Review Jujur Bakso Evadine Kupang


Kalau ngomongin bakso, jujur aja ya… sekarang tuh udah banyak banget inovasi yang kadang bikin kita mikir, “ini masih bakso atau udah berubah jadi eksperimen makanan?” Mulai dari bakso isi keju, bakso mercon, sampai yang isinya macam-macam. Tapi di sisi lain, gak semua inovasi itu berhasil. Banyak juga yang ujung-ujungnya cuma gimmick menarik di awal, tapi rasanya biasa aja.

Makanya waktu pertama kali dengar tentang Bakso Evadine cabang Penfui, terutama yang menu bakso sumsumnya, jujur aku agak skeptis. Bakso isi sumsum? Disedot? Kedengarannya agak… gimana ya. Antara penasaran dan sedikit ragu.

Tapi ya namanya juga penasaran, akhirnya aku cobain langsung.

Dan ternyata… ini salah satu pengalaman makan bakso yang cukup beda dari biasanya.
Lokasi dan Jam Buka:
Bakso Evadine cabang Penfui ini cukup gampang dijangkau, apalagi buat yang sering lalu-lalang di area Penfui. Tempatnya gak terlalu ribet dicari, dan cukup ramai juga, terutama di jam makan siang. Ada di bekas Rumah Makan Fardhan Kediri.

jam buka:
Senin – Sabtu: 08.00 – 21.00 WITA 
Minggu: 11.00 – 21.00 WITA 

Jadi kalau mau datang santai pagi atau makan malam juga masih aman.


Pilihan Menu: Banyak, Tapi Gak Bikin Bingung
Salah satu hal yang aku suka dari sini, pilihan menunya cukup banyak tapi masih “masuk akal”. Gak terlalu over sampai bikin bingung.
Beberapa menu yang sempat aku coba:
Bakso Original, Bakso Kuah Pedas, Bakso Berandal Original, Bakso Berandal kuah pedas, Bakso Keju Original, Bakso Keju Kuah Pedas
Bakso Sumsum, Bakso Telur Original, Bakso Telur Kuah Pedas, Bakso Urat Original, Bakso Urat Kuah Pedas, Bakso Teler, dan ada nasi juga, Nasi sambal korek

Baksonya start harga 15rb hingga yang paling mahal Rp25rb
Sementara nasi sambal koreknya harganya seporsi 35rb.

Minumannya juga simpel:
Es Nutrisari, Es Jeruk, Es teh

Harganya menurut Makvee masih tergolong ramah di kantong, mayoritas di kisaran belasan sampai dua puluhan ribu. Buat ukuran bakso yang ukurannya gak main-main, ini masih worth it. Tapi saran Makvee kalau di warung bakso begini tidak usah cari menu Nasi, karena biasanya menu nasinya pertama bukan jagoan di warung itu dan yang kedua harganya pasti lebih mahal dibanding kamu makan di warung yang memang khusus menu nasi rames


First Impression: Ini Bakso Kok Gede Banget?
Pas pesanan datang, hal pertama yang langsung kepikiran:
“Ini serius bakso atau bola?”


Ukuran baksonya gede banget. Bukan yang standar satu suapan langsung habis. Ini adalah bakso yang harus dipotong dulu, dinikmati pelan-pelan.

Secara tampilan, udah cukup menggoda. Apalagi kuahnya kelihatan bening tapi berminyak tipis tanda kalau kaldunya cukup kuat.

Dan di sinilah pengalaman mulai menarik.
Bakso Sumsum: Antara Ragu dan Ketagihan
Oke, kita bahas yang paling “kontroversial”: bakso sumsum.


Awalnya jujur aku agak ragu. Karena konsepnya adalah bakso yang ditaruh di dalam sebuah tulang sapi dan di dalam tulangnya masih ada sumsum di dalam bakso, dan cara makannya… disedot.

Pas baksonya dibelah, langsung keliatan isi uratnya cukup banyak. Bukan sekadar tempelan, tapi beneran jadi highlight dari bakso ini.

Dan momen paling krusial: pas dicoba.
Disedot.
Dan…
wow.
Rasanya tuh langsung keluar gurih, creamy, dan agak “rich” di mulut. Ada sensasi yang beda dari bakso biasa. Bukan cuma daging, tapi ada tekstur dan rasa tambahan dari sumsumnya.

Yang bikin menarik, walaupun awalnya terasa agak “aneh” di pikiran, tapi di lidah ternyata enak. Bahkan cenderung nagih.

Tapi ya jujur aja, ini adalah makanan yang gak semua orang langsung suka. Pasti ada yang mikir, “ini enak banget” atau justru “aduh agak eneg ya”.

Dan itu wajar.
Ranking Versi Makvee
Dari semua yang dicoba, ini versi ranking jujur dari Makvee:

1. Bakso Sumsum
Ini jelas jadi highlight. Bukan cuma karena unik, tapi rasanya juga beneran enak dan beda. Ini yang bikin Bakso Evadine punya identitas sendiri.

2. Bakso Keju & Bakso Berandal
Dua ini jadi favorit kedua. Isian padat, berasa dagingnya, dan gak pelit isi. Bakso kejunya juga gak cuma tempelan kejunya terasa dan cukup balance.

3. Menu lainnya
Seperti bakso urat, telur pedas, dan teler semuanya masih enak dan aman. Gak ada yang zonk, tapi memang gak se-“wow” bakso sumsumnya.

Kuahnya: Ini Kunci Utamanya
Kalau boleh jujur, yang bikin semua menu di sini naik level itu bukan cuma baksonya, tapi kuahnya.
Kuahnya itu tipe yang “ngaldu banget”. Gurihnya dapet, tapi gak lebay. Bukan yang cuma asin atau hambar.
Ini penting, karena bakso seenak apapun kalau kuahnya gak kuat, biasanya jadi kurang maksimal.
Di sini, kuahnya justru jadi pengikat semua rasa. Mau makan bakso sumsum, keju, atau urat, semuanya tetap enak karena ditopang kuah yang solid.
Minuman: Simpel Tapi Cukup
Untuk minuman, aku coba es Nutrisari dan es jeruk.
Gak ada yang spesial banget, tapi justru itu poinnya. Minuman yang simpel dan segar ini cocok banget buat “netralin” rasa kuah yang cukup kuat dan gurih.
Tapi justru yang kayak gini yang paling pas menurut Makvee. Simple tapi nyegerin.

Worth It atau Gimmick?
Ini pertanyaan penting.
Apakah bakso sumsum ini cuma gimmick?
Menurut Makvee: enggak.
Karena walaupun konsepnya unik dan sedikit “mengundang reaksi”, rasanya tetap deliver. Bukan cuma jualan sensasi, tapi memang enak.
Tapi tetap ya ini balik lagi ke selera masing-masing.
Ada yang bakal langsung jatuh cinta, ada juga yang mungkin merasa terlalu “rich”.

Kesimpulan: Harus Coba atau Skip?
Kalau kamu orang yang suka eksplor makanan, suka coba hal baru, dan gak masalah dengan tekstur yang beda, ini wajib banget dicoba.
Tapi kalau kamu adalah orang yang super basic dan gak suka yang “aneh-aneh”, mungkin bakal butuh penyesuaian.

Tapi satu hal yang pasti:
Bakso Evadine ini bukan bakso biasa.
Dan untuk pengalaman yang beda, ini worth it.

Karena jujur aja, Bakso model begini yang bakal selalu punya dua kubu.
Dan justru di situ serunya 😄 sampai jumpa di kulineran Makvee berikutnya
 
Link mapnya aku taruh disini ya Let's go



0 comments