Langsung ke konten utama

Review Jujur Daging Asap Wanarasa Jogja

Hallo teman-teman Makvee. Gimana agenda weekend kalian? Sudah pergi kemana saja? Daging Asap Wanarasa Jogja, ada dimana dan gimana rasanya?

Tenang-tenang tarik nafas dan baca pelan-pelan dan nikmati fotonya ya teman-teman pssttt jangan ngiler ya

Tetap jaga Kesehatan dan taati protocol kesehatan ya.

Btw, Makvee baru saja menikmati sajian lezat di Wanarasa Jogja. Ini adalah tempat makan baru di Jogja tepatnya di daerah Sleman. 

Wanarasa ini dibangun dari hubungan pertemanan sesama alumni Fakultas Kehutanan UGM. Wanarasa  sendiri adalah gabungan kata.

Mengutip dari KBBI

Wana yang berarti Hutan

Rasa rasa1/ra·sa/ n 1 tanggapan indra terhadap rangsangan saraf, seperti manis, pahit, masam terhadap indra pengecap, atau panas, dingin, nyeri terhadap indra perasa); 2 apa yang dialami oleh badan: -- pedih dan nyeri di perut merupakan gejala sakit lambung; 3 sifat rasa suatu benda: gula -- nya manis; 4 tanggapan hati terhadap sesuatu (indra): -- sedih (bimbang, takut);

Maka, Wanarasa adalah hutan rasa. 

Makvee dapat mengartikannya sebagai hutan rasa yang beragam dan kaya rasa seperti hutan yang berisi banyak mahluk hidup dan habitat di dalamnya.

Ketika datang ke Wanarasa Jogja, protocol kesehatan diterapkan dengan baik. Pengunjung yang datang wajib memakai masker, wajib cuci tangan sebelum masuk ke area Wanarasa dan tentunya ada thermogun yang digunakan untuk mengukur suhu tubuh setiap pengunjung yang datang.

Kursinya banyak dan tenang sodara-sodara jaraknya diatur aman.


Cahaya lampu juga cukup baik dan teduh apalagi tanaman di sekitarnya banyak tanaman yang rimbun dan tertata rapi.

Makvee duduk di bagian gubuk yang ada kursi panjangnya, hari itu hujan deras jadi menambah syahdu suasana. 


Makvee memilih menu dan memutuskan untuk mencicipi beberapa menu yang cukup menarik untuk dicoba dan tentunya harus pedas. Berhubung Makvee tak bisa hidup tanpa cabai.

Jrenggg jrengggg datanglah pesanan Makvee tidak pakai lama. 

Minuman pesanan Makvee Es Kopi Susu sudah datang, menurut info jika kopi susunya enak kemungkinan besar kopinya robusta, dan pas karena Makvee penggemar Robusta Coffee, Hmmm sluuurp Yummy.

Akhirnya sampailah pesanan Makvee yaitu nasi daging asap sambal matah topping telur mata sapi setengah matang, daging asap tumis pedas, nasi goreng daging asap. Wuhuiiii perut auto menjerit dan lidah pun ingin segera mencecap rasanya

Nasi Daging Asap Sambal Matah Topping Telur Mata Sapi Setengah Matang

Makvee hanya akan menceritakan focus pada daging asapnya yang empuk dan enak. Karena ternyata daging asapnya ini super welldone karena diasap selama 5 jam, jadi dijamin matang dan empuk banget banget.

Daging Asap Tumis Pedas

Ditumis dengan bawang Bombay dan bumbu khas Wanarasa Jogja, daging asap terasa berbumbu dan enak di lidah. Rasa pedasnya pun pas dengan selera Makvee. Buat kamu yang doyan pedas kamu bisa request level pedasnya.

Nasi Goreng Daging Asap

Hmmm Nasi Goreng daging asap ini tidak kalah yummy, karena nasi dimasak selayaknya nasi goreng ditambah dengan daging asap yang berlimpah di dalamnya. Hmmmm kebayang kan bagaimana lezatnya, apalagi ada tambahan telur mata sapi bikin makin special dan mantap.

Wanarasa Daging Asap Jogja ini buka dari hari Minggu, Senin, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu. Selasa Libur. Weekday buka mulai pukul 11.30-19.00 WIB dan Weekend mulai pukul 11.30-20.00 WIB

 Kuy, kapan kalian kesini, menikmati lezatnya daging asap Wanarasa Jogja

 




Bulusan, Jetis Baran, Sardonoharjo, 
Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, 
Daerah Istimewa Yogyakarta 55581




















































 

Komentar

  1. Mbaaaa auto ngiler aku bacanyaaa :D. Kebetulan loh 19 dec - 24 dec aku ke Jogja lagiiii. Dan Hyatt regency tempat stay nanti, daerah Ngaklik juga. Dekeeet ini berarti kan. Pengen cobain ah :). Aku slalu suka daging asap begini. Apalagi kalo aroma asapnya berasa, duuuh enaaak bgt. Samaaa kita mba, sukanya yg puedeeees :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Jujur Estuary Cafe Yogyakarta

Hari Sabtu di awal Juli saya dan 2 teman saya menembus kemacetan Jogja. Awalnya kami berniat untuk menikmati senja di Rooftop Satoria Hotel Yogyakarta. Tapi nyatanya senja telah berlari jauh dari kami. Kami-pun batal untuk menikmati senja. Mencari random café-café di Jogja, hingga bertanya ke teman-teman penggemar kopi dan foodgrammer Jogja. Saya pun menemukan instagram Estuary.id yang menampilkan suasana yang cozy dan lucu, dan tentunya instagramable yakaaan ya duonkkkk. Apalagi hari itu saya membawa gear lensa sudra saya Nikon D3500. Tentunya selain makan, sayapun ingin memotret sudut-sudut cantik Estuary Cafe. Ketika datang, mobil grab pesanan kami disambut dengan baik dan diarahkan dengan baik pula oleh petugas parkir Estuary Café. Kami pun masuk dan disambut dengan teriakan anak-anak muda yang nampak fresh dan nampak sigap membantu. Saya pikir Estuary memang menerima anak-anak muda yang masih kuliah dan mau bekerja part time . Begitu masuk kami langsung disambut oleh kasir

Pertanyaan untuk Pecinta Kopi di Tanya Kopi

Hal pertama yang Makvee cari dari kopi dan selalu Makvee tanyakan di kedai kopi manapun adalah Kopinya adanya apa kak, kalau disitu berjenis Arabika semua, udah deh kelar Makvee minum teh manis anget aja dah. Lhoh kenapa emang dengan Arabika emang? Teman-teman pembaca Makvee story mungkin sebagian besar udah tahu perbedaan Kopi Arabika dan Kopi Robusta.  Pecinta kopi umumnya mengetahui perbedaan paling dasar dan otentik antara biji kopi robusta dan arabika. Namun pasti ada penikmat kopi yang belum mengetahui perbedaan antara keduanya dan kalau minum kopi dengan cueknya bilang “ah sik pentiing ngopi (ah yang penting ngopi). Ya beruntunglah dengan orang cuek nan sehat dan cocok di segala macam rasa kopi. Kalau Makvee karena lebih kepada alasan kesehatan. Kopi Arabika memiliki rasa yang lebih kaya, beberapa Arabika bahkan sangat asam dan ada cita rasa buah. Nikmat sihhh nikmat, tapi yang nikmat belum tentu menjadi semangat. "Mengutip Kata Bung Fiersa Besari  “Baik, belum tentu

Review Wardah Lightening Facial Scrub

Hei, Gaes Sambil nepukin pipi Makvee yang makin kenyal  lalu tersenyum manis karena kulit Makvee terasa lebih cerah dan segar. Hmm apasih rahasianya. Baiklah  sesuai judulnya Makvee akan mereview pengalaman menggunakan salah satu produk lokal kesayangan Makvee yaitu Wardah  Lightening Facial Scrub. Si biru yang berfaedah ini yang kini jadi favorit Makvee Oke Makvee bahas satu  persatu ya; 1. Kemasan Wardah Lightening Facial Scrub Kemasannya cantik berwarna biru muda pastel yang nampak segar.  Kemasan yang Makvee punya itu yang 60 ml dan kayaknya Makvee belum menemukan kemasan yang lebih besar dari itu. Ringan dan mantap untuk dibawa saat travelling tidak memenuhi tempat. Kemasan tubnya juga anti tumpah karena ada bunyi  klek atau klik saat ditutup sehingga sangat aman menurut Makvee. Dalam kemasannya juga tercantum info dermatology tested yang artinya secara dermatologis telah terbukti aman dan tentunya sudah ada ijin dari BPOM. Lebih mantap lagi di k