Langsung ke konten utama

Hutan Pinus Tempat Favorit Makvee buat “Ngadem”


Merayakan Rambut Baru dan Pemotretan di Hutan Pinus

Salah satu tempat wisata di Yogyakarta yang kini sedang happening adalah Kawasan Hutan Pinus di Imogiri Bantul. Makvee sendiri termasuk yang paling sering kalau lagi sumpek lagi pengen ngadem pasti perginya ke hutan pinus. Suasananya yang sejuk, suara pinus yang bergesekan tertiup angin, daun-daun pinus yang jatuh, aroma hutan, aroma tanah, dan suara alam bikin Makvee balik ke sana lagi dan lagi. Entah Cuma sekedar bawa rantangan nasi terus numpang makan atau hammockan sambil ngemil udah bikin Makvee bahagia. Selain murah tiket masuk dan parkirnya hutan pinus kini jadi tujuan wisata kalau wisatawan dari daerah luar Jogja bosan dengan wisata di kota. Nah Makvee udah pernah hampir ke semua tempat di  kawasan hutan pinus, karena ada banyak tempat jadi Makvee bakal ceritain satu persatu

1. Hutan Pinus Rumah Seribu Batu atau biasa disebut Rumah Hobbit


Lokasinya lumayan luas, ini adalah salah satu hutan pinus yang memiliki banyak rumah kecil-kecil macam replika rumah hobbit dalam Film The Lord Of The Ring. Maap, Foto Makvee sambil pegang produk Emeron hehehe sekalian piknik sekalian poto2 sama produk. Tiket masuknya 2 orang Rp10.000,- dan parkirnya Rp2.000,- saja. Jadi total masuk hanya Rp12.000,-. Kemudian jalan di Hutan Pinus Rumah Seribu Batu ini cenderung naik turun dan agak terjal. Ada banyak pilihan menurut Makvee, kamu bisa berpose di rumah-rumah hobbit yang lucu atau tracking pendek ke arah bukit dengan pemandangan hutan  dan pedesaan. Jalan untuk tracking lumayan naik turun dan membuat Makvee berkeringat, Jalan yang sepi dikelilingi pohon pinus dan tumbuhan liar membuat suasana hutan lebih terasa. Tapi walaupun jalanan sepi Makvee jamin aman, karena sesekali kamu akan melihat pemandangan tupai lewat atau penduduk sekitar sedang ngarit (mencari rumput untuk pakan ternak) pliss jangan kemudian terus cari tutorial ngarit gaes. Perjalanan tracking kira-kira 20 menit sampai! kalau kamu jalan dengan kecepatan pelan macam putri dan putra kura-kura, kalau jalan lebih cepat mungkin 10 menit bisa sampai. Ujung dari bukit itu ada warung yang cukup comfy khas hutan juga ada spot foto kecil-kecil dengan pemandangan hutan hutan dan hutan. Pokoknya ketinggian dan hutan terus isinya muehehehehe jangan nyari mal disini ya itu namanya Halu.

2. Hutan Pinus Mangunan

Hutan Pinus Mangunan berada di atasnya Hutan Pinus Rumah Seribu Batu. Harga tiket juga lebih murah, tiket masuk Rp5.000,- untuk 2 orang dan parkir Rp2.000,-. Ini adalah hutan pinus yang pertama kali Makvee kunjungi dan paling sering Makvee Kunjungi. Di Hutan Pinus Mangunan ini ada panggung hutan juga dan kalau mau ke panggung, harus membayar lagi biaya tiket masuk Rp5.000,- untuk 2 orang . Entah mengapa Hutan Pinus Mangunan jadi favoritnya Makvee karena walau ramai tetap terasa hening dan sejuk. Selain itu pohonnya sangat cocok untuk memasang hammock. Kalau ke atas kalian bisa menemukan kebun bunga kecil di atas bukit melewati terowongan dedaunan.


Foto angle dari atas adalah salah satu cara ketika Hutan Pinus Mangunan sedang ramai-ramainya sehingga foto yang nampak nanti dengan latar belakang pohon. Tatap foto kece manja ala 70an ternjijiki ini

3. Hutan Pinus Asri


Tempat ini mirip dengan Hutan Pinus Mangunan hanya kontur tanahnya lebih menurun. Di tempat ini juga disediakan spot foto yang bagus dan lumayan banyak. Makvee udah beberapa kali juga kesini, tempatnya asyik bisa buat hammockan. Di pinggiran jalan kita bisa melihat pohon nanas di sekitar, tapi awas jangan diambil ya. Karena siapa tahu pohon tersebut ditanam oleh pihak pengelola. Jika menuruni Hutan Pinus Asri ini kita akan sampai di pinggir bukit dengan pemandangan yang hampir sama dengan Kawasan Hutan Pinus lainnya. View Jogja dari atas, berupa hutan dan rumah penduduk. Uniknya di pinggiran bukit ini ada satu spot foto berupa kandang burung nah masalahnya foto ini belum Makvee temukan entah terselip dimana hohohoho netijen kecewa. Mending datang langsung deh buat lihat.

4. Hutan Pinus Dlingo/Puncak Becici


Hutan Pinus ini juga hampir sama dengan hutan pinus lainnya namun tidak terlalu luas, ada spot foto ayunan di pinggir bukit yang cantik dipotret ketika matahari sedang akan tenggelam. Disini ada panggung dan camp area yang cocok digunakan sebagai area camp bersama keluarga dan sahabat. Btw, di sini juga ada sarang marsupilami yang bisa digunakan untuk berfoto ala-ala marsupilami.

5. Hutan Pinus Pengger


Hutan pinus yang terletak paling utara. Menurut Makvee ini satu-satunya hutan pinus yang bisa buka sampai malam, paling polll sampe pukul 21.00 WIB, karena banyak spot foto berlampu yang justru cantik jika foto waktu malam. Sayangnya Makvee saat itu tidak mengambil gambar saat malam karena antrian dari sore panjang sekali, jadi ya ambil foto seadanya. Tiket masuk ke pinus pengger sama dengan hutan pinus lainnya, jika mau antri foto membayar Rp10.000,-/orang dan bisa mendapatkan 3 foto yang belum dicetak.

Nah itu pengalaman kecil Makvee yang keseringan banget ke hutan pinus, kalian udah pada kesana belum? Komen di bawah dunk gimana pengalaman kalian saat piknik ke kawasan hutan pinus.

Komentar

  1. Foto yg no.5, Aq belum pernah kesitu... Besok kesana ah... Btw, makin seger aja deh habis pangkas rambut. 😎

    BalasHapus
  2. Ini semua di kawasan mangunan mb? Keren semua ya..

    BalasHapus
  3. yang nomer 5 belum pernah kesana. sama dong, kalau ke hutan pinus berasa sedang bermain di negerinya para Hobbits.

    BalasHapus
  4. Aku pernah ke hutan pinus mangunan pake sepeda, mbak vee. Tapi banyakan didorong sepedanya dibanding digenjot. Hahaha

    BalasHapus
  5. foto-fotonya keren ver, apalagi modelnya . jadi pengen ke mangunan buat foto-foto

    BalasHapus
  6. Wah sangat dimanjakan dengan foto-fotonya.Kuulang-ulang lihatnya.

    BalasHapus
  7. Tips kesini yang gak terlalu crowded berarti di hari dan jam kerja gitu ya mak?

    BalasHapus
  8. Weh kapan kamu ngublekin templatemu say, kece banget... dan selamat ya udah dot kom sekarang...

    BalasHapus
  9. Keren keren foto di hutan pinusnya kak, jadi kangen main ke hutan pinus lagi.

    BalasHapus
  10. Suasana nya disana emg bikin nagih buat dikunjungi mbak hehehe

    BalasHapus
  11. Hutan pinus ini terkenal banget. Huhuhu, sayangnya belum semoat main kesana.
    Aku selalu suka ke hutan karena hawanya pasti segar. Asal jangan hutan lindung aja..takuut.

    BalasHapus
  12. Mak Vee kalau foto udah kayak model deh. Cantik banget rambut pendek atau rambut panjang

    BalasHapus
  13. Wah kamu biasa ngadem di alam yah kak. Aku biasa nunut ngadem di ATM nek nggak Indomaret Point aja AHAHAHAHAHA

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Wardah Lightening Facial Scrub

Hei, Gaes
Sambil nepukin pipi Makvee yang makin kenyal  lalu tersenyum manis karena kulit Makvee terasa lebih cerah dan segar. Hmm apasih rahasianya. Baiklah  sesuai judulnya Makvee akan mereview pengalaman menggunakan salah satu produk lokal kesayangan Makvee yaitu Wardah  Lightening Facial Scrub. Si biru yang berfaedah ini yang kini jadi favorit Makvee


Oke Makvee bahas satu  persatu ya;
1. Kemasan Wardah Lightening Facial Scrub Kemasannya cantik berwarna biru muda pastel yang nampak segar.  Kemasan yang Makvee punya itu yang 60 ml dan kayaknya Makvee belum menemukan kemasan yang lebih besar dari itu. Ringan dan mantap untuk dibawa saat travelling tidak memenuhi tempat. Kemasan tubnya juga anti tumpah karena ada bunyi  klek atau klik saat ditutup sehingga sangat aman menurut Makvee.

Dalam kemasannya juga tercantum info dermatology tested yang artinya secara dermatologis telah terbukti aman dan tentunya sudah ada ijin dari BPOM. Lebih mantap lagi di kemasannya tertulis kandungannya yang ber…

Review Jujur Estuary Cafe Yogyakarta

Hari Sabtu di awal Juli saya dan 2 teman saya menembus kemacetan Jogja. Awalnya kami berniat untuk menikmati senja di Rooftop Satoria Hotel Yogyakarta. Tapi nyatanya senja telah berlari jauh dari kami. Kami-pun batal untuk menikmati senja. Mencari random café-café di Jogja, hingga bertanya ke teman-teman penggemar kopi dan foodgrammer Jogja. Saya pun menemukan instagram Estuary.id yang menampilkan suasana yang cozy dan lucu, dan tentunya instagramable yakaaan ya duonkkkk. Apalagi hari itu saya membawa gear lensa sudra saya Nikon D3500. Tentunya selain makan, sayapun ingin memotret sudut-sudut cantik Estuary Cafe.
Ketika datang, mobil grab pesanan kami disambut dengan baik dan diarahkan dengan baik pula oleh petugas parkir Estuary Café. Kami pun masuk dan disambut dengan teriakan anak-anak muda yang nampak fresh dan nampak sigap membantu. Saya pikir Estuary memang menerima anak-anak muda yang masih kuliah dan mau bekerja part time. Begitu masuk kami langsung disambut oleh kasir yang …

OldTown White Coffee Menu di Jogja Simanjuntak Bikin Pengen Semua

Selasa siang itu saya ingin sejenak lari dari rutinitas, pssst saya menemukan 1 tempat baru di Jl. C. Simanjuntak No.78A, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Wow begitu masuk saya langsung jatuh cinta dengan konsep ruangannya yang simple, stylish, dan elegant. Lokasi berada di dekat area kampus dan dekat dengan jalan raya sehingga sangat-sangat mudah ditemukan. Berada di depan Sekolah Vokasi UGM, sebelah selatan Larissa, dan sebelah utara KFC depan Mirota Kampus. 
Sekilas Tentang OldTown White Coffe
Sedikit tentang OldTown White Coffe ini, saya sendiri baru tahu tempat ini di Yogyakarta tepatnya di Jalan Simanjuntak, karena di kota-kota lain mungkin sudah banyak OldTown White Coffe. Tentunya, ini adalah pengalaman saya juga untuk yang pertama kalinya ke OldTown White Coffee. Pertama kalinya berkunjung ke OldTown White Coffee ketemunya yang dekat-dekat saja di Simanjuntak. Hahahahha udah deh saya jangan dikatain norak ya. Old Town ini jika diterjemahkan dari bahasa Inggris ke Ba…