Langsung ke konten utama

OldTown White Coffee Menu di Jogja Simanjuntak Bikin Pengen Semua


Selasa siang itu saya ingin sejenak lari dari rutinitas, pssst saya menemukan 1 tempat baru di Jl. C. Simanjuntak No.78A, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Wow begitu masuk saya langsung jatuh cinta dengan konsep ruangannya yang simple, stylish, dan elegant. Lokasi berada di dekat area kampus dan dekat dengan jalan raya sehingga sangat-sangat mudah ditemukan. Berada di depan Sekolah Vokasi UGM, sebelah selatan Larissa, dan sebelah utara KFC depan Mirota Kampus. 

Sekilas Tentang OldTown White Coffe
Sedikit tentang OldTown White Coffe ini, saya sendiri baru tahu tempat ini di Yogyakarta tepatnya di Jalan Simanjuntak, karena di kota-kota lain mungkin sudah banyak OldTown White Coffe. Tentunya, ini adalah pengalaman saya juga untuk yang pertama kalinya ke OldTown White Coffee. Pertama kalinya berkunjung ke OldTown White Coffee ketemunya yang dekat-dekat saja di Simanjuntak. Hahahahha udah deh saya jangan dikatain norak ya. Old Town ini jika diterjemahkan dari bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia berarti Kota Tua. Old Town ini adalah rantai restoran kopi tiam bersertifikat halal terbesar di Malaysia di Ipoh, Perak yang didirikan sejak 1999. Di Yogyakarta hadir di 2 tempat OldTown White Coffe di JCM dan OldTown White Coffe di Simanjuntak. Oldtown White Coffee telah ada di Indonesia sejak 2011. Resto yang membuka cabang ke-30 di Jogya City Mall merupakan outlet pertama yang dibuka di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ke-2 di Yogyakarta kemudian ada OldTown White Coffe Yogya Simanjuntak.

Perpaduan desain minimalis dan modern, namun tetap mempertahankan nuansa peranakannya, OldTown White Coffee Café yang didominasi warna putih pada interiornya, menawarkan atmosfer yang lebih cerah dan menyegarkan sehingga sangat cocok untuk bersantai maupun sebagai tempat pertemuan bersama teman dan kolega  yang memang menargetkan segmentasi pelanggan yang lebih luas, tidak hanya kalangan professional dan keluarga namun juga anak muda.

Selain itu OldTown White Coffee Café menawarkan sajiannya yang lebih bervariasi mulai dari Original White Coffee yang sudah sangat legendaris mendampingi berbagai makanan khas peranakannya seperti Malaysian Cuisine, Indonesian Favorites dan juga Western Delight, kali ini semakin dilengkapi dengan menu Salad, Soup hingga berbagai pilihan Sandwich dan Pasta.

OldTown White Coffee Café juga memanjakan para pecinta kopi dengan menambah aneka menu kopi dengan metode Manual Brewing yaitu V60 - Pour Over dan sebagai alternatif bagi yang ingin menikmati kopi OldTown namun memiliki waktu yang terbatas,  maka tersedia juga OldTown White Coffee Cold Brew yang dikemas dalam botol sehingga dapat dinikmati  segera kapan dan di mana saja.

Semakin lengkapnya variasi menu yang ditawarkan, OldTown White Coffee juga semakin meningkatkan layanan penyediaan makanan dan minuman guna memenuhi kebutuhan para pelanggan setianya , mulai dari Catering Lunch Box, Prasmanan, Coffee Break hingga menghadirkan Booth dan Food Truck yang telah berpengalaman dalam menangani berbagai penyelenggaraan acara.

SEJARAH OLDTOWN WHITE COFFEE
Dari sudut kota Ipoh, OldTown White Coffee hadir , toko kopi kecil ini kini menjadi sangat terkenal dan menjadi pembicaraan orang banyak selama beberapa dekade karena terkenal dengan kopi putihnya yang unik dan harum.
 

Kisah kopi "kopi putih" ini dimulai pada tahun 1958 ketika pendirinya,seorang pria Hainanese dari Ipoh, menemukan metode unik memanggang perpaduan biji kopi Liberica, Arabica dan Robusta, yang dipanggang dengan caramel pada suhu yang tinggi dan menjadikan kopi ini sangat popular terutama bagi para peminum kopi lokal.
Kemudian sejak tahun 1999, OldTown White Coffee memproduksi berbagai macam minuman  dan produk makanan khas tambahan yang dijual pada lebih dari 200 gerai di Ipoh, Malaysia dan sekitarnya.

Dan pada tahun 2005, bisnis ini semakin berkembang dan OldTown White Coffee mulai melakukan penetrasi di sektor F&B dengan membuka jaringan dan melakukan modernisasi dan berubah dari konsep warung kopi tradisional Ipoh menjadi Restaurant modern dan mulai saat itulah nama dan bisnis “OldTown White Coffee” mulai mendunia.

Saat ini OldTown White Coffee sudah hadir di China, Singapore, Australia, Hongkong, Myanmar, Cambodia, Indonesia dan Malaysia, dengan jumlah gerai total  240 gerai.

Tidak berhenti disitu saja, OldTown White Coffee dengan dukungan pabrik kopi milik sendiri, mengekspor minuman instant ke 13 negara di seluruh dunia dan  kini mengembangkan konsep terbaru yaitu konsep Café.

Siang itu sebenarnya random saja sih mau makan siang aja titik. Kebetulan sedang di seputaran UGM trus tanya

"Hi Google tempat makan enak terdekat dimana nih" keluarlah semua rekomendasi tempat makan dari Google. Hmmm menarik juga pas saya lihat ada Old Town Yogya Simanjuntak di Google Bisnis, langsung klik map dunk kemudian directions, ehhh ehhh ternyata hanya cukup 3 menit untuk menuju ke lokasi.
Saya adalah penggemar makanan Indonesia, terutama ketika jam makan siang tiba. Nasi menjadi pilihan saya untuk menikmati makanan yang tidak ribet di lidah saya. Nasi menurut saya menjadi pilihan tepat untuk perut saya ketika lapar memang sudah minta untuk segera dipadamkan.

Bersama teman-teman saya siang itu ketika melihat OldTown White Coffe Menu langsung berebut memilih menu-menu yang dirasa cocok, enak, dan mengenyangkan perempuan gendat seperti saya hahahaha. Jadi begitu buku OldTown White Coffe Menu dibuka, tentunya saya langsung mencari ke bagian Rice Bowl dan terpilihlah Malaysian Curry Chicken dan Pop Corn Latte.


Malaysian Curry Chicken

Nasinya dibagi 2, nasi putih dan nasi yang berbumbu curry, di atasnya diisi dengan telur rebus yang dibelah menjadi 2, ayam crispy yang dipotong, salad sayur tanpa dressing, kentang goreng berbumbu, lalu sambel teri yang buanyak di piring. Ya karena Malaysia serumpun dengan Indonesia ya bagi saya makanan ini sangat cocok di lidah saya. Rasa ayamnya enak dan potongannya tidak pelit, besar-besar dan banyak yang ditaruh di dalam piring. Salad sayurnya segar dan mengimbangi nasi lemaknya. Sayur yang diletakkan memberi kesegaran di mulut sekaligus crunchy-crunchy yang segar. Nasinya pun cukup mengenyangkan, masih ditambah potongan kentang besar-besar yang ditaruh di atas ayam crispy. Wuahh sungguh kenyang dan worth it. Sepiring Malaysian Curry Chicken dibanderol dengan harga Rp58.000,-

Pop Corn Latte

Bentuknya yang cantik menarik perhatian saya, si popcorn yang manis yang diletakkan sebagai topping yang ditancapkan pada Whipped Cream. Sluuuurp enak banget. Old Town White Coffe dalam rasa popcorn yang diblend. Kemudian, diberi topping wipceam full diatasnya. Lalu ditaruhlah popcorn caramel yang lezat di atas Whipped Cream yang melimpah itu. Langsung ngiler saya begitu pesanan saya ini datang, Pop Corn Latte pilihan tepat siang hari agar tetap semangat menjalani sisa hari itu.

Review Rasa
Kalau menurut lidah saya yang Indonesia banget ini, makanan yang saya pesan All Gooooooood. Apalagi Malaysian Curry Chicken yang super duper endulita, rasanya benar-benar rumahan. Apalagi sambal terinya yang nylekit dan merah itu membuat saya berkeringat pedes-pedes enak nagih. Ehh ehhh tapi jangan salah, karena saya sempat mencicipi makanan lain yang dipesan oleh teman saya yang gak kalah wuenak banget. Beberapa teman saya kalap ada yang memesan Kaya and Butter Toast, Avocado Prawn, Hainan Chicken Rice, Signature Seafood Pasta, Signature Chicken Noodle, Spicy Thai Fillet Fish, dan Butter Milk Fried Chicken dan pas icip-icip saya jadi kepengen balik lagi ke Old Town Jogja Simanjuntak buat cobain lagi satu-satu deh

Selain minuman yang saya pesan Pop Corn Latte, kawan-kawan saya juga memesan minuman yang beragam. Dan tentunya kami saling mencicipi minuman satu dengan yang lainnya, ada yang pesan Cendol, Coffee Lava, Signature Ice Cream, Ice Kacang, Red Bean Matcha, White Coffee Original , Malaysian Teh Tarik, Sparkling Yuzu Coffee, Enriched Chocolate

Asli deh ini harga dan rasa emang cocok dan worth it banget. Tidak akan ada penyesalan, sekali-kali bolehlah ya makan siang di tempat yang fancy plus makanannya top markotop gini.

Old Town White Coffe Menu




























Jam Buka Old Town Yogyakarta Simanjuntak
Selasa 10.00–22.00 WIB
Rabu 10.00–22.00 WIB
Kamis 10.00–22.00 WIB
Jumat 10.00–23.00 WIB
Sabtu 10.00–23.00 WIB
Minggu 10.00-23.00 WIB

Komentar

  1. saya sering lewat sini mbak, tempatnya memang bagus tp sayang belum pernah jajan disini. lihat menu-menunya jadi pengen, besok aku coba pop corn latte juga ah

    BalasHapus
  2. Wah, iya, betuuul, semua terlihat emplokable!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Laper mbak, ayolah kapan gandeng aku kemari

      Hapus
  3. Pilihan makanan dan minumannya cukup banyak ya. Jadi ngiler euy. Kalau nanti mudik Jogja sempatkan ke sini ah

    BalasHapus
  4. Wah.. Bikin ngiler semua... Enaknya ke sini bareng-bareng ya. Jadi nanti bisa saling mencicipi..hihi.

    BalasHapus
  5. kesini ah lain kali, suami suka coffe, aku suka makan! cocok! hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahhh pantes jodoh. kapan aku dapat jodoh #ehh

      Hapus
  6. Wuik asyik dong kalau temen ngopinya kuliner enak-enak...

    BalasHapus
  7. Wah tempatnya keren banget, menunya juga bikin laper semua nih, he he.

    BalasHapus
  8. asikkkk, ntar pas aku mudik jogja, traktir disini ya makkkkk

    BalasHapus
  9. Padahal lumayan sering lewat dekat Mirota, juga ke mirota kampus, malah baru tau dr sini keberadaan OldTown White Coffee ini.

    itu menunya memang bikin mupeng semua mbak, bisa lupa diet jk lihat menu delicious spt itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbakkk bener bangetttt kalau kesini buat dinner berdua seru juga mbak

      Hapus
  10. Baca malem malem jadi auto ngiler deh. Kebayang supreme seafood noodles nya, huhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ndang dijajall kemudian traktirlah akuuuuuw

      Hapus
  11. Wow.. menunya banyak benerrr.. Kudu dicobain nih yaa biar puas. Btw ini lokasinya dekat dong dari rumahku, Dari perempatan ringroad Kentungan tinggal lurussss aja ke selatan. Makasih MakVee buat rekomendasi dan reviewnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuahhhhh dekettt bangett mbak itu mahh, buruann dijajal kesini sekalian poto2

      Hapus
  12. Menunya itu loh bikin laper dan penasaran gimana rasanya. Enak pastinya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Wardah Lightening Facial Scrub

Hei, Gaes
Sambil nepukin pipi Makvee yang makin kenyal  lalu tersenyum manis karena kulit Makvee terasa lebih cerah dan segar. Hmm apasih rahasianya. Baiklah  sesuai judulnya Makvee akan mereview pengalaman menggunakan salah satu produk lokal kesayangan Makvee yaitu Wardah  Lightening Facial Scrub. Si biru yang berfaedah ini yang kini jadi favorit Makvee


Oke Makvee bahas satu  persatu ya;
1. Kemasan Wardah Lightening Facial Scrub Kemasannya cantik berwarna biru muda pastel yang nampak segar.  Kemasan yang Makvee punya itu yang 60 ml dan kayaknya Makvee belum menemukan kemasan yang lebih besar dari itu. Ringan dan mantap untuk dibawa saat travelling tidak memenuhi tempat. Kemasan tubnya juga anti tumpah karena ada bunyi  klek atau klik saat ditutup sehingga sangat aman menurut Makvee.

Dalam kemasannya juga tercantum info dermatology tested yang artinya secara dermatologis telah terbukti aman dan tentunya sudah ada ijin dari BPOM. Lebih mantap lagi di kemasannya tertulis kandungannya yang ber…

Review Jujur Estuary Cafe Yogyakarta

Hari Sabtu di awal Juli saya dan 2 teman saya menembus kemacetan Jogja. Awalnya kami berniat untuk menikmati senja di Rooftop Satoria Hotel Yogyakarta. Tapi nyatanya senja telah berlari jauh dari kami. Kami-pun batal untuk menikmati senja. Mencari random café-café di Jogja, hingga bertanya ke teman-teman penggemar kopi dan foodgrammer Jogja. Saya pun menemukan instagram Estuary.id yang menampilkan suasana yang cozy dan lucu, dan tentunya instagramable yakaaan ya duonkkkk. Apalagi hari itu saya membawa gear lensa sudra saya Nikon D3500. Tentunya selain makan, sayapun ingin memotret sudut-sudut cantik Estuary Cafe.
Ketika datang, mobil grab pesanan kami disambut dengan baik dan diarahkan dengan baik pula oleh petugas parkir Estuary Café. Kami pun masuk dan disambut dengan teriakan anak-anak muda yang nampak fresh dan nampak sigap membantu. Saya pikir Estuary memang menerima anak-anak muda yang masih kuliah dan mau bekerja part time. Begitu masuk kami langsung disambut oleh kasir yang …