Food

Menikmati Suasana Pedesaan di Disawa Pawon

September 13, 2018 Ceritamakvee 19 Comments



Yeay, Makvee kembali jalan-jalan (agak) jauh. Di daerah Sleman sis, ayo ayo ayo yang rumahnya Sleman tunjuk jari. Udah tau belum? Ada tempat makan yang unik, mirip sama Bali (menurut pendapat Makvee) Bukan semata karena ada Penjor yang terpasang disana namun juga suasana dan tempat yang cukup jauh dari perkotaan membuat Disawa Pawon memiliki aura yang krik krik krik alias syahdu dan tenang ala-ala di Bali. Berada di Desa Sawahan Lor, merupakan salah satu alasan nama Disawa Pawon terpilih. Pawon sendiri dipilih karena konsep dapur terbuka, sehingga pengunjung yang datang bisa melihat proses memasak menggunakan kayu seperti penduduk Jawa pada jaman dahulu. Warna hijau dan kuning yang dipilih lambang keselarasan dengan alam.


Filosofi rumah joglo bercat, pada jaman dahulu menandakan sang pemilik adalah seorang bangsawan atau berkasta tinggi. Namun bagi Disawa Pawon warna kuning dan hijau selain berarti keselarasan dengan alam, harapannya warna tersebut menjadi pembeda diantara tempat makan sejenis Disawa Pawon. Menurut Makvee warna kuning dan hijau ini memang cocok dengan suasana sekitar, sehingga ketika melihat dan masuk ke dalam terasa homy dan adem walaupun lokasinya berada di tengah sawah.

Menu Jawa pun tentunya menjadi andalan di Disawa Pawon. Nila bakar, nila goreng, ayam bakar, ayam goreng, opor ayam, dan nasi tumpeng merah putih. Ikan yang ada di Disawa Pawon dijamin segar karena diambil dari hasil peternakan yang dikembangkan sendiri oleh Disawa Pawon. Sambal yang dihidangkan menurut Makvee sangat sangat nendang alias super pedes, dan Makvee paling suka sama sambal matahnya yang pecah dan seger.



Datang ke Disawa Pawon menurut Makvee bisa jadi pilihan tepat saat kamu sejenak ingin rehat melupakan kebisingan kota. Rutinitas sehari-hari yang padat bisa sejenak terurai saat Makvee duduk di teras depan Disawa Pawon. Angin yang semilir membuat hawa kantuk datang karena suasana yang tenang membuat tubuh menjadi lebih relaks.


3 Petak sawah yang ada di depan rumah Disawa Pawon merupakan sawah yang selalu ditanami dengan padi. Jadi sawah tersebut bukan sekadar memperindah saja. Namun hasilnya benar-benar dipanen dan menjadi bahan baku makanan yang dijual di Disawa Pawon.




Keselarasan dengan alam yang Disawa Pawon ciptakan mampu memberi makna pada diri Makvee. Betapa proses menjadi sebuah nasi dibutuhkan waktu yang cukup lama. Banyak hal yang membuat Makvee bersyukur. Dari nasi saja melibatkan banyak orang agar ia menjadi beras dan sampai kepada kita. Maka jangan menyia-nyiakan makanan.
Jadi kapan kamu mau berkunjung ke Disawa Pawon.
Yuk, makan sehat makan enak. Aku ojo kuru.




19 komentar:

Food

Sate Merah Daging Ayam Ratunya Sate Di Jogja

September 10, 2018 Ceritamakvee 10 Comments



Hai hai hai wahai pembaca blognya Makvee yang budiman dan pakdiman hehehe. Dari kemarin Makvee main terus nih tapi lupa kulineran. Eaaa ternyata eh ternyata penasaran sama Sate Merah-nya Sate Ratu yang legendaris namun juga ngehits. Ini adalah solusi buat kalian yang mau nyobain sate ayam di Jogja yang lain daripada biasanya. Cuss dong ya!



Makvee menjejakkan kaki di Jogja Paradise. Menuju Kedai Sate Ratu  yang punya tagline "Kesukaan Turis Mancanegara Dan Indonesia". Bukan apa-apa nih kalau liat tagline-nya rasanya cocok dengan apa yang nampak di kedainya. Berbagai macam testimoni dari para wisatawan mancanegara. Berbagai pesan dan kebahagiaan setelah menikmati sate merah.

Dan wow wow wow Makvee tak berhenti ternganga menganga melihat banyaknya testimoni menempel di dinding dari wisatawan berbagai negara. Dan juga video yang diputar berisi testimoni para turis mancanegara yang datang. Lebih dari 2000 orang turis telah mencoba Sate Ratu. Trus gimana dunk rasanya?

Menurut Makvee yang penyuka pedas. Sate ini ga pedas. Cuma nylekit tapi ga nyinyir, seriusan. Tapi teman Makvee yang kurang suka pedas bilang segitu aja udah pedes buat dia. Yah kembali lagi selera ga bisa diperdebatkan lah ya. Tapi btw nih, kalau turis mancanegara aja bisa ngabisin satenya, literally mereka lidahnya terbiasa dengan makanan yang tidak spicy, "Nyatanya Enthek" begitu seloroh Bapak Budi Owner sekaligus Founder Sate Ratu.

Sedikit sejarah mengenai Sate Ratu ini menurut Makvee sangat seru. Sebagai anak muda kita harus mencontoh kegigihan yang dimiliki oleh Bapak Budi. Pertama hadir di Jogja dengan konsep angkringan. Berada di depan Galeria Mall Angkringan Ratu menarik minat pelanggan dari berbagai kalangan. Bulan Juli 2015 hingga Februari 2016 Angkringan Ratu begitu eksis dengan berbagai menu angkringan yang benar-benar disiapkan sendiri. Salah satu yang paling best seller adalah sate ratu. Karena berbagai alasan, menu yang paling best seller diambil menjadi menu utama. Konsep angkringan pun berubah menjadi berjualan sate dan berganti nama dari Angkringan Ratu menjadi Sate Ratu.


Sate Ratu kemudian berpindah tempat pada 16 Maret 2016 di depan Jogja Paradise. Kemudian menjual, 3 menu terlaris selama di Angkringan Ratu, yaitu Lilit Basah, Sate Merah dan Ceker Tugel. Sate yang kian menjadi favorit ini kini semakin mendapat tempat di hati masyarakat Jogja dan khususnya turis mancanegara.

Kesaktian "gethok tular" terbukti ampuh terbukti lewat testimoni para pengunjung yang datang ternyata mendapat rekomendasi dari rekannya yang pernah berkunjung ke Sate Ratu. Berinteraksi dengan orang baru kini menjadi hobi baru Bapak Budi. Ia pun kemudian membuat list negara sejumlah 200 negara. Rekaman rersebut berhasil mencatat tamu dari 49 negara telah mengunjungi Sate Ratu (data per 15 Maret 2018).

Beberapa prestasi Sate Ratu layak mendapat acungan jempol diantaranya Sate Ratu mendapatkan kehormatan untuk menerima penghargaan dari Indonesia International Achievement Foundation, dengan titel "Indonesia Award for Excellence in Restaurant 2018".

Sate Ratu mendapatkan "Certificate of Excellence 2017" dari Trip Advisor dengan lebih dari 100 ulasan positif yang diberikan oleh pelanggan yang puas dengan pelayanan kami dan mendapatkan pengalaman berkesan saat berkunjung di Sate Ratu.


Sate Ayam Merah dari Sate Ratu menjadi salah satu dari 22 finalis dari total lebih dari 7.000 peserta dari seluruh Indonesia dalam kompetisi Bango Penerus Warisan Kuliner 2018. Penghargaan diberikan di Jakarta pada tanggal 4 April 2018.

Makvee benar-benar kagum pada sate satu ini. Enak dan berprestasi. Nah biasanya pertanyaan netizen yang Maha Benar akan segera menyerang yaitu mengenai harga. Tenang saudara-saudara, ini dia nih tempat makan enak tapi ga perlu mahal alias sangat affordable. Karena mulai Rp23.000,- kamu udah bisa menikmati sate merah nylekit tanpa nasi. Kalau mau nasi tinggal pesan aja say. Kapan kamu ke Sate Ratu?

Salam sehat, aku ojo kuru.

10 komentar: