaupun cukup memakan waktu tapi hasilnya memuaskan, jadi gimana apakah kalian sudah mencoba teknik ini, kalau dari kalian yang para suhu di dunia per-make up-an mau menambahkan boleh sekali tulis di comment ya. Salam Syantik!


Rabu, 27 Februari 2019

Jambon Resto :Merayakan 14 Tahun Kebersamaan

Februari 27, 2019 18 Comments

 
Makvee minggu lalu baru saja berkunjung ke salah satu resto di kawasan gamping. ah kalian pasti sudah tahu nama resto ini. Yaaa Jambon resto yang sedang merayakan kebersamaan 14 tahun bersama warga sekitar. Sudah sejak pagi para peserta mancing ceria ini datang untuk memilih tempat yang nyaman untuk memancing.


Jambon resto juga tidak tanggung-tanggung memberikan dooprize tertinggi yang bisa dibawa pulang oleh pemancing yang beruntung adalah uang tunai sebesar Rp1.000.000,- dengan syarat bisa mendapatkan ikan maskot yang telah ditandai.

Memiliki lahan lebih kurang 1 hektar. Jambon resto lengkap memiliki berbagai macam ukuran aula untuk berbagai acara. Bisa untuk acara arisan, wedding, reuni, atau sekadar nongkrong di kedai kopi sambil mengerjakan tugas kuliah atau sekadar kongkow2 manja sambil merasakan keheningan di Jambon Resto.



Konsep rumah makan apung memang merupakan konsep awal sejak didirikannya Jambon resto. Makvee mau jujur sih kemarin itu Makvee baru kali pertama ke Jambon Resto huuuuu kemudian dihina netijen. Makvee juga gemas bukan main karena ketika datang di bagian parkiran depan ada peliharaan milik Bapak Susilo owner dari Jambon Resto yaitu monyet, burung, dan kucing-kucing lucu yang nampak goler-goler kekenyangan di dalam kandangnya.

Menurut Hera marketing Jambon Resto, Jambon Resto kini semakin memperbaiki layanannya juga fasilitas-fasilitas semakin ditingkatkan mulai dari wifi, colokan, tempat duduk dan masih banyak lagi fasilitas yang harapannya dapat membuat pelanggan lebih nyaman.


Selain itu ada kolam kecil di depan kedai kopi Jambon, berisi ikan-ikan therapy kaki. Makvee pun tak mau ketinggalan untuk menjajal sensasi geli-geli kesetrum dicucuk ikan. Biasanya di resto lain menerapkan minimal order untuk dapat menikmati fasilitas-fasilitasnya. Namun di Jambon Resto kita dapat menikmati berbagai fasilitas tanpa minimal order.
Gimana seru kan cerita Makvee jalan-jalan ke Jambon Resto. Kamu kapan? Jangan lupa ajak aku ya. Salam sehat stay happy :) :)



Minggu, 10 Februari 2019

Catatan Perjalanan Jogja-Dieng

Februari 10, 2019 14 Comments

Teman-teman yeay Makvee kembali dengan cerita piknik seru. Kali ini Makvee jalan-jalan gemes ke Dieng Plateau salah satu destinasi wisata populer di jawa Tengah. Makvee hanya butuh waktu 1 hari untuk piknik ke Dieng ini. Keren kan ga perlu nginep. Eaaaaa.

Nah, Kawasan Dataran Tinggi Dieng adalah kawasan vulkanik aktif di Jawa Tengah. Kawasan ini berada di wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Nah Makvee pernah nanjak dan muncak ke Gunung Sindoro, Kawasan Dataran Tinggi Dieng ini tepat berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Dieng memiliki ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000 m di atas permukaan laut. Jadi lumayan adem  apalagi Makvee yang emang mahluk tropis banget. Muehehehe

Makvee berangkat pagi bareng teman-teman Makvee. Pukul 06.00 WIB sudah berada di titik kumpul, sarapan kemudian memulai perjalanan. Perjalanan  saat itu Makvee rasakan cukup ekstrim, karena jalan terjal dan melewati pinggiran jurang. Makvee pikir ini melewati jalan alternatif .  Makvee penasaran dan membuka Google Maps dan ternyata memang jalur yang dipilih driver mobil saat itu memang melewati Route Jalan Ngadirejo. Kelebihan dari jalur ini adalah lebih cepat namun route tersebut cukup ekstrim jika kalian tidak terbiasa mengemudi di jalur naik turun.

Pas Makvee lihat memang  pada google map terlihat jarak tempuh lebih singkat. Makvee dan teman-teman satu mobil beberapa kali mengalami guncangan karena jalan yang memang tidak sebaik jalur utama. Jalur ini juga harus melewati pinggir-pinggir bukit tinggi yang menurut Makvee terjal dan curam belum lagi beberapa bagian jalan terlihat berlubang dan bergelombang.  Membuat perjalanan Makvee terasa seperti diayun ombak. Saran Makvee kalau kalian baru pertama kali mau menuju Dieng dan memutuskan untuk mengendarai Mobil sendiri, jangan melewati jalur tersebut, karena jalur tersebut butuh jam terbang yang tinggi.

Lagipula perbandingan jam tiba di Dieng tidak terlalu jauh, Kalau lewat jalur Ngadirejo bisa ditempuh dalam waktu 3 jam. Lalu, kalau lewat jalur Kota Purworejo atau Magelang memakan waktu 4 jam dan tentunya kalau lewat jalur kota jalannya lebih baik. 

Yess, Akhirnya sampai di Gerbang Dieng perjuangan menahan mual telah berakhir ahhahaha. Makvee langsung menuju tulisan besar bertuliskan Welcome To Dieng, Makvee pun tak mau kehilangan moment untuk berfoto bersama teman-teman Makvee disana (ikut-ikutan orang lain yang juga antri foto disana)

Lanjuuuuut;

Tempat Pertama yang Makvee dan teman-teman Makvee kunjungi adalah

1. Candi Arjuna

Di portal masuk sudah membayar per-orang Rp18.000,- dan juga parkir mobil Rp5.000,- Ketika kami datang cuaca sedang berkabut, dan di beberapa bagian Candi Arjuna juga sedang ada pemugaran dan perbaikan.  


Jadi setelah mengantri lama Makvee dan teman-teman berfoto ria di depan Candi Arjuna. Mengenai Candi Arjuna ini sebelum masuk ke Candi ada aturan harus menggunakan kain batik denga biaya sewa Rp5.000,-/orang. 


Makvee iseng bertanya ke mbak-mbak pengelola apa maksudnya harus menggunakan kain batik, dan mbak itu menjawab bahwa itu sebagai kekhasan ketika mengunjungi Candi Arjuna tidak ada maksud khusus, seperti untuk menjaga kesopanan dan aturan adat lainnya. Candi Arjuna hanyalah salah satu bangunan candi di Kompleks Percandian Arjuna, Dieng. 


Di sekitarnya terdapat Candi Srikandi, Candi Semar, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra. Candi Arjuna sendiri terletak paling utara dari deretan percandian di kompleks tersebut. Sementara itu, Candi Semar adalah candi perwara atau pelengkap dari Candi Arjuna. Kedua bangunan candi ini saling berhadapan.  Suasana sendu terlihat, bahwa Candi (menurut Makvee) tersebut kurang pemeliharaan walaupun saat Makvee datang Candi sedang dalam pemugaran. 


Di sekitarnya berdekatan dengan kebun kentang dan kebun kol milik warga.  Ada juga kebun bunga milik warga yang berada di sekitar kompleks candi. Setelah puas berfoto Makvee melanjutkan jalan ke arah atas menuju tempat tujuan selanjutnya. 


Selama perjalanan menuju parkiran atas, Makvee banyak melihat manusia berkostum yang siap untuk diajak berswafoto. 


Hmm Makvee sarankan berbagi berkat buat mereka ajak mereka foto dan beri uang seikhlasnya ya, biar mereka juga mendapatkan penghasilan dari hasil menggunakan kostum mereka yang lucu. ❤☺

2. Kawah Sikidang Dieng


Objek wisata ke-2 yang Makvee kunjungi adalah Kawah Sikidang Dieng. Harga tiket masuknya Rp15.000,- untuk wisatawan WNI dan Rp30.000,- untuk wisatawan WNA. 


Kesan Makvee pas sampai parkirannya adalah tempatnya kotor dan banyak sampah terutama di area parkiran. Untuk menuju lokasi kawah Makvee harus melewati pasar tempat jualan oleh-oleh yang sungguh menggoda sisi konsumtif Makvee buat belanja. 






Apalagi kentang dan cabe yang nampak menggoda. Sampai di Kawah Sikidang yang Makvee lakukan adalah mencari angle foto agar tidak terlalu kelihatan bocor dan ternyata itu sulit karena saking banyaknya orang yang berkunjung ke Kawah Sikidang Dieng ini. Beneran itu Makvee lihat dari atas sudah seperti kolam berisi cendol karena begitu ramainya. 

Hmmmm Makvee Cuma membatin bakalan sulit buat dapat foto yang ga bocor. Yasudahlah yaa. Yang seru adalah banyak spot foto di perjalanan menuju ke kawah. Juga ada persewaan motor worr worr worrr yang seru juga disewa saat berkunjung kesana.


Selesai menikmati Kawah Sikidang yang sejuk dan beraroma belerang perjalanan Makvee dan teman-teman melanjutkan ke Telaga Warna.

3. Telaga Warna

Jalan menuju Telaga Warna kami tempuh kurang lebih 1 km dari pintu masuk. Harga tiket dengan perbedaan yang begitu jauh antara wisatawan WNI dan WNA sempat membuat Makvee terheran-heran. Entahlah! Tapi menurut saya harganya terlalu mahal dan selisih tiket antara wisatawan WNI dan WNA sangat jauh. Tapi apa boleh buat, itu mungkin sudah menjadi kebijakan daerah.



Makvee berjalan dikelilingi oleh hutan alam yang sejuk perjalanan terasa menyenangkan karena suasana dingin yang terasa. 


Menurut mitos yang beredar, Telaga Warna Dieng merupakan tempat mandi para Dewi. Telaga Warna Dieng ini merupakan salah satu destinasi wisata para pendaki gunung. 

Telaga Warna Dieng ini memiliki luas sekitar 39 hektar. Juga Telaga Warna Dieng ini terbentuk karena letusan gunung purba. Di area wisata Telaga Warna Dieng ini juga ada berbagai macam Gua Alam, salah satu yang tersohor adalah Gua Alam Pertapaan Mandala Sari.

Telaga Warna Dieng ini memang unik, karena warnanya yang dapat berubah-ubah, terkadang hijau, biru kuning bahkan warna pelangi. Karena kabut mulai datang dan gerimis mulai turun kami melanjutkan ke Bukit Ratapan Angin, namun saat sampai disana hujan deras mengguyur dan Makvee dan teman-temanpun tidak dapat mengambil foto pemandangan karena kabut pun menutup semuanya. Ditambah udara dingin yang menusuk membuat Makvee akhirnya memutuskan turun setelah hujan agak sedikit reda.
Begitulah perjalanan Makvee dari Yogyakarta menuju Dieng Plateau surga para dewa dewi, sampai jumpa di cerita piknik asyik berikutnya. Salam Sehat.


Kamis, 31 Januari 2019

Culinary: Mak Semarangan Di Jogejah

Januari 31, 2019 8 Comments

Mak Semarangan, Yes Yes Yes Makvee akhirnya berkunjung juga ke salah satu resto di tengah kota ini. Nah kali itu Makvee berkunjung ke Mak Semarangan.

Makvee berkunjung ke Mak Semarangan yang berada di Jalan Monjali. Kalau Makvee bilang ini merupakan salah satu resto baru di Yogyakarta, dengan makanan-makanan yang tersaji sebagian besar merupakan menu khas kota Semarang. Namun bukan sekedar menghadirkan makanan khas Semarang, konsep yang ingin dibangun oleh resto ini juga lebih modern sehingga menurut Makvee cocok untuk kawula muda Jogja yang butuh hiburan dan makan enak di tengah kota. 

Bangunan Mak Semarangan ini terlihat klasik dari luar dan terbagi atas dua lantai. 


Makvee yang penyuka manis menu-menu khas Semarang, Makvee bahagia sampe salto (lebay) bisa menemukan beraneka macam pastry enak-enak di sini. Salah satu yang jarang ditemui adalah Egg Tart. Dan yaampunnn enak banget ini Egg Tart di Mak Semarangan sayangnya Makvee lupa fotoin (kemudian netijen protesss wuwuwuuwuwuwuuwu) Udah googling aja dan berkunjung segera deh kesana, ini tuh gegara Makvee udah keasikan makan egg tartnya yang lembut, creamy, dan petjahhh itu. 

Makvee naik ke lantai 2 dan disana tempatnya cozy banget cielahhh enak deh buat kongkow kongkow manja bersama teman-teman senusantara.








Penting nih penting jangan lupa photo bareng boneka beruang gemes di pojokan ya gaess kalau ke Mak Semarangan, asli gemes dan lucuww, yang jelas sih empukkk betah deh ah Makvee meluk-meluk di teddy bear wuwwwwuwwwuww




Lucuuu kan penampakan di lantai duanya, gemes gemes gemes. Btw Makvee ga bakal ngasih harga detail ya di cerita kulineran Makvee hari ini. Berhubung setiap tahun harga makanan atau bahkan hitungan bulan harga makanan kan bisa berubah. Nah kalau rate makanannya itu mulai dari harga Rp10.000,- dan makannya paling tinggi harganya itu waktu Makvee kesana itu tidak ada yang lebih mahal dibanding Rp25.000,-
Wuowwwww untuk resto sekece ini Makvee bilang ini sangat cucok meyong terutama  Makvee yang duitnya banyak ditaruh di tabungan. Jadi budget jajanan Makvee ya harus yang ekonomis manis manis nis nis. Biar tidak terjadi goncangan dan nelen ludah Pahit di akhir bulan, mueheheheheh.

Nah, kalau harga minumannya itu juga ga kalah terjangkau, harganya dibanderol nih ya mulai dari harga Rp8.000,-Rp15.000, -

Cuss cucokk kan ya harganya sama kantong kalian ting ting ting (kedip mata) yuk ajakin Makvee kesini lagi eaaaa.

Nah, pas Makvee berkunjung ke Mak Semarangan ini Makvee makan Indomie, sebenarnya banyak menu lokalan yang enak-anak. Kayak nasi uduk, mie campur, tapi hari itu mumpung suasana lagi hujan Makvee pilih Indomie Goreng Kornet, Lumpia Semarang, dan Minumnya adalah Es Kedondong super asem kecut seger.




Uhmmm ini Indomie di Mak Semarangan menurut Makvee berbeda dibanding kalau kita makan di burjoan (yaeyalaahhh) diketawain netijen trus dikatain norak   Nah si Indomie ini diangkat harkat dan martabatnya, diberi topping kornet, telur mata sapi, pangsit, dan sayur. Umhh lezatoooooo. Petjahhhh.


Juga, lumpianya otentik persis kalau kita makan lumpia di Semarang, terbaikkk terbaikk. Uhmm kenyang. Makvee udah puas banget deh pernah makan di Mak Semarangan. Pengen berkunjung lagi untuk makan egg tart lagi, makan lumpia lagi, dan coba menu maincourse lainnya. Ohh yaa kalian udah pernah kesini belum? uhmm kalau mau kesini japri Makvee ya, Makvee siap diajak makan enak. Salam sehat lezatoo petjahhh.

Mak Semarangan 

Jalan Monjali No. 90A, Sinduadi, Mlati, Gemangan,
Sinduadi, Gemangan, Sinduadi, Mlati, Kabupaten Sleman,
Daerah Istimewa Yogyakarta 55284

Jam Buka pukul 11.00-23.00 WIB