Food,

Menikmati Lezatnya Gelato di Massimo Gelato Jogja

Juli 03, 2019 Ceritamakvee 7 Comments


Yeay yeayy yeayy kali ini Makvee mau cerita-cerita soal yang manis-manis. Tentang hal yang manis bukan melulu soal asmara lhoo yaaa. Diantara kalian pembaca www.makveestory.com siapakah yang tidak suka dengan yang manis-manis, dingin, dan lembut. Apa sih itu manis, dingin, dan lembut. Ini nih salah satu makanan favorit Makvee kalau lagi bad mood dan butuh mood booster, makanan yang dilarang sebenarnya pas PMS tapi Makvee doyan buangeettt. Iya ice cream, hmmm siapa diantara kalian yang tidak suka dengan ice cream? Makanan lembut, dingin, manis, dengan berbagai rasa ini sangat digemari oleh segala usia. Tapi selain ice cream, Makvee juga sangat menggemari gelato. Lalu apa beda ice cream, gelato, dan ada lagi sorbet, mana yang lebih enak dan bagaimana kandungan  gizinya.

1. Ice Cream
Memiliki kandungan gula dan lemak. Bedanya sesuai dengan judulnya ice cream lebih banyak menggunakan cream di dalam adonannya dan menggunakan kuning telur, dan susunya lebih sedikit. Ice cream disajikan dengan suhu sangat dingin, maka kalau kita membeli ice cream di pasaran freezernya pasti dalam kondisi yang sangat dingin. Kandungan lemak pada ice cream lebih banyak dibanding gelato. Rata-rata ice cream memiliki kandungan lemak mulai 14 hingga 17% lemak. Kandungan lemak ini tentunya mempengaruhi nilai kalori yang ada dalam ice cream.




2. Gelato
Di dalam gelato juga memiliki kandungan lemak dan gula, namun gelato memiliki kandungan susu yang lebih banyak dibandingkan cream. Hampir semua gelato umumnya tidak menggunakan kuning telur dalam adonannya. Gelato juga tidak disajikan pada suhu yang sama dengan ice cream. Sebab, kalau suhunya terlalu dingin maka tekstur dari si gelato ini akan menjadi terlalu keras dan kurang elastis, sehingga kurang nikmat jika disantap. Maka suhu yang tepat untuk penyajjian gelato biasanya disajikan 15 derajat lebih hangat dibandingkan es krim. Mengenai gizi, karena gelato tidak menggunakan kuning telur dalam pembuatannya maka inipun berpengaruh pada kalorinya, sehingga gelato hanya memiliki 8% lemak. Kandungan lemak otomatis mempengaruhi nilai gizi dan kalori. Gelato memang lebih rendah lemak dibandingkan dengan ice cream.  

Perbandingan gizi ice cream dan gelato adalah setiap 100 gram gelato dan 100 gram es cream akan memiliki kandungan gizi yang begitu berbeda. Setiap 100 gram gelato mengandung 90 kalori, 3 gram lemak, 10 gram gula. Sedangkan 100 gram ice cream mengandung 125 kalori, 7 gram lemak, dan 14 gram gula. Nah perbedaannya sangat jelas  bukan. Namun,  yang perlu kita perhatikan adalah memakan gelato dalam jumlah banyakpun maka hasilnya sama dengan makan seporsi ice cream mueheheheh. Intinya kan segala yang berlebihan tidaklah baik.

Selain lemak, es krim juga lebih tinggi gula dibandingkan dengan gelato. Sebab ini berkaitan dengan suhu penyajiannya. Suhu yang dingin akan menyamarkan rasa, termasuk rasa manis.

3. Sorbet
Komposisi bahan baku sorbet sangatlah berbeda dengan gelato dan ice cream. Bahan baku utama sorbet adalah buah, gula, sirup, dan tambahan soft ice. Maka dari itu sorbet memiliki tekstur yang cenderung keras dan kasar. Di negara asalnya di Perancis, sorbet disebut dengan granito. Cita rasa sorbet adalah segar karena terbuat dari buah-buahan. Sorbet berfungsi sebagai dessert yang segar setelah memakan makanan berlemak seperti steak.  

Makvee menemukan satu tempat asyikk di Jogja tepatnya di seputaran Kotabaru, bernama Massimo Gelato. 



Memiliki keterangan bahwa "A true Italian Gelateria which has been serving high quality gelato for 10 years in Bali and now has open shop in Jogja. Providing the equally best quality gelato at the equally same price that of Bali. A commitment of delivering only quality gelato's to our beloved customers." Massimo si pemilik restaurant ingin menghadirkan gelato yang lain daripada yang lain dengan harga yang terjangkau. Massimo mengambil inspirasi dari tradisi kuliner di kota asalnya di Italia Selatan. 



Massimo menyajikan makanan andalan Italia. Namun bukan sekadar makanan Italia, karena Massimo memilih menyajikan makanan tradisional Italia. Sehingga yang dihasilkan adalah rasa yang otentik, tetapi juga memiliki rasa nyata dari makanan Italia yang dibuat sendiri seperti makanan rumahan di Italia. Di websitenya www.massimobali.com pemilik Massimo Gelato, yaitu Massimo, mengatakan bahwa  "aku tidak hanya sekadar menyajikan makanan mewah, karena aku memperhatikan kualitas bahan dan memasaknya sendiri agar benar-benar otentik Italia". Komitmennya terhadap kualitas bahan sudah berlangsung lama, sejak restaurantnya berdiri.



Baru buka 4 Mei 2019 lalu Massimo Gelato telah menarik perhatian pecinta kuliner dan pecinta gelato Jogja termasuk Makvee. Suasananya yang adem dan instagramable memang cukup menyedot perhatian muda mudi Jogja. 


Apalagi ada bean bag berwarna warni yang cukup bisa membuat mager-mager-an makin seru sambil menikmati senja di tengah kota. 
Bicara mengenai gelatonya Makvee kemarin memilih 3 rasa 7 segretti, strawberry, dan sunset paradise. Makvee senang sekali karena walaupun datangnya di sore hari, Makvee masih kebagian satu gelato segar manis sunset paradise. 
Sunset paradise ini istimewa karena menggunakan garam himalaya sebagai salah satu ingredientnya. Rasanya mengimbangi 7 segretti saya yang cenderung chocolate vanilla taste, ditambah lagi strawberry yang menyegarkan. Makvee juga dikasih bonus strawberry segar yang pecah banget pas di mulut. Sensasi asam berpadu dingin menjadi satu, pyaarrr udah deh enak banget.  1 Cone besar dengan 3 rasa itu Makvee cukup mengeluarkan uang Rp25.000,- Worth it banget untuk gelato yang seeeeendulita itu.

Makvee juga nyicipin cemilan hangat-hangat sedap ala Massimo Gelato Jogja yaitu panini dan briosce. Jadi menu ini benar-benar asli itu jika ada pesanan,baru dibake dan dimasakin. Maka pembeli pun bisa mendapatkan panini dan briosce yang masih hangat dan fresh. Kalau Makvee bilang, ini Ueeeeenak banget deh anget-anget ditambah gelato yang dingin,lumer, menggoyang lidah. 


Juga, jangan khawatir mengenai harga, karena harganya juga murah ceria, per-piece-nya hanya Rp10.000,- saja.  Semua bahan yang ada di massimo Gelato dipastikan selalu fresh dan baru, jadi tidak ada yang menggunakan bahan beku. Inilah yang jadi pertimbangan Makvee kemarin berkunjung kesana. Pewarna yang digunakan pada gelato juga bukanlah pewarna sintetis, semuanya dibuat dari bahan-bahan alami, sehingga warna yang dihasilkan alami pula.  Termasuk Cone juga fresh dibuat dadakan mirip tahu bulat, jadi pasti baru dan anget hmmm Yummy. Jadi kapan kamu kesini, iya kamu! Udah cusss gasss

Massimo Gelato Yogyakarta
Alamat: Jl. Sunaryo No.12, Kotabaru, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55224
Jam buka: 
Selasa 11.00–22.00
Rabu 11.00–22.00
Kamis 11.00–22.00
Jumat 11.00–22.00
Sabtu 11.00–22.00
Minggu 11.00–22.00
Senin 11.00–22.00



You Might Also Like

7 komentar:

  1. Yup, kamu mesti tanggung jawab, aku pingin nihh

    BalasHapus
  2. Sampai melek merem gitu, seger pastinya ya. Blubbery adakah vera? Lemon ada juga?

    BalasHapus
  3. Aaaakkkkk abis dari kantor mau mancal ke sini lagi aaah buat jajan gelato. Gilak sih, cone yang gedhe banget cuma 25k aja!

    BalasHapus
  4. Aku belum pernah kesini... begitu baca review ini ehhh jadi penginnnn :D

    BalasHapus
  5. Harganya terjangkau ternyataa. Mau ah kalau ke Jogja lagi nyobai massimo gelato.

    BalasHapus
  6. kapan hari saya ke store baju-baju yg lagi hits di kota baru, depannya ada gelato. Mungkinkan Gelato yang ini juga ya? ( pas buru-buru, jd gak merhatiin gelatonya).

    Btw, itu tuh harganya murceria banget yak 10K.

    BalasHapus