Makvee Story

Travel Enthusiast, Hotel Reviewer, and Food Lovers

  • Home
  • Travel
  • Kuliner
  • Hotel
  • Lifestyle
  • Contact Us


  1. Tentang Bakpia Wong Jogja
Kota Yogyakarta memang menarik siapapun untuk datang, untuk menikmati keindahannya. Namun tidak hanya keindahan dan keramahannya, kota ini ternyata menarik banyak investor untuk berbisnis di Yogyakarta. Yogyakarta sering mendapatkan julukan nusantara kecil karena beragamnya penduduk yang tinggal di Yogyakarta. Ada fakta yang menarik yang berhasil Makvee rangkum dalam gelaran acara “Workshop Food Photography bersama Chef Harisatu Zakaria” 31 Mei 2018 lalu.
1.    Fakta  Pertama
Para artis yang membuat oleh-oleh di Jogja dengan beragam kue-kuenya, rupa-rupanya mengusik seorang artis.Aktor berparas tampan tersebut adalah Baim Wong untuk memberikan warna baru di dunia oleh-oleh Jogja. 

2.    Fakta Kedua
Konsep one stop shopping sangat relevan dengan kondisi Kota Yogyakarta yang semakin metropolis. Berlokasi di Jl. HOS Cokroaminoto No.149, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55244. Bakpia Wong Jogja berdampingan dengan Batik Wong Jogja. BW Jogja merupakan sebuah perusahaan retail yang dinaungi oleh CV Sumber Hasil Makmur dan CV Sumber Hasil Maju. Di dalamnya kita bisa menemukan berbagai macam oleh-oleh khas Jogja selain Bakpia Wong Jogja. Juga ada batik dan souvenir yang tentunya lucu-lucu ketika dibawa sebagai buah tangan.

3.    Fakta Ketiga
Lokasinya mudah ditemukan karena berada di Pusat Kota Yogyakarta. Dekat dengan Pasar Klitikan dan TOP Hotel Malioboro. Konsep one stop shopping yang diusung oleh Bakpia Wong Jogja memang sangat tepat diusung saat ini. Satu tempat namun langsung mendapatkan banyak oleh-oleh . Parkir yang luas dan nyaman sehingga bagi yang ingin berkunjung tidak perlu khawatir akan keamanannya.

4.    Fakta Keempat
Mudah ditemukan karena billboard Bakpia Wong Jogja terpasang di sudut-sudut papan iklan seluruh Kota Yogyakarta. Makvee juga gampang banget buat nemuin lokasi Bakpia Wong Jogja. Kalau dari arah tugu dari arah timur tinggal lurus ke barat ketemu 2 perempatan lurus, lampu merah kedua kemudian kiri, lihat kanan jalan langsung deh ketemu sama Bakpia Wong Jogja. Gampang banget kan shay.


5.    Fakta Kelima
One stop shopping, parkir luas, mushola dan foodcourt tersedia, oleh-olehnya lengkap, lalu bagaimana rasa bakpianya? Bakpia Wong Jogja menurut pendapat Makvee mengusung bakpia dengan sentuhan rasa yang modern. 


Ada 2 varian yang bisa dipilih yaitu:
      1. Bakpia Premium rasa cocho hazelnut dan cocho almond 1 kotak berisi 15 bakpia dengan harga Rp65.000,- perkotaknya

2. Bakpia regular rasa kumbu hitam, kacang hijau, coklat, keju, susu, berisi  15 bakpia dengan harga Rp45.000,-
Harga yang Makvee cantumkan ini bisa berubah sewaktu-waktu ya, jadi jangan baper kalau ternyata pas datang ada perubahan rasa dan harga.

B.    Workshop Food Photography bersama Chef Harisatu Zakaria
Bertempat di Bakpia Wong Jogja hari Kamis, 31 Mei 2018 saya turut nimbrung bersama teman-teman blogger Jogja. Kami belajar mengenai food photography. Sedikit profil mengenai Chef Harisatu Zakaria, beliau adalah  pengajar tamu food styling fotography ISI Yogyakarta, Commercial food styling photography Workshop X agung  tosol, Food photography & food styling Workshop IONs Food photography & food styling Workshop IONs. Mantap karir dan prestasi Chef Harisatu untuk ukuran chef muda. Dibuka oleh pihak Bakpia Wong Jogja diwakili oleh Mas Dimas acara dimulai dengan paparan dari Chef Harisatu. Materi yang diberikan diantaranya adalah

1. Kriteria  memotret makanan memotret makanan yang baik itu gimana sih ? 
2. Membuat orang yang melihat fotomu menjadi berselera makan 
3. Food Stylist & Props Stylist 
Food styling adalah seni menghias dan menata makanan agar terlihat lebih menarik & menggoda
4. Arti food photographer 
“Pekerja seni yang bertugas mengabadikan pekerja seni yang bertugas mengabadikan  objek makanan, menata cahaya, menonjolkan hasil penataan food stylist, agar terlihat menarik menggunakan kamera”
5. Jenis food photography
a. Editorial,
b. Stock Photo
c. Tren food photography “Kekinian/ Hit ”“Kekinian/ Hits”
d. Pengaruh perkembangan teknologi, gaya hidup kekinian

6. Tren Food Photography “Kekinian”
a. Teknik Flatlays 
Gaya foto yang diambil dari posisi atas (top angel)
b. Teknik Lifestyle
Gaya foto yang  menggunakan unsur diluar. Gaya foto yang objek makanan didalam satu frame foto/

Kesimpulannya tren food photography yang akan terus berkembang, menuntut akan terus berkembang, menuntut pelaku food photography untuk mengikuti perkembangan yang ada, agar tidak ketinggalan zaman. Photography memang tidak pernah mati seni untuk memainkan dan menghidupkan cahaya. Terima kasih Bakpia Wong Jogja semoga selalu bersinar menjadi rujukan one stop shopping di Yogyakarta.
 dokumentasi riana dewie


Yeay! saya patut berbahagia karena bisa datang memenuhi undangan acara ngobrol cantik bersama Ria Ricis dalam rangka perkenalan Jogja Cushy Chesse. Acara ini digelar di Ekologi Café. Sebuah Café dengan nuansa hijau. Suasana sejuk di Ekologi Café membuat hati terasa teduh dan obrolan bersama gadis mungil nan lincah Ria Ricis berlangsung renyah. Ria Ricis yang hari itu mengenakan baju kuning dan celana maroon mewarnai Jogja yang sedang mendung menjadi lebih sumringah. Tingkahnya yang kocak membuat para blogger dan instagramer yang hadir menjadi lebih bersemangat. Terlebih ketika para vlogger mengerubungi Ria Ricis, untuk sekedar memberi salam di vlog, Ricis tetap menanggapinya dengan ramah dan sabar. 


  dokumentasi riana dewie

Remaja yang memiliki banyak talenta ini memang sedang  on fire menjalankan pekerjaan dan bisnisnya.Mulai dari fashion hijab, endorse, paid promote, tampil di acara off air maupun on air, dan kini merambah ke bidang kuliner. Segala macam usaha ia coba dan tekuni, patutlah Ria Ricis mendapat sebutan sebagai anak muda yang berkarya. Kembali lagi ke Jogja Cushy Chesse. Apa itu Jogja Cushy Chesse? 


Jogja Cushy Chesse adalah jajanan kekinian yang baik untuk para kawula muda. Jajanan yang sehat dengan banyak lapisan kebaikan. Jangan sampai generasi muda dinilai sebagai generasi “micin”. Sebutan generasi “micin” mengandung dualisme makna. Generasi yang suka mengonsumsi micin atau generasi yang dicap sebagai generasi efek samping micin. Micin atau Monosodium Glutamate memiliki efek buruk terhadap kecerdasan otak. Penyebutan generasi micin, disebabkan karena generasi sekarang dianggap terlalu banyak mengonsumsi sehingga mendapatkan cap bahwa generasi yang tidak memiliki kualitas baik. 
  dokumentasi riana dewie


Jogja sebagai kota pendidikan, tentunya memilki banyak mahasiswa/I dan pendatang yang bersekolah dan bekerja di Jogja. Jogja Cushy Chesse hadir mewarnai jajanan di Jogja. Jajanan ini diharapkan dapat menambah daftar makanan berkualitas di Jogja. Ada banyak lapisan kebaikan yang dimiliki oleh jogja Cushy Chesse. Mak vee udah ngerasain langsung yuk kita kupas.

  1. Kebaikan Bahan Berkualitas
    Dasar dari Jogja Cushy Chesse adalah serupa dengan Japanese Chessecake. Jika kalian pernah makan Japanese Chessecake, tekstur dan rasa dari Jogja Cushy Chesse kurang lebih sama. Karakter dari Japanese Chessecake adalah fluffy and jiggle. Sehingga tidak boleh asal memilih bahan. Semua bahan yang digunakan di Jogja Cushy Chesse adalah bahan segar berkualitas. Mulai dari susu, telur, hingga tepung semuanya ditakar dan dipilih dengan teliti oleh tim dari Jogja Cushy Chesse. Karena bahan menentukan segalanya, maka bahan benar-benar melalui banyak pertimbangan dan memastikan semuanya sesuai takaran. Selain itu Jogja Cushy Chesse tidak menggunakan pengawet makanan, sehingga aman untuk kesehatan anak-anak maupun dewasa.
  1. Kebaikan Gizi Kalori dalam sepotong Jogja Cushy Chesse nampaknya sangat padat. Kaya rasa lembut dan lumer di mulut, namun tidak bikin “eneg”. Dari rasanya susunya yang terasa, toppingnya yang enak. Jogja Cushy Chesse adalah cemilan yang mengenyangkan.
  1. Kebaikan Rasa
    Saya pernah makan cake yang rasanya terlampau manis. Jujur manis itu tidak semuanya baik. Terlalu banyak gula juga tidak baik untuk kesehatan. Banyak penyakit menghadang akibat terlalu banyak mengonsumsi gula. Jogja Cushy Chesse ini rasanya tidak terlalu manis. Tidak bikin bosan ketika makan, selain itu topping full dan kaya membuat Jogja Cushy Chesse cocok untuk kudapan balita atau anak kecil. Terlalu banyak gula untuk anak kecil juga tidak baik bisa menyebabkan obesitas dan carie gigi. Jogja Cushy Chesse yangmemiliki rasa tidak terlalu manis ini bisa menjadi pilihan untuk menambah asupan bagi balita dan anak-anak.
Jadi tunggu apa lagi, ayo temukan banyak kebaikan dalam tiap gigit Jogja Cushy Chesse. Mari makan sehat. Lupakan diet.
Saharaaaaa.... aaaaa.... kasihku uuuuuuu
Engkau mengisi ruang hatikuuuuuu

Bukak sithik joss!!!

Hellow saya bukan habis menonton acara dangdutan apalagi wayangan. Eh lupa menyapa pemirsah semuanyahhh Hallooooowwww vers

Yeay wow kembali lagi saya si blogger ceria syalala ini menikmati Cultural Dinner. Kali ini bertajuk Cultural Dinner Sahara. Yuhu menyantap menu Timur Tengah syalaaa lala lalaaaa. 

Makanan timur tengah memiliki cita rasa bumbu rempah dan rasa asin yang tajam. Dari pengalaman saya mencicipi masakan padang, eh lhoh hampir mirip-mirip kalau kata lidah dan perut saya sih ya, bedanya di makanan Arab, adalah jarang menggunakan santan, bahkan mungkin tidak sama sekali. Makanan Timur Tengah dan Padang sama-sama memiliki bumbu, porsi makan yang besar dan berat. 

Pemirsah semua boleh percaya atau tidak. Demi menuju acara Cultural Dinner Sahara ini-pun saya sudah mengosongkan perut saya selama 3 hari hhahahha lebay. Masakan Timur Tengah banyak menggunakan minyak zaitun, rasa manis masakan berasal dari madu, rasa gurih berasal dari minyak wijen dan olahan bumbu rempah. Tambahan yang banyak digunakan adalah peterseli, mentha atau daun mint dan berbagai kacang-kacang-an sebagai isian.  Beberapa makanan yang terkenal adalah Kibbeh dan Shawarma yang turut hadir di acara Cultural Dinner Sahara Swiss-Belhotel Yogyakarta. Karena wilayah Timur Tengah juga mencakup negara Asia Barat dan Afrika Utara, maka masakan Timur Tengah tergolong masakan yang unik. Zona Timur Tengah berada di persimpangan sehingga rasa dan bumbunya banyak mendapat pengaruh dari Asia dan Eropa. Tapi sebelum menuju ke makanan (ahhh ga sabar kan ya ga sabaar) lebih baik kita bahas acara Cultural Dinner Sahara dan keseruannya terutama pembuka acaranya.

Belly dance sedang hits di kalangan anak muda, terutama bagi perempuan yang ingin fokus membentuk perut. Dan yeay dewi persik eh dewi keberuntungan dan dewi malam sedang berpihak kepada saya malam itu. Saya beruntung menyaksikan 2 penari cantik, menari dengan lincahnya bagai ular yang siap mematuk di depan saya. 2 penari cantik ini dihadirkan oleh Swiss-Belhotel Yogyakarta sebagai pembuka Cultural Dinner Sahara kemarin. Seru dan membuat saya rasanya ingin ikut bergoyang, tapi apalah daya goyang jempol saja sambil memotret para penari cantik tersebut. Perut mereka rata dan indah,(yaiyalahhh) bergoyang mengikuti irama lagu, semua orang terpana termasuk saya. Sungguh suguhan yang berkelas dan indah.






Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

A Travel Enthusiast, Hotel Reviewer, and Food Lovers. Terima kasih sudah berkunjung ke dunia kecil Makvee.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Film BDSM Dibalut Komedi: Love and Leashes
  • Review Azalea Hijab Shampoo Terbaik untuk Rambutmu
  • Review Jujur Le Mindoni Cafe
  • Review Jujur Sate Ratu (Sate Kanak dan Sate Merah)
  • Pengalaman Eksisi Biopsi: Ternyata Nggak Seseram Itu, Hanya Mabuk Bius
  • Review Bakmi Senthong The Real Bakmi Priyayi
  • Hasil Histopatologi Anatomi yang Melegakan sekaligus Menghangatkan Hati
  • Review Jujur Daging Asap Wanarasa Jogja
  • Review Jujur Brownies Panggang Premium No. 1 di Jogja
  • BIRADS 4A: Antara Panik, Pasrah, dan Pura-Pura Tenang

Categories

Travel Kuliner hotel Travelling hotel review Hotel Jogja

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • Oktober 2025 (1)
  • Agustus 2025 (8)
  • Juli 2025 (1)
  • Juni 2025 (1)
  • Mei 2025 (5)
  • April 2025 (3)
  • Maret 2025 (13)
  • Mei 2024 (2)
  • April 2024 (1)
  • Maret 2024 (2)
  • Januari 2024 (1)
  • November 2023 (1)
  • Oktober 2023 (1)
  • September 2023 (2)
  • Mei 2023 (2)
  • April 2023 (1)
  • Maret 2023 (1)
  • Januari 2023 (1)
  • Agustus 2022 (2)
  • Juni 2022 (2)
  • April 2022 (31)
  • Maret 2022 (5)
  • Februari 2022 (2)
  • Desember 2021 (1)
  • Juni 2021 (1)
  • Mei 2021 (3)
  • April 2021 (2)
  • Maret 2021 (2)
  • Februari 2021 (4)
  • Januari 2021 (2)
  • Desember 2020 (8)
  • November 2020 (3)
  • Oktober 2020 (3)
  • September 2020 (3)
  • Agustus 2020 (1)
  • Mei 2020 (1)
  • Maret 2020 (2)
  • Februari 2020 (7)
  • Januari 2020 (1)
  • Desember 2019 (2)
  • November 2019 (3)
  • Oktober 2019 (2)
  • Agustus 2019 (4)
  • Juli 2019 (5)
  • Juni 2019 (10)
  • Mei 2019 (27)
  • April 2019 (5)
  • Maret 2019 (2)
  • Februari 2019 (2)
  • Januari 2019 (1)
  • Desember 2018 (5)
  • November 2018 (1)
  • Oktober 2018 (2)
  • September 2018 (2)
  • Agustus 2018 (2)
  • Juni 2018 (2)
  • November 2017 (1)
  • Mei 2017 (1)
  • Februari 2017 (2)
  • September 2016 (1)
  • Februari 2016 (1)
  • Agustus 2015 (1)
  • Juli 2015 (1)
  • Juni 2015 (2)
  • Mei 2015 (4)
  • November 2014 (1)
  • Oktober 2014 (1)

Komunitas Blogger Jogja

Komunitas Blogger Jogja

BLogger Perempuan Network

BLogger Perempuan Network

Komunitas Emak Blogger

Komunitas Emak Blogger

Popular

  • Review Jujur Sate Ratu (Sate Kanak dan Sate Merah)
    Yummmmy Senja menyapa perutpun berbunyi, tanda tubuh bahwa saatnya makan. Teringat sate favorit yang berada di area Jogja Paradise. Cu...
  • Review Jujur Le Mindoni Cafe
    Hi Nongkrongers? Apa kabar? Aku harap kalian baik dan sehat ya. Sebagai high quality single, Makvee pasti sangat selow dan woles ka...

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template