Makvee Story

Travel Enthusiast, Hotel Reviewer, and Food Lovers

  • Home
  • Travel
  • Kuliner
  • Hotel
  • Lifestyle
  • Contact Us

Sebagai penggemar Drama Korea disingkat Drakor, saya tentu membutuhkan platform menonton yang supportif. 2 Platform yang selama ini saya gunakan adalah Viu dan Netflix.

Viu adalah salah satu aplikasi streaming yang banyak diunduh lantaran GRATIS, Ya Gratis itu penting. Viu menjadi andalan saya karena memiliki banyak drama dan film tidak hanya drama dan film Korea saja. Tampilan VIU tidak ribet sehingga mudah dalam pencarian film atau drama.

VIU

Viu juga platform yang memiliki konten yang variatif, karena kita juga bisa menonton film Asia yang terpopuler dan terbaru. Tidak heran jika banyak yang lebih suka menggunakan Viu dibandingkan dengan aplikasi lainnya. Viu juga bisa ditonton secara offline dengan catatan film atau drama telah diunduh terlebih dahulu. Aplikasi Viu memungkinkan kita bisa menemukan fitur download sehingga kita bisa menontonnya secara offline tanpa khawatir saat berada di daerah sulit sinyal

Viu juga selalu memiliki tayangan up to date, saya menyukai Viu karena konten yang disediakan selalu update. Sehingga penonton bisa mengetahui drama Korea atau film apa saja yang terbaru. Plus ada sinopsis pada setiap episode sehingga semakin membuat penonton menikmatinya. Harga berlangganan yang cukup affordable menurut saya, karena kita hanya perlu mengeluarkan Rp30.000 untuk bisa mendapat akses tanpa halangan.

NETFLIX

Netflix juga merupakan sebuah platform streaming online, pengguna dapat memilih film dan serial televisi untuk ditonton di mana saja dan kapan saja. Netflix juga lebih fleksible karena memiliki beragam pilihan menonton menggunakan PC, laptop, smartphone, atau tablet. Layanan ini bisa dinikmati dengan membayar biaya berlangganan tiap bulan mulai dari Rp 109.000. Serial atau Reality Show dari luar  yang tidak ditemukan di televisi bisa didapatkan di Netflix.

Kehadiran Netflix memang telah menjadi sebuah alternatif baru yang menyenangkan untuk beralih dari siaran televisi lokal yang banyak tidak berkualitas. Netflix juga kontennya lengkap, pembayarannya mudah. Netflix juga mempunyai beberapa fitur yang dapat menyenangkan pengguna, seperti Profiled, My List, dan Continue. Fitur Profiled berguna untuk membuat akun yang berbeda-beda. Misalnya, akun untuk anak-anak. Maka akun tersebut hanya bisa mengakses konten-konten yang disediakan untuk anak-anak. Fitur My List untuk membuat daftar video yang kita sukai untuk dinikmati lagi, seperti fitur “Playlist” yang ada pada aplikasi pemutar musik. Sedangkan fitur Continue merupakan fitur yang secara otomatis memutar waktu terakhir kamu menonton video. Sehingga saat kamu ingin menonton kembali, film akan memutar pada waktu tersebut.

2 Aplikasi ini sudah menjadi langganan saya. Hiburan dengan harga affordable, bisa memilih perangkat dan fleksibel.

 

 

Maret 2 tahun lalu, ya 11 Maret 2022 adalah ulang tahun virus yang telah membersamai kita, membuat gerak kita terbatas, membuat kita takut, ragu, dan bertanya tentang apa yang terjadi. Saya ingat ketika Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO) telah menyatakan wabah Covid-19 sebagai pandemi pada 11 Maret 2020. Dunia menjadi semakin waspada dengan memaksimalkan penanganan Covid-19 melalui berbagai cara.

Salah satu yang mendasari penetapan pandemi kala itu adalah penyebaran Covid-19 yang begitu massif dan telah merambah ke lebih dari 110 negara dengan lebih dari 100.000 kasus. Bayangkan betapa mengerikannya saat itu, dan jujur saya takut. Di sisi lain bencana alam pun tak kalah serunya ya banjir. Banjir bandang yang melanda Kalimantan, kebakaran hutan, badai, dan putting beliung semuanya rasanya begitu kewalahan hadir di hidup manusia.

Sumber Foto https://teks.co.id/kerusakan-lingkungan-hidup/

Sementara itu kasus positif Covid-19 di Indonesia terus saja bertambah dari waktu ke waktu.
Menarik ke belakang sejak pertama kali diumumkan dua pasien mengidap Corona pada 2 Maret 2020 ya 2 tahun lalu, kemudian jumlah pasien positif yang dirawat setelah pengumuman 2 orang terjangkit meningkat pesat mencapai 69 orang dan terus meningkat meningkat dan meningkat.

Jika saya flashback ke belakang lagi, masih ingat pula saat itu pemerintah pada 6 Maret 2020 menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi protokol Kesehatan yang merupakan bagian dari sistem penyangga dalam upaya menjaga keselamatan dan kesehatan diri serta lingkungan guna membatasi penyebaran Covid-19. Ingatkah kita? Bahwa kala itu masker juga menjadi barang langka. Menulis ini mata saya berair dan seluruh tubuh saya bergidik.

Memang virus Covid-19 ini cenderung labil, cepat mutasinya dan tidak cukup tahan di luar inang atau segera mati oleh panas matahari. Walau panas matahari tidak menjadi jaminannya. Ada banyak premis yang beredar di luar sana, tapi saya pikir kerusakan bumi ini, pemanasan global, mudah berkembangnya virus tentu saja sedikit banyak disebabkan oleh tingkah manusia yang semakin tidak berakal budi.

Mengutip dari World Health Organization (WHO), United Nations (UN), dan World Wide Fund (WWF) menyatakan bahwa pandemi seperti virus corona merupakan hasil dari kerusakan alam yang dibuat oleh manusia. Perdagangan satwa liar yang ilegal, hewan-hewan ekstrim yang dimakan, hewan yang mestinya tidak dikonsumsi dijadikan dalih sebagai obat yang entah sebenarnya hanya alasan atau memang kerakusan manusia yang semakin menjadi-jadi, hingga kehancuran hutan dan tempat-tempat alam liar lainnya masih menjadi faktor pendorong di balik meningkatnya jumlah penyakit baru yang berpindah dari satwa ke manusia. 

Para pemimpin WHO, UN, dan WWF menyerukan adanya pemulihan lahan hijau yang sehat demi bangkit dari kondisi pandemi Covid-19, terutama dengan mereformasi pertanian yang rusak dan program-program lingkungan yang berkelanjutan. Terutama meningkatkan kesadaran manusia untuk kembali lagi berefleksi dan mencintai alam yang kita tinggali dengan lebih dan lebih.

Tindakan Nyata Untuk Mengurangi dan Menolak

Menjadi Si Bawa Bekal

Hal yang saya biasakan sekarang adalah mengurangi yang dibutuhkan dan menolak yang sekiranya bisa ditolak. Berdisiplin membawa kantong belanja tiap kali datang ke supermarket. Menolak plastik jika ada pilihan kardus saya lebih memilih menggunakan kardus. Selain itu kardus yang disediakan di beberapa supermarket besar langganan saya itu gratis dibanding plastik yang dikenakan tarif Rp200,- perak.

Saya juga termasuk orang yang hobi mengoleksi tempat makan dengan 1 merk. Merk tersebut merk kesayangan emak-emak se-Indonesia nampaknya yang jika lupa dibawa pulang bisa menimbulkan prahara. Namun tidak hanya satu merk itu saja yang saya miliki, asal wadahnya itu bagus dan bisa digunakan dalam waktu lama pasti saya simpan. Bahkan wadah thinwall dari katering juga saya kumpulkan. Walaupun digunakan kedua kalinya tapi asal menyimpan makanan dingin seperti slice fruit, salad, atau snack nyatanya aman-aman saja.

Tukang bubur ayam, bubur kacang hijau, penjual nasi uduk, nasi kuning, selalu senang menyambut wadah makan saya, bahkan kadang porsinya ditambah karena saya bawa tempat dan kantong sendiri. Mantap bukan!

Si Totebag


Saya ingat teman saya Shinta, yang memberi saya kado totebag merah maroon berbahan kanvas untuk saya, senang sekali rasanya karena dia tau saya penyuka totebag, mulai dari totebag event, totebag supermarket, dan totebag souvenir hasil kondangan manten saya kumpulkan. Menjadi pengganti kantung plastik yang bisa saya cuci atau mau berganti tiap hari juga bisa.

Kebiasaan tersebut memang pembiasaan dari kecil membawa bekal makan sendiri dan tas sendiri 

Si Perhitungan

Teman-teman di kantor saya tahu saya ini hobi jajan. Tapi hobi jajan kan harus tetap memperhatikan lingkungan, itu prinsip saya. Kalau saldo di aplikasi pengantar makanan daring saya sedang penuh. Saya biasa memesannya secara daring, eitss tapi ada tapinya demi memikirkan emisi dan berhemat, biasanya saya pilih makanan yang ada di sekitar dengan jarak antara 2-3 Km. Lalu, saya juga tidak memesan di jam padat pesanan. Selain lama, nanti kendaraan driver harus bermacet-macetan, dan ini tentu saja menambah emisi. Kalaupun saldo di aplikasi daring saya menipis saya memilih untuk sejenak keluar kantor, yang bisa saya jangkau dengan berjalan kaki maka saya akan berjalan kaki, tapi kalau harus naik motor, saya pilih sekali lagi yang dekat-dekat saja.

Hemat Listrik Seperti Kata Ibu Saya


Siapa di rumah yang paling bawel soal listrik, pasti Ibu. Ya mungkin banyak yang merasakan ini, demikian juga saya. Ibu saya adalah orang yang paling sering mengingatkan orang-orang di rumah untuk mematikan listrik. Tapi ada benarnya juga, hemat listrik agar pembayaran listrik bulan depan tidak melonjak tapi efek besarnya tentu saja pengurangan emisi. Ya demi  #UntukmuBumiku #TeamUpforImpact Bagi saya si hobi tidur ini, tidur lebih cepat membuat saya lebih bugar setiap harinya apalagi semenjak hamil ini, saya jadi benar-benar “kebo” hobi tidur. Jika memang ada pekerjaan yang bisa saya kerjakan dari pagi ke siang maka saya akan bekerja sepanjang pagi ke siang. Malam saya usahakan untuk tidak terlalu banyak menggunakan listrik dengan begini emisi akibat penggunaan listrik yang tidak diperlukan pun bisa dikurangi. Saya juga selalu dari kecil tidur dengan lampu padam, justru kalau lampu dinyalakan saya tidak bisa tidur.

Mencoba Menanam



Agar tidak keseringan jajan dan mengurangi belanjaan saya mulai menanam di rumah, walaupun masih kecil-kecilan semoga bisa menjadi manfaat yang besar. Saya menanam cabai, bunga-bunga, strawberry, menanam kembali akar daun bawang yang tersisa di dapur, dan menanam telang

Saya yakin langkah kecil saya bisa membawa dampak perubahan yang besar bagi bumi, apalagi bulan april ini kita diiingatkan kembali mengenai hari bumi. Bumi tempat kita tinggal dan hidup. Siapa yang menjaganya kalau bukan kita. Dari Pandemi Kita Belajar bahwa inilah waktu paling mulia untuk kembali mencintai bumi.  #UntukmuBumiku #TeamUpforImpact

 



Mengenai Film saya sedang jatuh cinta dengan Film Korea keluaran 11 Februari 2022 berjudul Love and Leashes. Film ini tentang BDSM yang disajikan dengan konsep romantic comedy. Dalam Ilmu Komunikasi yang saya pelajari sebuah media merepresentasikan suatu realitas, karena setiap media merepresentasikan sesuatu dengan cara yang beragam. Perkembangan media kini menjadi suatu cara untuk dapat mengkomunikasikan suatu pesan secara massal. 

Media merupakan sebuah proses representasi yang dibuat oleh pembuat yang mengkontruksikan makna dalam sistem representasi tersebut dan dalam hal ini direpresentasikan dengan baik oleh sutradara perempuan bernama Park Hyeon-Jin.
Pemain Utama Beserta Sutradara

Sebagai seorang perempuan ia termasuk seorang sutradara yang revolusioner. BDSM sendiri masih menjadi sesuatu yang tabu di beberapa belahan dunia, di Korea sendiri apalagi di Indonesia. Sang sutradara mengatakan memutuskan menggarap film ini karena memang ceritanya yang menggabungkan elemen humor, asmara, dan isu-isu gender.

Buat kalian yang belum mengerti mengenai BDSM, ini dia sedikit penjelasannya yang saya ambil dari repository UMY mengenai penelitian tentang BDSM http://repository.umy.ac.id

BDSM sendiri itu merupakan singkatan dari Bondage and Discipline, Sadism and Masochism (perbudakan, disiplin, sadis dan masokis). Istilah ini sendiri adalah sebuah praktik seksual yang melibatkan rasa sakit dankekerasan saat bercinta serta melukai sendiri atau pasangan untuk mencapai kepuasan. BDSM ini sendiri fokusnya adalah sexual pleasure.

BDSM merupakan budaya seksual non-mainstream, atau diluar biasa orang pada umumnya. BDSM sendiri masih menjadi Marginalized Sexual Subculture, di mana masih banyak perdebatan. BDSM merupakan sebuah budaya aksi seksual namun budaya yang masih terpinggirkan. Masihbanyak pertentangan dikalangan masyarakat jika BDSM merupakan aksi seksual yang menyimpang atau tidak. Dalam permainan BDSM, pelaku dibagi menjadi dua, yakni dominan dan submisif. Sesuai dengan namanya, dominan berperan sebagai pengendali dari semua aktivitas seksual, sedangkan submisif akan menerima apa saja yang dilakukan pihak dominan. Siapapun berpotensi menjadi BDSM. Bila dilihat dari faktor pemicunya. 

Pelaku BDSM dibagi menjadi 2, yakni lifestyle BDSM dan Kink or Fetish BDSM.

Lifestyle BDSM merupakan orang yang telah menjadikan BDSM gaya hidupnya. Jadi, pada saat melakukan hubungan seksual dengan pasangannya nanti, ia pasti akan melakukan apa saja yang ada di dalam BDSM. Berbeda dengan kategori Kink or Fetish, BDSM yang satu inibukanlah gaya hidup melainkan hanya keinginan untuk mencoba-coba beberapa hal yang ada dalam BDSM. Jika sesekali melakukan peralatan atau aturan yang diberlakukan pada BDSM sudah termasuk dalam pelaku BDSM.

Dalam BDSM terdapat sebuah consent consensual atau sebuah perjanjian. BDSM diawali dengan adanya consent, consent merupakan sebuah kontrak tertulis yang berisikan semua tentang BDSM, tahapannya, dan juga peraturan yang sengaja dibuat oleh kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan, lebih tepatnya pihak dominan yang membuat beberapa penawaran kesepakatan. Mengutip dari Tulisan Rubin taun 1984 tentang BDSM,

Di dalam BDSM terdapat 3 kunci utama untuk mengawalinya, yakni adanya kemampuan, informasi, dan kemauan. tiga hal tersebut menjadi point utama bisa dijalankannya sebuah BDSM

Film BDSM lain yang cukup terkenal adalah Fifty Shades of Gray, yang mungkin tidak terlalu menjadi masalah di sana karena memang BDSM di negara Eropa dan Amerika adalah hak setiap individu asal keduanya berada pada konsensus yang sama.

Uhhh jujurly saya suka film beraroma BDSM entah kenapa itu begitu menyenangkan untuk dilihat bagi saya pribadi itu lebih sebagai kegiatan bernuansa seni, seperti ada koregrafinya dan terkonsep.

Lanjut kita bahas mengenai Love and Leashes

Film Love and Leashes berkisah tentang Jung Ji Woo (Seohyun SNSD) yang bekerja di sebuah perusahaan besar. Ji Woo sendiri memendam perasaan pada rekan kerjanya, yakni Jung Ji Hoo (Lee Jun Young).Kisah mereka dimulai ketika paket Ji Woo tertukar di Ji Hoo karena nama mereka yang mirip. Tanpa disangka, paket tersebutlah yang membuka rahasia Ji Hoo.

Ji Hoo sendiri dikenal sebagai pria yang sempurna dan terlihat cukup baik, berbeda dengan Ji Woo yang lebih lugas dan perfectionis dalam bekerja . Namun ternyata Ji Hoo yang mencitrakan diri sebagai lelaki baik-baik memiliki rahasia yang tak disangka. Rahasia tersebut pun terungkap lewat paket yang dibuka oleh Ji Woo. Karena kejadian tersebut, keduanya pun terlibat dalam hubungan yang tidak biasa.

Paket yang dibuka oleh Ji Woo adalah tali anjing. Saat membuka paket itu, Ji Hoo pun berlari ke arah Ji Woo dan mengatakan itu adalah paket miliknya. Ji Hoo pun akhirnya mengatakan pada Ji Hoo mengenai fetish yang dimiliknya dalam bercinta. Ia tertarik untuk menjadi submissive. Ji Hoo pun menawarkan jika Ji Woo ingin menjadi masternya atau sebagai pihak yang Dominan dalam BDSM

Mendapatkan penawaran itu, Ji Woo pun penasaran, mempertimbangkan, hingga akhirnya ia menerima dan melakukan kontrak Dominan Submisif selama 3 bulan.

Seo Hyun SNSD 

berperan sebagai Jung Ji Woo dalam film Korea dewasa Love and Leashes. Seohyun sendiri sudah berperan dalam berbagai macam drama dan juga film. Drama populer yang pernah ia mainkan adalah Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo.

Lee Jun Young U-KISS
Lee Jun Young berperan sebagai Jung Ji Hoo dalam film ini. Ia pun kerap berperan dalam berbagai macam drama. Lee Jun Young sempat membintangi drama MBC Goodbye to Goodbye yang mengantarkannya pada piala Best New Actor dari ajang penghargaan MBC Drama Awards 2018.

Setelah UNB dibubarkan, Lee Jun Young semakin aktif menjajal berbagai peran setiap tahunnya. Beberapa penampilan ikonik Lee Jun Young bisa ditonton dalam drama Class of Lies (2019), Good Casting (2020), Please Don't Date Him (2020), Imitation (2021), dan terbaru Let Me Be Your Knight (2021).

Pada 11 Februari 2022, Lee Jun Young resmi debut film dengan menjadi pasangan Seohyun SNSD di Love and Leashes yang tayang secara eksklusif di Netflix.

Lee Jun Young juga sudah pernah merasakan panggung teater karena pernah berpartisipasi dalam drama musikal sejak 2014.

Banyak keseruan yang terjadi dalam film ini. Tapi saya tidak akan banyak spoiller, lebih baik kalian menonton sendiri di Netflix dan rasakan keseruannya. Apa salahnya menonton film dengan tema lain daripada yang lain.

 

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

A Travel Enthusiast, Hotel Reviewer, and Food Lovers. Terima kasih sudah berkunjung ke dunia kecil Makvee.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • OldTown White Coffee Menu di Jogja Simanjuntak Bikin Pengen Semua
  • Blogging: Mesin Waktu Paling Personal yang Pernah Aku Miliki
  • Review Azalea Hijab Shampoo Terbaik untuk Rambutmu
  • Hangatkan Tubuh dan Hati dengan Sari Jahe
  • Jambon Resto :Merayakan 14 Tahun Kebersamaan
  • Insto Dry Eyes Solusi untuk Mata Kering
  • Menikmati Suasana Pedesaan di Disawa Pawon
  • Review Jujur Le Mindoni Cafe
  • Sehat dan Bersih Saat Menstruasi Bersama Betadine Feminine Hygiene
  • Pengalaman Eksisi Biopsi: Ternyata Nggak Seseram Itu, Hanya Mabuk Bius

Categories

Travel Kuliner hotel Travelling hotel review Hotel Jogja

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • Mei 2026 (1)
  • Maret 2026 (1)
  • Januari 2026 (1)
  • Oktober 2025 (1)
  • Agustus 2025 (8)
  • Juli 2025 (1)
  • Juni 2025 (1)
  • Mei 2025 (5)
  • April 2025 (3)
  • Maret 2025 (13)
  • Mei 2024 (2)
  • April 2024 (1)
  • Maret 2024 (2)
  • Januari 2024 (1)
  • November 2023 (1)
  • Oktober 2023 (1)
  • September 2023 (2)
  • Mei 2023 (2)
  • April 2023 (1)
  • Maret 2023 (1)
  • Januari 2023 (1)
  • Agustus 2022 (2)
  • Juni 2022 (2)
  • April 2022 (31)
  • Maret 2022 (5)
  • Februari 2022 (2)
  • Desember 2021 (1)
  • Juni 2021 (1)
  • Mei 2021 (3)
  • April 2021 (2)
  • Maret 2021 (2)
  • Februari 2021 (4)
  • Januari 2021 (2)
  • Desember 2020 (8)
  • November 2020 (3)
  • Oktober 2020 (3)
  • September 2020 (3)
  • Agustus 2020 (1)
  • Mei 2020 (1)
  • Maret 2020 (2)
  • Februari 2020 (7)
  • Januari 2020 (1)
  • Desember 2019 (2)
  • November 2019 (3)
  • Oktober 2019 (2)
  • Agustus 2019 (4)
  • Juli 2019 (5)
  • Juni 2019 (10)
  • Mei 2019 (27)
  • April 2019 (5)
  • Maret 2019 (2)
  • Februari 2019 (2)
  • Januari 2019 (1)
  • Desember 2018 (5)
  • November 2018 (1)
  • Oktober 2018 (2)
  • September 2018 (2)
  • Agustus 2018 (2)
  • Juni 2018 (2)
  • November 2017 (1)
  • Mei 2017 (1)
  • Februari 2017 (2)
  • September 2016 (1)
  • Februari 2016 (1)
  • Agustus 2015 (1)
  • Juli 2015 (1)
  • Juni 2015 (2)
  • Mei 2015 (4)
  • November 2014 (1)
  • Oktober 2014 (1)

Komunitas Blogger Jogja

Komunitas Blogger Jogja

BLogger Perempuan Network

BLogger Perempuan Network

Komunitas Emak Blogger

Komunitas Emak Blogger

Popular

  • Review Jujur Sate Ratu (Sate Kanak dan Sate Merah)
    Yummmmy Senja menyapa perutpun berbunyi, tanda tubuh bahwa saatnya makan. Teringat sate favorit yang berada di area Jogja Paradise. Cu...
  • Review Jujur Le Mindoni Cafe
    Hi Nongkrongers? Apa kabar? Aku harap kalian baik dan sehat ya. Sebagai high quality single, Makvee pasti sangat selow dan woles ka...

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template