Sosialisasi Bijak Mengonsumsi SKM bersama Muslimat NU

Sosialisasi Bijak Mengonsumsi SKM Muslimat NU

Sosialisasi Bijak Mengonsumsi SKM bersama Muslimat NU
Bertempat di gedung PMII Yogyakarta  Kamis, 20 Februari yang lalu, Makvee dan beberapa kawan blogger-influencer Yogyakarta berkesempatan mengikuti acara sosialisasi "Bijak Mengkonsumsi SKM" yang diselenggarakan oleh Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia bekerja sama dengan Muslimat NU Yogyakarta dan BBPOM Yogyakarta.

Pemberi Sambutan ;
1. Dr. Erna Yulia Soefihara, Kepala Bidang Kesehatan Keluarga Muslimat NU Yogyakarta
2. Drh. Berty Murtiningsih, Kabid P2 mewakili Gubernur DIY

Sosialisasi Bijak Mengonsumsi SKM Muslimat NU

Narasumber talkshow ;
1. Dra. Diah Tjahjonowati, M.Si., Apt - Mewakili Kepala Balai BPOM DIY
2. Drh. Berty Murtiningsih, Kabid P2 mewakili Kadinkes DIY
3. Hj. Lutvia Dewi Malik S.Ag dari Muslimat NU Yogyakarta
4. Arif Hidayat, SE, MM. dari YAICI.

BBPOM Yogyakarta
Sosialisasi Bijak Mengonsumsi SKM Muslimat NU


Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan surat edaran bernomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 tahun 2018 tentang 'Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3). Surat ini dikeluarkan pada akhir Mei 2018 lalu. Sungguh Makvee adalah salah satu pengonsumsi Susu Kental Manis. Kemudian tepuk jidat.

Keluarnya surat edaran dari BPOM bukanlah bentuk larangan. Tetapi, himbauan "Tidak dilarang, tapi masyarakat harus bijak dalam mengonsumsinya"

Sedikit membahas mengenai surat edaran yang disampaikan oleh BPOM bahwa produk kental manis dilarang menampilkan anak-anak berusia kurang dari lima tahun dalam bentuk iklan televisi, maupun iklan lainnya. Tak hanya itu, produk kental manis juga dilarang memvisualisasikan produknya dengan produk susu lain yang setara sebagai pelengkap gizi. Produk Kental Manis ini juga dilarang memvisualisasikan gambar susu cair atau susu dalam gelas dan disajikan dengan cara diseduh atau dikonsumsi sebagai minuman. Padahal ini yang Makvee lakukan dari kecil mengoplos air hangat dan SKM sebanyak2nya minum sruput-sruput hangat-hangat. tidak menyangka Makvee menenggak gula sebegitu banyaknya.

Sosialisasi Bijak Mengonsumsi SKM Muslimat NU

Menurut Makvee langkah yang dilakukan oleh BPOM melalui surat edarannya harapannya dapat sampai kepada masyarakat karena dalam surat edaran itu juga tertulis iklan kental manis ini dilarang ditayangkan pada jam tayang yang biasa dikonsumsi anak-anak atau disandingkan dengan tayangan anak-anak. Tapi, apakah itu cukup? menurut Makvee masih kurang karena orang-orang di pedalaman, orang-orang di daerah masih menggunakan pola lama yang menganggap bahwa SKM itu ya susu serta di warung-warung juga mudah ditemukan sungguh miris. 

Sosialisasi Bijak Mengonsumsi SKM Muslimat NU

Buat kalian semua rekan-rekan Makvee yang udah jadi ibu, bapak, calon ibu dan calon bapak kalian bisa mendapatkan info lengkap-nya melalui tautan ini Tentang SKM

Jika masyarakat menemukan produk bermasalah dapat menghubungi Contact Center HALO BPOM 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0812-1-9999-533, e-mail: halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI)

Sosialisasi Bijak Mengonsumsi SKM Muslimat NU

Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia yang kemudian di singkat YAICI didirikan pada  28 Juli  2017. Abhipraya bermakna memiliki harapan. YAICI memiliki harapan yang besar untuk bisa menumbuhkan anak-anak dan perempuan Indonesia yang cerdas dan berbudi luhur sehingga berdampak pada  terwujudnya Generasi Indonesia Emas 2045.

YAICI merupakan lembaga mandiri yang didirikan sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan, kesehatan dan lingkungan di Indonesia. Fokus utama yang dilaksanakan YAICI adalah mendukung program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan melalui, pembelajaran, pendampingan, pemberian pelatihan serta pengetahuan kepada masyarakat dengan metode kreatif dan inovatif.

Sosialisasi Bijak Mengonsumsi SKM Muslimat NU

Dalam perkembangannya. YAICI bersentuhan dengan dunia CSR, bekerjasama dengan korporasi yang mempunyai tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Dengan kualitas SDM dan jaringan yang memadai YAICI mampu berekspresi dalam mendorong terwujudnya masyarakat Indonesia yang berkualitas.

Rilisan 23 Maret 2018, dari Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), menemukan fakta bahwa ada 4 balita yang meninggal di tahun 2018. Keempat balita tersebut adalah Arisandi (10 bulan), asal desa Ulu Pohara, kecamatan Lahungkumbi, kabupaten Konawe, Muhammad Adam Saputra (7 bulan) dan Muharram (4 bulan) serta Rasyad (2 tahun) asal Maros, Sulawesi Selatan.

Sosialisasi Bijak Mengonsumsi SKM Muslimat NU
Sumber www.liputan6.com
Arisandi mengonsumsi susu kental manis sejak berusia 4 bulan. Setelah beberapa bulan, ia mengalami gejala luka-luka pada kulit dan alergi akibat kekurangan nutrisi. Meski sudah mendapat pertolongan medis, namun nyawanya tetap tidak tertolong. Arisandi meninggal pada akhir Januari 2018. Sedih Makvee baca ini. Ada pula Muhammad Adam Saputra, orangtua Adam tidak mampu membelikan susu bayi sehingga akhirnya Adam diberikan susu kental manis yang harganya lebih ekonomis. Dampaknya, berat badan Adam semakin hari semakin menurun hingga 4,8 Kg hingga kemudian meninggal. Demikian juga,  Muhammad Muharram dan Rasyad, diberi susu kental manis oleh orangtuanya karena keterbatasan ekonomi. Miris dan sedih.
Sosialisasi Bijak Mengonsumsi SKM Muslimat NU

Depkes mengatakan bahwa gizi buruk muncul disebabkan daya beli yang rendah, akses terhadap pelayanan kesehatan, serta pengetahuan orangtua dan sosial budaya setempat, serta kurangnya sosialisasi.

Itulah mengapa YAICI sangat terbuka bekerjasama untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat bekerja sama dengan pihak terkait tentunya.
Sosialisasi Bijak Mengonsumsi SKM Muslimat NU

Sosialisasi Bijak Mengonsumsi SKM Muslimat NU

Setelah selesai acara sosialisasi dan tanya jawab acara terakhir hal yang ditunggu oleh Ibu-ibu muslimat se-DIY adalah pengumuman Lomba Kreasi Makanan Sehat antar Muslimat NU se-Yogyakarta.
Sosialisasi Bijak Mengonsumsi SKM Muslimat NU


Semua pulang dengan gembira membawa banyak informasi bagi keluarga dan cerita. Salam sehat. SKM bukan susu.

Guru Aini Honest Review

Guru Aini
Jumat, 14 Februari 2020 tepat di hari kasih sayang, Makvee ikut Intimate Evening with Andrea Hirata, penulis kesayangan Makvee. Andrea Hirata baru saja menyelesaikan buku terbarunya Guru Aini. Tapi sebelum membahas mengenai Guru Aini. 
Guru Aini
Perlu diketahui dunk kalau Makvee ketemu penulis hebat dan berprestasi. Percaya? nih simak ulasan pendek profil Andrea Hirata berikut ini;
Tentang Penulis
Andrea Hirata
Andrea Hirata adalah pemenang pertama New York Book Festival 2013 untuk The Rainbow TroopsLaskar Pelangi edisi Amerika, penerbit Farrar, Straus & Giroux, New York, kategori General Fiction serta pemenang pertama Buchawards 2013, Jerman untuk Die Regenbogen TruppeLaskar Pelangi edisi Jerman, penerbit Hanser-Berlin
Guru Aini
Andrea Hirata juga pemenang seleksi short story majalah sastra terkemuka di Amerika, Washington Square Review, New York University, edisi Winter/Spring 2011 untuk short story pertamanya Dry Season. Bersama nobelis sastra Orhan Pamuk dan Nadine Gordimer, esai Hirata yang berjudul View from my Window terpilih dalam buku Windows on the World, 50 Writers 50 Views, Matteo Pericoli, Penguin, New York.
Pada 2010, Hirata mendapat beasiswa pendidikan sastra di IWP (International Writing Program), University of Iowa, USA. International bestseller Laskar Pelangi (The Rainbow Troops) telah diterbitkan ke 25 versi bahasa asing, diedarkan di lebih dari 130 negara dan menjadi referensi di banyak sekolah dan lembaga di luar negeri untuk studi pendidikan, sastra dan budaya Indonesia. The Rainbow Troops terpilih sebagai karya sastra kategori Vintage oleh penerbit Random House dan dinobatkan sastrawan Timur Tengah sebagai novel terfavorit 2014. Novel itu telah pula diadaptasi di dalam dan luar.
Honest Review Guru Aini

Guru Aini
Guru Aini, sebuah novel yang terbit pada 2 Februari 2020. Novel ini menggambarkan tentang sebuah konsep idealisme. Tokoh dalam novel Andrea Hirata kali ini adalah seorang guru perempuan. Ia bernama Bu Desi, seorang guru, pengajar matematika di daerah pelosok. Obsesinya adalah menemukan seorang anak yang jenius matematika, pelajaran yang selalu menjadi momok bagi banyak anak-anak/pelajar. Namun, ternyata matematika menjadi sumber stres pula bagi Bu Desi. Memang rupanya tidak mudah mengajar matematika di sekolah pelosok. 
Apalagi ketika Bu Desi bertemu Aini, seorang anak dengan daya tangkap yang sangat rendah. Tapi yang membuat cerita ini menariki adalah Aini murid Bu Desi adalah seorang anak yang memiliki semangat juang yang tinggi. Bu Desi pun harus mencoba berbagai macam cara dan metode ajar demi memahamkan matematika pada Aini. Setelah membaca novel ini Makvee yang punya nilai matematika 7 merasa sangat bersyukur. Tidak semua anak pandai di bidang matematika tapi daya juanglah yang mesti jadi semangat. Asli Makvee setelah baca bukunya jadi banyak bersyukur, terharu, gembira, tapi juga lucu karena ada pabrik terasi yang ketika Makvee baca langsung ngakak sengakaknya. Udah ah ntar jadi spoiller lagi, mending baca sendiri deh.
Tentang Rilisan Versi Original
Guru Aini
Andrea Hirata, awal Februari ini secara resmi telah mengumumkan penerbitan Guru Aini. Tidak tanggung-tanggung Guru Aini yang merupakan prekuel Orang-Orang Biasa (terbit 2019), diterbitkan bersama Novel lain versi original yang sudah pernah diterbitkan, yaitu:
  • Laskar Pelangi
  • Sang Pemimpi (pernah terbit dalam judul Sang Pemimpi dan Edensor
  • Buku Besar Peminum Kopi (pernah terbit dalam judul Maryamah KarpovPadang Bulan, dan Cinta di Dalam Gelas)
  • Ayah dan Sirkus Pohon
  • Orang-Orang Biasa
  • Mozaik-Mozaik Terindah (bab-bab pilihan editor)

Ketujuh buku ini juga bisa diperoleh dalam kemasan boxset, sehingga siapa pun yang ingin mengoleksi secara lengkap tidak akan kesulitan mengumpulkannya. 
Pembeli juga bisa mendapatkan buku Guru Aini di toko-toko buku kesayanganmu mulai 2 Februari 2020. Kalau kalian ke toko buku ajak-ajak Makvee ya... Salam literasi.


Review Jujur Le Mindoni Cafe

Le Mindoni Cafe

Hi Nongkrongers? Apa kabar? Aku harap kalian baik dan sehat ya.

Sebagai high quality single, Makvee pasti sangat selow dan woles kala Sabtu tiba. Ehhh tetiba nih di satu Sabtu di bulan Februari ada yang ngajak pergi ke salah satu Cafe bergaya Eropa dan vintage. Iya Makvee juga kaget “ehh ada kafe bergaya vintage gitu?” Iya, Makvee belum pernah ke Eropa. Nyicil dulu lah ya nongkrong di Cafe bergaya Eropa. Biar disegerakan lah ya ke Eropanya. Amin! Amin paling serius!.

Tentang Le Mindoni Cafe
Le Mindoni Cafe

Nah, cafe bergaya eropa ini hadir di tengah kota Jogja, tepatnya di Jalan Kranggan Jetis Yogyakarta. Bernama Le Mindoni Cafe. Lucunya Le Mindoni Cafe sendiri sebenarnya diambil dari bahasa jawa "Mindoni" yang artinya tambah, mengulang atau berulang. 
Le Mindoni Cafe
Le Mindoni seolah mengajak nongkrongers yang pernah datang kesana untuk kembali datang lagi, dan mengulang hal-hal yang baik tentunya. Hmmm positive vibes everywhere.

Le Mindoni Cafe

Btw, pas Makvee kesana kira-kira pukul 19.30-an. Suasana lengang saat Makvee datang, hanya ada sepasang muda-mudi yang duduk di depan sambil pegangan tangan aihhh aihhhhh. Makvee langsung ke kasirnya karena, aturan cafe Le Mindoni ini adalah pesan, bayar, lalu duduk menunggu pesanan. Suasanya enak dan tenang berhubung Makvee emang lebih suka cafe yang cenderung sepi.

Le Mindoni Cafe

Memang cafe Le Mindoni cukup terkesan Eropa. Secara ruangan tidak terlalu besar namun menurut Makvee menarik untuk disambangi. Furniture yang cantik dan mendukung pernak pernik seperti furniture, kamera, dan radio lawasan, lampu petromaks, TV tabung, pemutar vinyl. Simple, apik, teduh, hening, dan cukup nyaman. 

Le Mindoni Cafe

Le Mindoni Cafe

Ohh ya yang menyenangkan adalah ada rak buku berisi buku-buku yang cukup menarik untuk dibaca.

Jam Buka
Buka pukul 08.00 - 24.00 WIB

Variasi Menu dan Harga

Le Mindoni Cafe

Le Mindoni menyediakan aneka minuman diantaranya coffee, chocolate, greentea, fresh juice, manual brew, smoothies, aneka teh. Ada juga minuman sehat kombucha dan surprise ada jamu. Makanan yang tersedia ada cake, pastry, dan lain-lain. 

Le Mindoni Cafe

Menu yang terlintas dan ingin Makvee coba ada Chicken Salted Yolk ahhh tapi Makvee masih kenyang habis makan jadi Makvee hanya pesan Red Velvet Late karena robusta coffenya habis. Hmmm padahal tersedia kopi expresso, americano, cappucino, latte, dan banyak lainnya dengan berbagai metode macam vietnam coffee atau V60. 
Le Mindoni Cafe

Le Mindoni Cafe

Tapi ya itu sedih pas kesana robusta habis jadi Makvee tidak bisa mereview gimana rasa kopi. Ya buat pembaca Makveestory pasti tahu kalau Makvee tidak bisa minum arabika coffee. Mual bro, lambung Makvee lemah tapi hatinya ga lemah kok.

Le Mindoni Cafe

Harga makanan berkisar Rp16.000,- hingga Rp40.000,-
Harga minumannya berkisar Rp12.000,- – Rp35.000,-
Harga update per-Februari 2020

Fasilitas
Le Mindoni Cafe

Le Mindoni Cafe
  • Ada Buku-buku asyik yang seru untuk dibaca sambil ngopiyyy
  • Tersedia teras untuk bersantai
  • Smooking area
  • Parkir
  • Toilet


Kesimpulan

Le Mindoni Cafe
  1. Okay kalau dari segi pelayanannya menurut Makvee dan tingkat keramahan serta kesantuyan nilainya 7/10.
  2. Berhubung Makvee hanya nyoba Red Velvet Latte uhmmm kelezatannya 7/10 juga lha ya, karena Makvee rasa dihidangkannya kurang hot nih nongkrongers.
  3. Kalau untuk ruangan, temperature, dan kebersihan ruangan serta toilet 8/10 lahhh ya, nyaman ruangannya cocok banget buat Makvee yang tidak suka tempat yang terlalu ramai.


Le Mindoni Cafe 
Alamat: Jalan Kranggan, Cokrodiningratan, Kec. Jetis, Kota Yogyakarta, 
Daerah Istimewa Yogyakarta 55233





Review Jujur Sate Ratu (Sate Kanak dan Sate Merah)

Sate Ratu
Yummmmy
Senja menyapa perutpun berbunyi, tanda tubuh bahwa saatnya makan. Teringat sate favorit yang berada di area Jogja Paradise. Cuss mengarahkan motor kesana. Long time no eat sate penuh kalori ini. Udah lupakan diet diet-an. Kali ini Makvee mau makan banyak menikmati hidup lepas bebas lepaskan bebaskan (aku ojo kuru tapi yo ojo kelemon) hahahah. 

Sate Ratu
Suasana di Sate Ratu


Sampai sana pesan Sate Merah seperti biasa. Duduk di pojokan bareng kak backpackiffa, yang hari itu kami senada pake baju kuning-kuning. 
Sate Ratu
Bersama orang dibalik https://www.backpackiffa.com/

Memang sudah biasa kalau makan di Sate Ratu selalunya di depan background tembok yang isinya cecoretan para turis mancanegara yang udah berkunjung. 



Sate Ratu

Tapi, Makvee tuh penasaran sama yang di putar di TV, youtuber Jwestbro dunk review Sate Ratu tapi yang Sate Kanak. 


Sate Ratu

Dengan tagline "Wakacao, sumpah gue ga boong" Makvee jadi salah satu penikmat konten yang mereka buat di youtube. Menurut Makvee Jwestbro salah satu youtuber yang emang beneran jujur, kalau enak bilang enak kalau ga enak bilang ga enak. 


Ohhh ternyata ada varian baru keluarannya Sate Ratu yaitu Sate Kanak. Usut punya usut Sate Kanak adalah salah satu pemenang dalam Unilever Food Solutions Kompetisi ‘Ngulik Rasa’ Kreasikan Fusion Food Khas Indonesia. 


Sate Ratu

Sebelum Makvee bahas soal gimana rasa dan perbedaan antara sate merah dan sate kanak, sekilas kita ulas soal kompetisi yang diadakan oleh Unilever.


Sate Ratu

Unilever Food Solutions

unilever food solutions


Kompetisi ‘Ngulik Rasa’ adalah kompetisi yang bergengsi dan cukup unik yang diadakan di Indonesia. Lebih dari 2.900 peserta yang mengikuti kompetisi ini. Disponsori penuh oleh Unilever, kompetisi ini diciptakan sebagai wadah bagi para chef dan pebisnis kuliner untuk berkreasi menciptakan fusion food. Harapannya dari hasil kreasi dan cipta di kompetisi ‘Ngulik Rasa’ ini dapat memberikan warna yang baru dalam industri kuliner Indonesia dan dapat menjangkau konsumen yang sebagian besar adalah kaum milenial. 

sate ratu
Chef Yuda Bustara

Salah satu juri dalam kompetisi ‘Ngulik Rasa’ ini adalah Chef Yuda Bustara. Chef yang begini ini nih bikin Makvee gak kuat. Buat yang belum tahu Chef Yuda Bustara ini saya pajang fotonya biar ada penyegaran di blog saya. Duh chef jangan ngulik rasa, kenalan dan ngulik hatiku gimana chef, coba-coba aja dulu chef mana tau cocok. Muehehe Makvee mulai bucyin dan halu kebangetan.

Chef Yuda Bustara bukanlah satu-satunya juri, masih ada Gemita Pasaribu yang menjabat sebagai Country Marketing Manager Unilever Food Indonesia, Gungun Chandra Handayana, Executive Chef Unilever Food Solutions Indonesia; Chef Bambang Nurianto, Ketua Perkumpulan Chef Profesional Indonesia. Proses pendaftaran dimulai 1 September 2019 hingga 31 Oktober 2019. Juri memilih 15 finalis (5 finalis untuk masing-masing kategori). Kategorinya sendiri adalah kategori soto, kategori sate, dan kategori nasi goreng. Menurut Makvee kompetisi ini kategori yang dipilih merupakan kategori yang sederhana. Makanan sehari-hari, bisa dibilang basic makanan orang Indonesia. 

Siapa yang tidak kenal dengan makanan macam nasi goreng, soto, dan sate. Tapi di kompetisi ini para peserta memang ditantang untuk membuat makanan basic tersebut menjadi cita rasa yang berbeda.
Peserta yang memasuki babak final kemudian diadu untuk memasak hasil kreasi masing-masing di hadapan para juri.

Perbedaan Sate Kanak dan Sate Merah


Sate Ratu


Sate Ratu

Makvee yang penggemar sate merah setelah melihat bahwa ada varian baru sate kanak, penasaranlah ingin mencoba. Sekalian deh jadi sepiring dapat 3 sate merah dan 3 sate kanak. Menurut Bapak Budi pemilik sate merah katanya "ah Makvee sih pasti lebih suka yang sate merah deh" hmmm iyalah Makvee emang doyan pedes, dan menurut Makvee sate merah itu pedes ga pedes sih. Buat orang yang ga doyan pedes itu udah cukup pedes.

Buat orang yang doyan pedes sate merah itu kurang pedes. Maka, dari itu relatif karena tingkat ketahanan pedas masing-masing orang beda-beda. Makvee coba dunk yang sate kanak. Sate kanak menurut Makvee pribadi tidak pedas. Tapi karena judulnya sate kanak maka dikhususkan bagi segmen anak-anak SD dan SMP. Keren kan sate ratu baik banget ngasih tingkat kepedasan yang aman biar ga huhah huhah makannya. Kalau buat anak-anak balita sampai kindergarten 
menurut Makvee sate kanak masih terlalu pedes. Jadi mending dipesankan sate lilit basah saja. 

Sate Ratu
Proses Marinasi
Sate Ratu
Proses Pembakaran Sate Ratu 

Sate merah begitu istimewa untuk Makvee karena dagingnya empuk dan bumbunya meresap sampai ke dalam. Bingung sih menjelaskannya, ga bisa dibandingkan dengan sate-sate lain pada umumnya. Bukan mau mengerdilkan sate lain.

Tapi buat Makvee yang cukup bawel soal hygiene, sate merah ini dibakar dengan cara berbeda. Bukan gosong di luar dan empuk di dalam. Tapi di luar tidak terlalu gosong, matangnya pas, dan dalamnya empuk banget. Apalagi kulit yang ditaruh di tengah seolah-olah gajih(lemak) itu bikin 
Makvee merem melek saking enaknya asli. Psst buat penggemar kulit ayam pasti ngertilah nikmatnya. Makvee pun meyakinkan diri bahwa gronjalan di tengah itu bukan gajih tapi beneran kulit yang menthul menthul dan super duper juicy. 

Tips an Trick:
1. Buat kalian yang doyan makan banyak pasti 10 tusuk kurang buat kalian, karena rasanya beneran endulita bambalina deh beneran. Nasi dijual terpisah dengan sate merah. Harga yang didapat dengan
kualitas makanan sangatlah worth it menurut Makvee.

2. Semua harga adalah kelipatan 5
Sate merah harga Rp25.000,-
Sate kanak harga Rp25.000,-
Sate lilit basah harga Rp25.000,-
Sate kulit harga Rp25.000,-
Ceker Tugel harga Rp25.000,-
Extra sambal merah Rp5.000,-
Extra kuah Rp5.000,-
Nasi Rp5.000,-
Air mineral Rp5.000,-

3. Kemarin Makvee kesana pas weekend dan cukup rame. Saran Makvee sih kalau kesana agak siangan buat kalian yang pengen foto-foto dengan background testimoni wisatawan mancanegara.

4. Pembayaran bisa cashless, OVO, Gopay, dll

Lokasi
Sate Ratu
Jogja Paradise 
Food Court, Jl. Magelang, Kutu Tegal, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 
Instagram Sate Ratu

Yap! itulah cerita perjalanan  Makvee yagituuulah ya isinya makan dan jalan-jalan. Terima kasih sudah membaca. Buat kalian yang mau ke sate ratu, Makvee siap di ajak kapan aja bisa DM atau WA cussss.

Eh Penonton (apeeeee)
Naik motor lewat jalanan berliku (tjakeeepppp)
Menuju ke Gunung Kelimutu (tjakeeeeppp)
Mau menaklukkan hati aku
Cukup gandeng aku makan ke Sate Ratu (eaaaaaaaa)


Matusa, matur nuwun sanget yang udah baca. Salam sehat. Aku Ojo Kuru!!!

Yogyakarta Independent School: Chinese New Year Celebration

Halooo halooo pembaca Makveestory, Makvee ini asli Jogja tapi parah banget baru tahu ada sekolah internasional di Yogyakarta. Sungguh terkadang saya ini kudet alias kurang update. Nah, kemarin Makvee baru saja mengikuti event tahunannya. Saya akan bahas kupas tuntas mengenai sekolah internasional ini dan kok saya kemudian akan membuat teman-teman, bapak dan ibu-ibu yang baca tulisan saya jadi penasaran sama sekolah ini. 

Yuk! Check it out!

Yogyakarta Independent School

Kemarin saya mengikuti event tahunan sekolah ini. Sekolah yang saya kunjungi ini bernama Yogyakarta Independent School atau orang-orang banyak yang lebih mengenalnya dengan Yogyakarta International School  atau mudahnya disebut YIS.

YIS sendiri telah lama ada di Yogyakarta tepatnya berdiri sejak tahun 1989. Lokasi lama berada di area Jalan Magelang kemudian sekarang pindah ke tanah yang lebih luas dan berada di kehijauan di utara Monjali, tepatnya di Jalan Tegal Mlati No 1, Jombor Lor, Sinduadi, Mlati, Sleman.

Yogyakarta Independent School

Seberapa besar sih luasnya YIS ini? Beuh kalau kata saya ini beneran luas-luas banget, iya! Karena YIS yang mulai ditempati sejak 6 bulan yang lalu ini memiliki luas tanah 6,5 hektar. Memiliki lapangan sepakbola berstandar internasional. 

Yogyakarta Independent School

Sekolah ini memiliki fasilitas berupa bangunan sekolah yang di dalamnya berisi beragam kelas sesuai grade, ada lapangan basket indoor juga, office, toilet, perpustakaan, lab, kantin joglo, serta playground.

Sekilas tentang Yogyakarta Independent School
Sebelum masuk ke pembahasan seputar acara Chinese New Year di YIS, bolehlah ya tipis-tipis kita bahas mengenai YIS dan sekolah internasional.

Setiap orang tua pasti menginginkan hal yang terbaik untuk anak-anaknya kelak. Demikian juga saya. Banyak pertanyaan bersliweran dalam benak saya, kalau sekolah disini setiap hari si bocah aktif cuap-cuap bahasa Inggris kira-kira bakalan lupa atau tidak dengan bahasa Indonesia? Apa beda sekolah negeri, sekolah swasta, dan sekolah dengan standar internasional? Lalu, siapakah yang bisa sekolah di sekolah internasional seperti di YIS ini?


Yogyakarta Independent School

Jadi yang membedakan sekolah internasional dengan sekolah nasional a.k.a sekolah negeri, dan sekolah swasta pada umumnya tentunya adalah kurikulumnya. Kurikulum sekolah Internasional memang harus wajib berstandar internasional agar ijazahnya juga diakui secara internasional.  Faktor kurikulum ini sangat besar relativitasnya dengan anak-anak yang bersekolah di sekolah internasional. Karena mau tidak mau segmen sekolah internasional memang rata-rata isinya adalah anak-anak umumnya berasal dari beragam negara dan sedang mengikuti orangtuanya bekerja di negara lain. Ini menguntungkan karena ketika si anak sudah sejak awal mendapat pendidikan dengan kurikulum internasional maka dia akan siap untuk pindah ke sekolah lain dengan kurikulum yang sama.

Kurikulum Yogyakarta Independent School
Kurikulum internasional memiliki banyak jenis. Namun yang banyak dipakai oleh sekolah-sekolah internasional adalah Cambridge Assessment International Education (CAIE) dan International Baccalaureate (IB). Yogyakarta Independent School sendiri menggunakan kurikulum International Baccalaureate (IB).
Yogyakarta Independent School

Kurikulum International Baccalaureate ini ditujukan untuk anak dengan usia 3-18 tahun dari pre-school sampai high school. International Baccalaureate(IB) adalah yayasan pendidikan internasional yang berkantor pusat di Jenewa, Swiss, dan memiliki empat program pendidikan formal.

Kurikulum IB ada empat (4) jenis yaitu IB PYP, IB MYP, IB DP, dan IB CP. Yogyakarta Independent School sendiri saat ini baru menerapkan 3 jenis yaitu:
  1. IB Primary Years Programme (PYP) untuk usia 3-12 tahun
  2. IB Middle Years Programme (MYP) untuk usia 11-14 tahun
  3. IB Diploma Programme (DP) untuk usia 15-18 tahun
Yogyakarta Independent School

Saya sempat ternganga dengan sistem pendidikan YIS ini. Lebih mantap lagi karena penerapan program IB tersebar di seluruh dunia. Sekitar 60% pelaksananya berada di dataran Amerika, 17% di Asia Pasifik, dan sisanya di Afrika, Eropa, serta Timur Tengah. Per-tahun 2017, program IB telah digunakan di lebih dari 4.500 sekolah di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, tercatat sebanyak 52 sekolah yang tersebar di 11 provinsi menggunakan satu atau lebih program IB. Penting untuk kita ketaui bahwa hanya sekolah yang memiliki sertifikasi IB dan terdaftar resmi di yayasan IB yang diperbolehkan melaksanakan program belajar dengan menggunakan kerangka pendidikan IB. Juga, sertifikat program IB Diploma Programme (DP) diakui oleh 2.192 universitas di seluruh dunia untuk penerimaan mahasiswa baru.

Yogyakarta Independent School

Mungkin bahasa sederhananya dari yang bisa saya tangkap ketika bercakap dengan Karin Albers (Vice Principal YIS) adalah IB memiliki kelebihan bahwa belajar itu tidak hanya sekadar menghitung dan menghafalkan. Berbeda dengan sekolah negeri yang mewajibkan muridnya belajar matematika, IPA, dan IPS setiap hari. Kurikulum IB ini tidak hanya mempelajari seputar science, math,  dan language tapi juga bagaimana penerapan dan eksplorasinya dalam kehidupan.



Hal ini tentunya sangat bermanfaat karena menumbuh kembangkan kepekaan yang akan digunakan para siswa-siswi ketika nantinya berada di kehidupan lain selain sekolah, pendidikan personal, hidup bermasyarakat, paham mengenai kesehatan dan juga kreatifitasnya lebih terasah. Dari awalpun mereka telah memiliki kebebasan untuk fokus pada bidang yang menjadi minat mereka, sehingga bakat dan passion pun telah terdeteksi dan membuat mereka menjadi menyeriusi apa yang menjadi cita-cita mereka.
Yogyakarta Independent School

Oh ya penting nih, jadi semua anak di YIS ini diajarkan atau diberi pengetahuan tentang semua agama di dunia. Berhubung murid-murid di YIS pun berasal dari berbagai belahan dunia maka toleransi memang menjadi bagian penting yang dipelajari dan tentunya bagaimana relasi antar manusia itu terjalin tanpa memperhitungkan suku, agama, dan ras.

Perayaan Chinese New Year 2571


Yogyakarta Independent School

Saya mengikuti acara perayaan Chinese New Year 2571 di Yogyakarta Independent School, bersama semua guru, siswa, dan orang tua. 

Yes! Pas sekali saya turut memeriahkan dresscode hari itu yang bernuansa merah. Anak-anak perempuan yang masih kindergarten pun mendadani rambutnya seperti mini mouse dengan membuat hair bunch  kanan kiri yang menggemaskan.


Yogyakarta Independent School

Anak-anak kinderganten sangatlah ramah dan menyenangkan, percaya diri, dan jangan tanya mereka ini cukup fluent berbahasa Inggris. Hal unik yang saya suka dari YIS ini adalah mereka diajari norma dan kesopanan yang cukup Indonesia sekali menggunakan panggilan Bapak dan Ibu kepada Guru, Karyawan Office, ataupun orang lain. Sungguh lokalitas yang dibawa YIS ini sangat sederhana namun bagi saya dalam maknanya.

Yogyakarta Independent School



Barongsai mulai beraksi lebih kurang pukul 09.00 WIB. Naga panjang mulai beraksi dan membuat teriakan anak-anak membuat riuh suasana. Beberapa orang tua dan guru mengabadikan momen kebahagiaan anak-anak mereka saat melihat aksi Barongsai. Ada kejadian unik di tengah-tengah pertunjukkan barongsai. Karena suara musik dari drum barongsai terdengar hingga pagar luar sekolah, ini menarik perhatian anak-anak di sekolah depan. 

Yogyakarta Independent School

Kepala Sekolah Ibu Kimberly Kingry pun mempersilakan mereka masuk dan duduk bersama-sama menonton pertunjukan barongsai. Sungguh kehidupan yang harmonis walaupun anak-anak dari kedua sekolah tersebut tidak saling kenal. 
Yogyakarta Independent School

Yogyakarta Independent School


Yogyakarta Independent School

Yogyakarta Independent School


Yogyakarta Independent School


Setelahnya anak-anak pun diperbolehkan untuk berfoto bersama dengan Barongsai.

Yogyakarta Independent School



Acara selanjutnya adalah snacktime. Yang membuat saya heran sampai bertanya-tanya sendiri “ini dimana kantin buat jajannya”, maklum saya nih jajanan banget dah anaknya eh dan ternyata tidak ada. Hari itu ada snack yang disediakan sekolah dan budaya yang dibangun oleh YIS dan ini wajib adalah anak-anak membawa bekal makan siang dari rumah.


Yogyakarta Independent School
Di cuaca yang sepanas itu saya merasakan bangunan office dan kelas terasa tetap dingin.

Yogyakarta Independent School

Saya pikir ini karena kualitas bangunan dan pembangunan gedung yang sangat memerhatikan sirkulasi. Benar-benar menerapkan apa yang disebut dengan rapi, resik, dan ringkas.


Yogyakarta Independent School

Saya sih selalu percaya kalau desain sebuah ruang sangat berpengaruh terhadap segala macam segi kreativitas dan ide.
Yogyakarta Independent School

Kalau tiap hari belajar sambil melihat pemandangan indahnya Gunung Merapi rasanya belajar juga tenang dan jadi menyenangkan.

Bagaimana Cara Mendaftar Ke YIS?
Apabila sebagai orang tua, kalian berminat menyekolahkan anak di sekolah internasional di Yogyakarta. Pendaftaran YIS dibuka setiap hari Senin-Jum’at pada jam kerja. YIS sangat terbuka menerima siapa saja untuk berkonsultasi atau sekadar tanya-tanya. Tahun ajaran baru dimulai di bulan Agustus. Informasi selanjutnya silakan dapat melalui kontak dibawah ini:

Jalan Tegal Mlati No. 1, Jombor Lor, Sinduadi, Mlati, Sleman,
Daerah Istimewa Yogyakarta, 55284, Indonesia
Phone: +6282241044242 // (0274) 5305147 dan 5305148