Tips Mengajari Anak Puasa


Puasa itu hakikatnya adalah menahan diri. Kalau Makvee puasa itu mengajarkan untuk disiplin bukan hanya sekadar menahan hawa nafsu lapar dan haus. Puasa juga bisa dilatih semenjak anak masih kecil. Menurut pengalaman Makvee, ketika Makvee belajar puasa dulu selalu diajarkan mengenai hal-hal positif melalui puasa. Simbah Makvee pernah bilang “Sing ora kepenak kui mengko bakalane marai kepenak” yang artinya hal-hal yang tidak enak yang kita alami, bisa membuat kita enak pada akhirnya. Simbah menganalogikannya begini “Koe ngombe jamu sing rasane ora enak, nanging jamu kui marai awakmu kepenak” yang artinya Kamu minum jamu yang rasanya tidak enak, namun jamu yang rasanya tidak enak itu membuat tubuhmu sehat. Simbah akan mengulang kata-kata ini apabila Makvee ogah-ogahan minum jamu. 

Sama halnya dengan puasa, laku prihatin, atau kewajiban agama yang dilakukan pastinya membawa dampak positif bagi perkembangan spiritualitas, jiwa, dan tubuh manusia. Hal-hal inilah yang penting dijelaskan secara intens kepada anak agar anak bisa menerimanya dan dengan kesadaran diri dan kemudian mau melakukan puasa karena melihat hal yang positif dari puasa tersebut.

Biarkan anak berpuasa dengan caranya sendiri sambil kita tuntun perlahan-lahan. Ingat!  Bahwa jangan memaksa anak untuk berpuasa penuh 1 hari jika mereka memang belum sanggup/belum  kuat dalam menjalankan puasa. Setiap anak memiliki kemampuannya masing-masing yang penting ia telah menumbuhkan niat dari dalam dirinya

Berikan challenge puasa dari makanan tertentu saja semisal puasa dari makan es cream, burger, ayam goreng, hot dog, dan makanan kesukaan anak-anak lainnya.

Memberikan hadiah/penghargaan saat anak berhasil menyelesaikan challenge. Penghargaan ini menurut Makvee penting karena anak akan jadi terpacu lagi untuk menjalankan puasa. 

Minta anak untuk menceritakan pengalaman puasanya, apa yang membuatnya bersemangat untuk berpuasa. Apa yang berat ketika menjalankan puasa. Hal apa yang dipikirkan ketika puasa. Anak pasti memiliki banyak cerita tentang pengalamannya. Saat-saat inilah menjadi awal yang baik untuk anak didengarkan ceritanya agar orang tua bisa memberikan saran dan kata-kata penyemangat. 

Kuncinya adalah membiarkan anak untuk berinisiatif dan berusaha. Semangat!

0 komentar:

Posting Komentar