Langsung ke konten utama

Karma Baik dibalik Infak, Sodakoh, dan Zakat

Wah judulnya provokatif ya, tapi tenang isi tulisannya positif kok.
Menjelang lebaran nih, ehh teman-teman Makvee dimanapun berada. Bisikin dunk, kalian udah check saldo belum. Gimana THR udah ditransfer belum? Wah bulan Ramadan bulan yang baik jangan lupa suka citanya dibagi ya teman-teman.

Infak Hingga Zakat

Makvee sering mendengar dari teman-teman Makvee yang beragama Islam tentang Infak. Makvee pun bertanya ke salah satu teman Makvee. “Infak itu apa sih?” Nah jadi, Infak adalah mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan/ penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan oleh ajaran Islam. Kalau Makvee sih mengambil garis besarnya adalah berbagi. Eh tapi ada juga lho dalam agama Islam itu Zakat. Makvee Tanya lagi dunk ke teman Makvee dan memperoleh jawaban bahwa  Zakat adalah kewajiban harta yang spesifik, memiliki syarat tertentu, alokasi tertentu dan waktu tertentu. Zakat memiliki kekhususan yang berbeda dengan infak atau shadaqah. Seperti zakat fitrah yang dilaksanakan hanya setahun sekali menjelang hari raya Idhul Fitri. Nah kalau zakat fitrah ini kaya jadi budaya di lingkungan desa tempat tinggal Makvee lho, jadi sedikit banyak Makvee paham .
Shadaqah atau sodakoh (bacanya) maknanya lebih luas dari zakat dan infak. Shadaqah dapat bermakna infak, zakat dan kebaikan non-materi. Ada anjuran bersodakohlah sebanyak-banyaknya.

Hukum Karma

Di dalam agama Budha mengenal yang namanya Hukum Karma. Dikutip dari Wikipedia Hukum karma adalah salah satu ajaran yang penting dalam agama Buddha. Hukum karma merupakan ajaran yang amat dalam dan rumit, maka untuk itu dibutuhkan suatu uraian yang terperinci untuk memahaminya.

Kalau secara umum, Makvee baca dari berbagai sumber, karma berarti perbuatan. Umat Buddha memandang hukum karma sebagai hukum kosmis tentang sebab dan akibat yang juga merupakan hukum moral (Kitab Hukum Karma) yang impersonal. Menurut hukum ini sesuatu (yang hidup maupun yang tidak hidup) yang muncul pasti ada sebabnya. Tidak ada sesuatu yang muncul dari ketidakadaan. Saat itulah saya browsing tentang karma, menemukan banyak hal salah satunya adalah meditasi kundalini dan meditasi dari Gede Prama, dan rumusannya tentang The Golden Rule, dari semua agama di dunia. Berikut saya kutipkan beberapa dari agama di seluruh dunia.
Makvee bukan lagi cocoklogi lho ya, inikan opini Makvee jadi boleh dunk ya. Apalagi kalau opininya soal kebaikan "pleasee aku ojokk dihujaaat"


CHRISTIANITY
In everything, do to others as you would have them do to you, for this is the law and the prophets.
(Jesus, Matthew 7:12)

ZOROASTRIANISM
Do not do unto others whatever is injuring to yourself.
(Shayast-Na-Shayast 13:29)

JAINISM
One should treat all creatures in the world as one would like to be treated.
(Mahavira, Sutrakritangga)

JUDAISM
What is hateful to you, do not do to your neighbour. This is the whole Torah; all the rest is commentary.
(Hellel, Talmud, Shabbat 31 A)

BAHA'I FAITH
Lay not on any soul, a load that you would not wish to be laid upon you, and desire not for anyone the things you would not desire for yourself.
(Baha'ullah, Gleanings)
BUDDHISM
Treat not others in ways that you yourself would find hurtful.
(Udana-Varga 5, 18)

CONFUCIANISM
One word which sums up the basis of all good conduct...loving kindness, do not do to others what you do not want done to yourself.
(Confucious, analects, 15:23)

TAOISM
Regard your neighbour's gain as your own gain and your neighbour's loss as your loss.
(Tai Shang Kan Ying P'ien, 213-218)

SIKHISM
I am a stranger to no one, and no one is a stranger to me. Indeed, I am a friend to all.
(Guru Granth Sahib, PG. 1299)

ISLAM
Not one of you truly believes until you wish for others what you wish for yourself.
(The Prophet Mihammad, Hadith)

HINDUISM
This is the sum of duty, do not do to others what would cause pain if done to you.
(Mahbharata 5:1517)

UNITARIANISM
We affirm and promote respect for the interdependent web of all existence of which we are a part.
(Unitarian Principle)

NATIVE SPIRITUALITY
We are as much alive as we keep the earth alive.
(Chief Dan George)

Pada intinya “Jangan pernah melakukan hal yang tak ingin orang lakukan kepadamu”

Semua agama dan keyakinan mengajarkan hal yang sama persis.
Kalau kamu tidak ingin ditinggalkan jangan meninggalkan
Kalau kamu tidak ingin terluka jangan melukai
Kalau kamu ingin dipahami ya pahamilah orang lain
Kalau kamu ingin dicintai ya cintailah orang lain

The Golden Rule, aturan yang simple tapi hampir semua orang di dunia mungkin masih sangat sulit mempraktekkannya. Kita tidak sadar bahwa semua akan kembali ke lingkaran awal dimana kita memulainya. Tidak ada garis lurus. Semua lingkaran. Apa yang kita tanam itu yang kita tuai. Semakin banyak berbagi berkat, maka berkat akan kembali kepada kita walaupun kita tidak mengharapkan balasan. Doa yang baik kepada orang lain akan kembali kepada kita. Salam damai.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Wardah Lightening Facial Scrub

Hei, Gaes
Sambil nepukin pipi Makvee yang makin kenyal  lalu tersenyum manis karena kulit Makvee terasa lebih cerah dan segar. Hmm apasih rahasianya. Baiklah  sesuai judulnya Makvee akan mereview pengalaman menggunakan salah satu produk lokal kesayangan Makvee yaitu Wardah  Lightening Facial Scrub. Si biru yang berfaedah ini yang kini jadi favorit Makvee


Oke Makvee bahas satu  persatu ya;
1. Kemasan Wardah Lightening Facial Scrub Kemasannya cantik berwarna biru muda pastel yang nampak segar.  Kemasan yang Makvee punya itu yang 60 ml dan kayaknya Makvee belum menemukan kemasan yang lebih besar dari itu. Ringan dan mantap untuk dibawa saat travelling tidak memenuhi tempat. Kemasan tubnya juga anti tumpah karena ada bunyi  klek atau klik saat ditutup sehingga sangat aman menurut Makvee.

Dalam kemasannya juga tercantum info dermatology tested yang artinya secara dermatologis telah terbukti aman dan tentunya sudah ada ijin dari BPOM. Lebih mantap lagi di kemasannya tertulis kandungannya yang ber…

Review Jujur Estuary Cafe Yogyakarta

Hari Sabtu di awal Juli saya dan 2 teman saya menembus kemacetan Jogja. Awalnya kami berniat untuk menikmati senja di Rooftop Satoria Hotel Yogyakarta. Tapi nyatanya senja telah berlari jauh dari kami. Kami-pun batal untuk menikmati senja. Mencari random café-café di Jogja, hingga bertanya ke teman-teman penggemar kopi dan foodgrammer Jogja. Saya pun menemukan instagram Estuary.id yang menampilkan suasana yang cozy dan lucu, dan tentunya instagramable yakaaan ya duonkkkk. Apalagi hari itu saya membawa gear lensa sudra saya Nikon D3500. Tentunya selain makan, sayapun ingin memotret sudut-sudut cantik Estuary Cafe.
Ketika datang, mobil grab pesanan kami disambut dengan baik dan diarahkan dengan baik pula oleh petugas parkir Estuary Café. Kami pun masuk dan disambut dengan teriakan anak-anak muda yang nampak fresh dan nampak sigap membantu. Saya pikir Estuary memang menerima anak-anak muda yang masih kuliah dan mau bekerja part time. Begitu masuk kami langsung disambut oleh kasir yang …

OldTown White Coffee Menu di Jogja Simanjuntak Bikin Pengen Semua

Selasa siang itu saya ingin sejenak lari dari rutinitas, pssst saya menemukan 1 tempat baru di Jl. C. Simanjuntak No.78A, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Wow begitu masuk saya langsung jatuh cinta dengan konsep ruangannya yang simple, stylish, dan elegant. Lokasi berada di dekat area kampus dan dekat dengan jalan raya sehingga sangat-sangat mudah ditemukan. Berada di depan Sekolah Vokasi UGM, sebelah selatan Larissa, dan sebelah utara KFC depan Mirota Kampus. 
Sekilas Tentang OldTown White Coffe
Sedikit tentang OldTown White Coffe ini, saya sendiri baru tahu tempat ini di Yogyakarta tepatnya di Jalan Simanjuntak, karena di kota-kota lain mungkin sudah banyak OldTown White Coffe. Tentunya, ini adalah pengalaman saya juga untuk yang pertama kalinya ke OldTown White Coffee. Pertama kalinya berkunjung ke OldTown White Coffee ketemunya yang dekat-dekat saja di Simanjuntak. Hahahahha udah deh saya jangan dikatain norak ya. Old Town ini jika diterjemahkan dari bahasa Inggris ke Ba…