Makvee Story

Travel Enthusiast, Hotel Reviewer, and Food Lovers

  • Home
  • Travel
  • Kuliner
  • Hotel
  • Lifestyle
  • Contact Us
Makvee ini bukanlah anak nongkrong yang tiap malam minggu harus nongki-nongki manja. Berhubung rumah Makvee tuh ada di Jogja Selatan jadi pasti sangatlah malas bergerak kalau mau nongkrong. Sedangkan tempat menghabiskan waktu yang paling banyak terpusat di Jogja Utara dan sekitarnya. Makanya Makvee kadang bingung kalo mau nongkrong-nongkrong ala-ala sosialita gt selain ga cocok Makvee di luar jam kerja suka males yaaampunn dandan pake make up. Pokoknya yang ribet-ribet gitu suka bikin ahhh malesss. Paling puoll kalau sama temen sukanya nongkrong di warung Bakso, kalau nongkrong paling lama emang di warung bakso. Salah satu tempat favorit sih Bakso Idola di Tamsis yang kalau masuk ke dalam bisa lesehan dan bisa nyender
(maklum butuh senderan banget nih, btw yang mau jadi sandaran hidup aku, cwo, seiman, setia, mau menerima aku dan segala kekuraanganku yang absurd ini please klik instagram aku di samping trus DM ya hiyaaa hiyaa malah curhat dan make blog sendiri buat cari jodoh)
Nahh entah gimana nih di sepanjang pencarian tempat nongkrongnya Makvee tuh berujung waktu itu sama sepupunya Makvee lagi ada acara di Satoria Hotel. Sempat banget kan ke rooftop buat foto-foto sebelum acara mulai trus turun ke lantai berikutnya karena acaranya ada di lantai bawahnya  rooftop. Waktu itu sih Makvee sempet ngebatin aja sih “coba kalau ini rooftop dipackaging sedemikian rupa pasti lucu sekaleeee” ehhhh lha kok ya gayung bersambut, ya yang namanya jodoh kan bro sist. Sabtu lalu dunk Makvee finally nongkrong nongkrong gemes sama sepupunya Makvee nih. Dan beneran sekarang tuh rooftopnya udah dipackaging selucu itu, ada gubukan kecilnya. Ada lampu-lampunya dan kursi-kuris yang ditambah. Beneran kece dan gaull sekaliiii.


Kemarin Makvee perdana nih nikmatin Promo Mr. Crab & Mussels Package. Sebenarnya menu ini baru akan tayang di Bulan Juli 2019, namun istimewa Makvee bisa icip-icip Mr. Crab & Mussels Small Package. Yummyyyy kres kresss kreess.


Dan gara-gara ada  Mr. Crab & Mussels  Small Package di mejanya Makvee beberapa tamu lain yang lewat pun jadi kepingin nyobain dan bertanya kepada petugas yang sedang berjaga. Mueheheheh emang bikin Ngiler banget sih.
Berhubung Makvee kemarin kesana pas hari Sabtu, jadi Makvee juga bebas ceria no diet-dietan makan banyak barbeque an ala Vue Bar Rooftop Kitchen and Lounge Satoria Hotel Yogyakarta. Enakkkk ada sate daging, ada sosis dan sayur, ada ikan bakar, ada thick soup yang superb creamy, pssst buat yang kelaparan ada nasi, capcay, dan juga potato. Buat yang suka manis, tenaaang dessertnya enak-enak nyoiii eh tapi ini bukan tahu bulat lho.



Daftar harganya sebagai berikut ya;

1. Every Friday Pasar Ikan
at Vue Bar Rooftop Kitchen and Lounge Satoria Hotel Yogyakarta. All You Can Eat BBQ, IDR 100K Nett/Person. Bonus Live Music. Reservation 085780132248

2. Every Saturday VueBarQ
at Vue Bar Rooftop Kitchen and Lounge Satoria Hotel Yogyakarta. All You Can Eat BBQ, IDR 100K Nett/Person. Bonus Live Music. Reservation 085780132248
3. Start July 2019 Mr. Crab & Mussels
Small package 1-2 person IDR 150k ++
-crabs 250gr
-mussels 100gr
-paprika
-sweet corn
Medium package(M) 2-3person IDR 200++
-crabs 500gr
-mussels 150gr
-paprika
-sweet corn
Large (L) For 4-5pax IDR 300K++
-crabs 750Gr
-mussels 250gr
-paprika
-sweet corn
Chef recommendation sauce
Padang sauce
black paper sauce
salted egg sauce

Gimana kalian berminat buat malam mingguan disini? Sambil renang boleh banget karena harga renang saja di Satoria Hotel Yogyakarta hanya IDR35K nett/person sudah mendapatkan fasilitas minum dan handuk. Selain berenang kamu akan dimanjakan dengan pemandangan kota dari atas. Kapan lagi dapat fasilitas lengkap kayak gini yuk, ajak keluargamu, sahabatmu, pasanganmu, tetanggamu. Karena bahagia itu tidak harus mahal, Makvee percaya ini harga yang worth it untuk kamu yang bosan nongkrong di café-café Jogja. Nongkrong di Rooftop Satoria Hotel Yogyakarta bisa menjadi pilihan kala penat .


Hotel Satoria Yogyakarta Adisucipto
Jl. Laksda Adisucipto No.Km. 8, Kalongan,
Maguwoharjo, Sleman, Kabupaten Sleman,
Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Telepon: (0274) 2802888

Perlahan-lahan sepeda motor saya melaju menuju Kotagede. Kotagede yang dibahasa Indonesia berarti Kota Besar. Tapi entah kenapa jika sampai di Kotagede ada aura yang berbeda yang saya rasakan. Lebih teduh lebih hening dan lebih sepi walaupun lokasi yang sedang saya datangi dekat dengan keramaian di Pasar Kotagede.

Kotagede adalah saksi berdirinya Kerajaan Mataram (sekarang disebut Jogja/Yogyakarta). Pada abad ke-8, Kerajaan Mataram merupakan pusat Kerajaan Mataram Hindu. Kerajaan Mataramlah bisa disebut sebagai Kerajaan Mataram Hindu yang kuat dan menguasai seluruh Pulau Jawa.
Bukti peninggalan Kerajaan Mataram dapat dilihat dari sisa-sisa peninggalannya. Seperti adanya Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Pada masanya selain sebagai Kerajaan yang kuat Kerajaan Mataram dikenal sebagai Kerajaan yang makmur. Atas dasar memiliki kemakmuran dan peradaban yang luar biasa maju inilah sehingga Kerajaan Mataram mampu membangun Candi dengan arsitektur yang luar biasa, indah, megah, dan bermakna. Namun singkat cerita pada abad ke-10, dengan suatu alasan yang saya sendiri belum menemukan alasannya di berbagai sumber manapun. Mengapa Kerajaan Mataram bedol desa alias memindahkan pusat pemerintahannya ke Jawa Timur. Rakyatnya pun berbondong-bondong meninggalkan Kerajaan Mataram dan kemudian berubahlah tempat yang semula ramai lambat laun kembali sunyi dan menjadi hutan lebat.

Salah satu pintu kayu berornarmen yang ada di Kotagede
Era Kerajaan Mataram pun berhenti pada tahun 1613, Setelah Sultan Agung memindahkan pusat kerajaan ke Karta (dekat Pleret Bantul) dan berakhirlah era Kotagede sebagai pusat kerajaan Mataram Islam. Situs ini kemudian kini dikenal dengan Situs Kerto Keraton Sultan Agung yang berada di Kerto, Kanggotan, Pleret, Bantul.


Setelah Kotagede tidak menjadi ibukota kerajaan. Masih tersisa peninggalan sejarah yang hingga kini masih ada, seperti adanya makam pendiri kerajaan, Masjid Kotagede, rumah-rumah tradisional dengan arsitektur Jawa. Ya apalagi kalau bukan menjadi tempat wisata gratisan seperti pelancong hemat macam saya ini. Yang terbaik dari berkunjung ke Kotagede adalah tata kota di Kotagede masih menggunakan tata kota masa lampau yang sungguh klasik dan elegan.

Reruntuhan benteng pun masih terlihat dan dapat ditemukan di Kotagede.
Dan dalam perkembangan selanjutnya Kotagede tetap ramai meskipun sudah tidak lagi menjadi ibukota kerajaan. Berbagai peninggalan sejarah seperti makam para pendiri kerajaan, toponim perkampungan yang masih menggunakan tata kota jaman dahulu, hingga reruntuhan benteng bisa ditemukan di Kotagede, juga yang sering digunakan sebagai tempat foto prewedd adalah Masjid Kotagede dan rumah-rumah tradisional dengan arsitektur Jawa yang khas. 

Selain klasik, saya sendiri sudah jatuh cinta dengan setiap inci Kotagede sejak lama. Ada banyak kenangan manis bersama simbah putri di Pasar Kotagede. Saya ingat berkeliling pasar bersama simbah putri tiap hari Minggu tiba. Kami berjalan-jalan di pasar, dan simbah kakung menunggu kami di luar.

Pasar Kotagede ini adalah pasar tua. Setiap pasar yang ada di Yogyakarta khususnya memiliki kalendernya masing-masing. Dan kalender ini tentu saja menggunakan penanggalan Jawa. Kalau Pasar Kotagede ini akan mengalami puncak ramai atau kalau orang Jawa menyebutnya dengan “pasarane” setiap Legi dalam hari apapun. Yang juga menarik dari Pasar Kotagede ini walaupun bangunannya telah direhabilitasi dan mengalami peremajaan berkali-kali, namun posisinya tidak berubah.


Hal ini sesuai yang dikatakan menurut sejarah, bahwa dalam tata kota kerajaan di Jawa kebiasaannya adalah menempatkan keraton, alun-alun dan pasar dalam poros selatan - utara. Hal ini juga tertulis dalam bahasa sansekerta di Kitab Nagarakertagama yang ditulis pada masa Kerajaan Majapahit (abad ke-14). Di dalam kitab ini tertulis bahwa pola pembangunan dengan mode poros selatan-utara sudah digunakan pada masa itu. Pasar tradisional di Kotagede ini juga dibangun sejak  Masa Panembahan Senopati masih aktif dan bertahan hingga kini.

Uhmmm Maka, saya sangat menyarankan jika berkunjung ke Yogyakarta nikmati juga lokalitas dan kearifan lokal yang ada di Pasar Kotagede, seperti yang tergambar dalam scene AADC ketika tokoh Cinta dkk menikmati hidangan khas angkringan di Kotagede.


Selain memiliki sejarah yang luar biasa, bangunan-bangunan di Kotagede yang apik dan fotogenik membuat sayapun tak lupa mengabadikan moment ketika berada di sana. Ada tembok hijau yang cukup genit untuk dijadikan sebagai latar belakang foto.

Dan, Jika kita berjalan lebih kurang 100 meter ke arah selatan dari Pasar Kotagede, maka kita akan menemukan kompleks makam para pendiri kerajaan Mataram Islam yang dikelilingi oleh tembok yang cukup tinggi dan kokoh.

Gapura masuk ke kompleks makam ini memiliki ciri arsitektur Hindu. Setiap gapura juga  memiliki pintu kayu yang tebal dan dihiasi ukiran yang indah. Kompleks ini dijaga oleh abdi dalem yang menggunakan busana adat Jawa dan menjaga kompleks ini selama 24 jam sehari.


Berjalan-jalan menyusuri Kotagede selain membawa ingatan saya pada kebersamaan bersama simbah sekaligus juga memperkaya wawasan saya tentang sejarah terkait Kerajaan Mataram Islam yang pernah berjaya di Pulau Jawa. Selain itu, kita masih bisa melihat dari dekat kehidupan masyarakat yang ratusan tahun silam berada di dalam benteng kokoh. pssstt katanya masih ada yang menganut kebudayaan konco wingking

Kotagede saya rekomendasikan bagi kalian yang sungguh menikmati keheningan khas Jogja dan keramahan yang sungguh "njawani"

Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan nongkrong nongkrong manis, di Swiss-Café Restaurant. Dimana sih Swiss Café Restaurant berada? Ihh kepo bangetkan? Swiss-Café Restaurant berada di dalam gedung yang indah, bergaya kolonial, interior di dalamnya benar-benar clean. Sungguh saya paling suka lampu kristal di lobi hotel. Udah kebayang belum saya berada di mana? Belum juga? Hmm baiklah jadi saya datang ke Hotel Swiss-Belhotel Yogyakarta. Hotel ini merupakan sebuah hotel bintang 5. Kalau bintang 5 tentu mewah kannn, apalagi lokasinya berada di pusat Kota Yogyakarta yang menyediakan standar layanan dan fasilitas kualitas tinggi untuk pelancong yang datang berkunjung ke Yogyakarta untuk tujuan liburan maupun bisnis.



Swiss-Belhotel Yogyakarta untuk menuju Kraton Yogyakarta memiliki waktu tempuh lebih kurang 15 menit, 30 menit ke Bandara Internasional Adisutjipto, sudah saya hitung semacet-macetnya Jogja yang tidak dapat dipungkiri Jogja makin macet. Ketika menginap di Swiss-Belhotel pengunjung hanya perlu mengolahragakan diri dengan berjalan kaki ke bank-bank dan pertokoan di sekitarnya. Di sekitar hotel ada Gramedia, KFC, MCd, dan Pizza Hut. Hotel ini memang terletak di pusat kota yang memiliki akses yang mudah ke kawasan perbelanjaan Malioboro serta kantor perbankan serta bangunan bersejarah di kota Yogyakarta.




Swiss-Belhotel Yogyakarta terletak di Jalan Jendral Sudirman No. 69, Terban, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55224.  

Swiss-Belhotel memiliki 121 kamar yang modern dan nyaman dalam empat kategori; Deluxe, Grand Deluxe, Business Suite dan Executive Suite. Seluruh kamar di desain khusus dan memiliki gaya klasik kolonial yang bertujuan agar mudah diingat dan berkesan serta desainnya yang elegan sungguh menjamin kenyamanan menginap wisatawan yang datang ke Yogyakarta. Hotel ini memiliki Tamansari Puspa Spa dan Pusat kebugaran, sebuah kolam renang atap yang modern dan elegan, dan air terjun buatan yang menyegarkan di air terjun Segaran. Hotel ini menyediakan gaya unik dan modern, dengan akomodasi mewah dan fasilitas pertemuan untuk menyambut pelancong bisnis maupun liburan.




Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

A Travel Enthusiast, Hotel Reviewer, and Food Lovers. Terima kasih sudah berkunjung ke dunia kecil Makvee.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Review Jujur Le Mindoni Cafe
  • Review Jujur Brownies Panggang Premium No. 1 di Jogja
  • Review Jujur Sate Ratu (Sate Kanak dan Sate Merah)
  • Review YATS Colony Jogja
  • Hangatkan Tubuh dan Hati dengan Sari Jahe
  • Review Cottage: Kampoeng Media Penginapan Asri di Jogja
  • Manfaat Teknik Baking Saat Make Up
  • Sehat dan Bersih Saat Menstruasi Bersama Betadine Feminine Hygiene
  • Review Jujur Staycation di The Alana Malioboro Hotel
  • Pantai Ngitun, Teluk Kecil Nan Cantik di Gunungkidul

Categories

Travel Kuliner hotel Travelling hotel review Hotel Jogja

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • Maret 2026 (1)
  • Januari 2026 (1)
  • Oktober 2025 (1)
  • Agustus 2025 (8)
  • Juli 2025 (1)
  • Juni 2025 (1)
  • Mei 2025 (5)
  • April 2025 (3)
  • Maret 2025 (13)
  • Mei 2024 (2)
  • April 2024 (1)
  • Maret 2024 (2)
  • Januari 2024 (1)
  • November 2023 (1)
  • Oktober 2023 (1)
  • September 2023 (2)
  • Mei 2023 (2)
  • April 2023 (1)
  • Maret 2023 (1)
  • Januari 2023 (1)
  • Agustus 2022 (2)
  • Juni 2022 (2)
  • April 2022 (31)
  • Maret 2022 (5)
  • Februari 2022 (2)
  • Desember 2021 (1)
  • Juni 2021 (1)
  • Mei 2021 (3)
  • April 2021 (2)
  • Maret 2021 (2)
  • Februari 2021 (4)
  • Januari 2021 (2)
  • Desember 2020 (8)
  • November 2020 (3)
  • Oktober 2020 (3)
  • September 2020 (3)
  • Agustus 2020 (1)
  • Mei 2020 (1)
  • Maret 2020 (2)
  • Februari 2020 (7)
  • Januari 2020 (1)
  • Desember 2019 (2)
  • November 2019 (3)
  • Oktober 2019 (2)
  • Agustus 2019 (4)
  • Juli 2019 (5)
  • Juni 2019 (10)
  • Mei 2019 (27)
  • April 2019 (5)
  • Maret 2019 (2)
  • Februari 2019 (2)
  • Januari 2019 (1)
  • Desember 2018 (5)
  • November 2018 (1)
  • Oktober 2018 (2)
  • September 2018 (2)
  • Agustus 2018 (2)
  • Juni 2018 (2)
  • November 2017 (1)
  • Mei 2017 (1)
  • Februari 2017 (2)
  • September 2016 (1)
  • Februari 2016 (1)
  • Agustus 2015 (1)
  • Juli 2015 (1)
  • Juni 2015 (2)
  • Mei 2015 (4)
  • November 2014 (1)
  • Oktober 2014 (1)

Komunitas Blogger Jogja

Komunitas Blogger Jogja

BLogger Perempuan Network

BLogger Perempuan Network

Komunitas Emak Blogger

Komunitas Emak Blogger

Popular

  • Review Jujur Sate Ratu (Sate Kanak dan Sate Merah)
    Yummmmy Senja menyapa perutpun berbunyi, tanda tubuh bahwa saatnya makan. Teringat sate favorit yang berada di area Jogja Paradise. Cu...
  • Review Jujur Le Mindoni Cafe
    Hi Nongkrongers? Apa kabar? Aku harap kalian baik dan sehat ya. Sebagai high quality single, Makvee pasti sangat selow dan woles ka...

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template