Mezzanine Eatery and Coffee: LOVE POTTED

“We hear you, yes, we know what you want.
Sometimes people just want to watch their favorite musician, up-close and personal, not crowded so they could enjoy every seconds of it.” 
Kira-kira itulah sepenggal alasan mengapa Mezzanine Jogja memperkenalkan program barunya LOVEPOTTED. Makvee pun berkesempatan hadir disana Selasa, 26 November 2019 lalu. A brand activation program by Mezzanine Jogja akan menjadi satu program baru di Jogja yang mengusung konsep kamu datang ke konser kecil yang intim, bisa menikmati sajian food and beverage dari Mezzanine Jogja, serta ada banyak program menarik dari sponsor yang bisa dirasakan dalam waktu yang bersamaan. Kamu akan merasakan sesuatu yang berbeda, ada banyak hal menarik apalagi kemarin Signature Time Out sebagai salah satu sponsor acara menyiapkan banyak hadiah yang bisa didapatkan dengan cara bermain game, hmmm Makvee pemburu hadiah tentunya ikutan dunk ya mulai dari bermain Clutch Climber, Mind Puzzle, Mind Ladder, serta Landmark Photo. Semakin besar pointnya semakin banyak hadiah yang bisa kita dapat.

Sekilas tentang Mezzanine Eatery and Coffee
Mezzanine Eatery and Coffee
Jl. Palagan km 8 No. 30, Yogyakarta

Mezzanine Eatery and Coffee dibuka akhir 2017 lalu, memang masih cukup baru sebagai tempat nongkrong di Jogja. Bagi saya yang sudah terpikat dengan style Mezzanine tak butuh lama untuk menemukan tempat ini karena letaknya yang berada di pinggir jalan. Mezzanine Eatery & Coffee juga cukup banyak memikat hati mahasiswa/i Jogja dan wisatawan. Memiliki desain interior dan exterior yang cukup unik juga kalau kata Makvee greeny dan mengesankan. Buat kalian para pemburu feed instagram, tempat ini cukup Makvee rekomendasikan karena setiap sudut ruangan Mezzanine Eatery & Coffee menawarkan spot apik untuk berpose dengan Outfit Of The Day terbaikmu. Setelah Makvee browsing-browsing mengenani desain ruangan dan bertanya kepada beberapa teman ternyata Mezzanine Eatery & Coffee mnegusung konsep Summer Tropical Garden, ini terlihat karena Mezzanine Eatery & Coffee mengusung desain yang open-space dengan bangunan yang didominasi kaca dan hiasan tanaman hijau. Buka mulai pukul 09.00 WIB pas Makvee datang kesana pukul 11.00 WIB yang Makvee bayangkan bakalan panas ternyata tidak sama sekali. Pemandangan hijau-hijaunya sungguh memanjakan mata juga ada pohon yang ditanam di dalam ruangan yang Makvee pikir ini menjadi daya tarik tersendiri untuk Mezzanine Eatery & Coffee

Lanjuuuttttt ke inti yang paling penting nih yaitu menu. Nah untuk pilihan menu yang ditawarkan oleh Mezzanine Eatery & Coffee tak kalah bervariasi. Sebagian besar hidangan di sini berupa western food, seperti sandwich, pasta, dan steak. Ada menu asian food seperti soup buntut dan nasi goreng juga bagi kalian yang sungguh sedang sangat lapar. Makanan sehat pun tersedia disini, ada smoothie, juice, dan salad. Harga yang ditawarkan pun beragam, mulai Rp35.000-Rp288.000. Harga minumannya, berkisar antara Rp17.000 – Rp38.000,-

Tentang LOVEPOTTED X Ardhito Pramono


Ardhito Rifqi Pramono yang memiliki nama panggung Ardhito Pramono lahir di Jakarta, 22 Mei 1995 dan sekarang berusia 24 tahun. Ardhito atau Dhito panggilan akrabnya merupakan seoprang penyanyi, penulis lagu dan aktor asal Indonesia. Sebelum menjadi seorang penyanyi, Ardhito pernah menjadi seorang creative planner dan juga music director. Ia juga pernah terlibat dengan penggarapan sebuah short film dan web-series. Jujur Makvee sendiri adalah pendengar Bitter Love yang cukup Jazzy dan So Good di telinga.

Memang Musik telah mengalir dalam DNA dan darah Ardhito sejak masih kecil, ia merupakan penikmat musik jazz dan penggemar lagu tahun 40an. Aduh sama banget sama Makvee nih suka sama musik Jazz, jadi apakah Makvee berjodoh dengan Dhito ahhhh mulai gagal fokuskan. Dhito yang kata Makvee manis-manis tapi cool, tapi bikin penasaran ini emang pandai menciptakan lagu. Namun ia juga bukan hanya pandai mencipta lagu namun memainkan alat musik mulai dari gitar, piano secara autodidak hingga ia pun mengususkan diri untuk les drum.

Dhito selain menjadi seorang penyanyi, ia sempat bekerja di stasiun TV, menjadi DJ, hingga coffee maker. Akhirnya memutuskan untuk menjadi Full-Time Musician. Awww awww jatuh cinta dengan suaranya yang begitu manis, tidak butuh effort banyak dengan nada-nada tinggi. Santai tapi adem didengarkan. Salah satu melody favourite saya adalah Bitter Love saya kutipkan liriknya yang cukup puitis disini.

"We'll be better, in every way
But then I would, go to be in other space
Sometimes, the bitter of love can be so good
It's like a coffee with a rainbow
It's like a coffee with a rainbow
It's like a coffee with a rainbow's mood"

Tentunya selain bitter love, masih ada komposisi macam cigarettes of ours, fake optics, dan the sun lagu lama namun liriknya cukup dalam.



Malam itu setelah mendengarkan Dhito saya pulang sambil tersenyum berdendang ria di jalan “ahh hidup yang sebahagia ini, jangan kita sia-siakan dengan melakukan hal yang buruk” 


There is bitter in everyday. But then I feel it That you would be the only one. Sometimes it doesn't have to be so sure. The sweetest love can be so hard to find. We'll be better in every way. But then I would go to be in other space. Sometimes, the bitter of love can be so goodIt's like a coffee with a rainbow's mood


0 komentar:

Posting Komentar