Langsung ke konten utama

Jelajah Bantul Pantai Baru

Hai teman-teman Makvee piknik yuk gassss, kalau sudah pernah ke Jogja kalian pasti tahu ada yang Namanya Kotagede dan Kota Baru. Tidak kalah dengan Jogja, Bantul juga punya Pantai Baru, lhoh kok Pantai Baru?

Nah mungkin memang masih terdengar asing di telinga ya. Kenapa Pantai Baru apakah ini pantai lama yang diperbarui?

Okedeh Makvee bahas sejarah tipis-tipis ya..

Sekilas Sejarah Nama Pantai Baru
 
Sebuah misteri ketika Raden Mas Murtijo bertapa di kawasan pantai selatan namun agak ke barat, ada pohon pandan besar di semak-semak tempat Raden Mas Murtijo melakukan laku tapa dan tirakatnya. Sedang dalam tingkat penuh bertapa Raden Mas Murtijo didatangi macan putih. Macan putih itu datang dari arah tenggara. Macan putih itu nampak bukan macan putih biasa karena ia memancarkan cahaya. Macan putih ini jelas gaib. Seperti yang kita tahu para Raja Jawa memiliki perantara pencarian akan wahyu dan kesejatian yang didapatkan melalui semedi, tapa, atau laku prihatin di Laut Selatan. Ya, penguasa Jawa memang identik dengan penguasa Laut Selatan. Raden Mas Murtijo pun mendapatkan Wahyu Raja Keraton ke-7 yang kemudian mendapatkan gelar Sultan Hamengkubuwono ke-7.


Nah, kalau kalian penasaran mengapa Raja Jawa erat hubungan dengan Ratu Kidul atau penguasa Laut Selatan, ceritanya Panjang mungkin tidak cukup 750 kata. Makvee sih mendapatkan sedikit penggambaran jelasnya dari Buku Ayu Utami berjudul Bilangan Fu. Cerita soal legenda Laut Selatan akan Makvee ceritakan pada Cerita Makvee berikutnya ya.

Pada tahun 1970-1990 Pantai Baru masih dengan sebutan Pertapaan Pandansima. Berasal dari Pandan yang digunakan oleh Raden Mas Murtijo bertapa. Kemudian ada nama Pandanmacan. Romo Jatiningrat lah yang waktu itu mengusulkan nama tersebut menjadi Pandanmacan. Dan menjadi tempat wisata religi yang terkenal hingga penghujung tahun 1990.
 
Baca Juga Jelajah Bantul Desa Wisata Krebet

Pada Tahun 1991, sebelum menjadi Pantai Baru, Pandansima mengalami krisis. Kunjungan wisata Pantai Pandansima surut karena adanya pihak-pihak yang menggunakan pantai sebagai sarana berbuat maksiat. Sehingga bisnis esek-esek terselubung pun tersebar ke seluruh Bantul. Kurangnya pengawasan sehingga Pantai Pandansima mendapatkan citra buruk. Prostitusi ini juga tidak hanya terjadi di Pantai Pandansima, namun juga terjadi di Pantai Samas dan Pantai Parangkusumo. 


Nah singkat cerita pada tahun 2007 Bantul mengalami gempa. Pantai menjadi sepi karenanya, dan karena berita yang tersebar mengenai tsunami membuat banyak orang takut untuk pergi ke pantai. Walaupun itu tidak terjadi namun nyatanya jumlah pengunjung yang ke pantai terus mengalami penurunan. Dari 2007 hingga 2010 mulai ada perbaikan di Pantai Pandansima, dengan dana lebih kurang Rp29.000.000,- Pantai Pandansima berbenah. 

Tahun 2010 Pantai Baru mulai dibuka walaupun kunjungan belum ramai. Tahun 2011 Pantai Baru menjadi viral karena munculnya hiu tutul yang terdampar mati. Karena viral di media kunjungan pun menjadi meningkat 10 kali lipat. Tiket yang disediakan yang harusnya habis dalam 3 bulan bisa habis dalam 1 hari. Akhirnya si hiu tutul ini seperti pembawa rejeki bagi Pantai Baru dan kemudian menjadi ikon baru pantai baru menemani ikon macan yang telah ada sejak lama
 



Tiket masuk pun sudah dikelola oleh Perda sehingga lebih tertib dalam pengaturannya. Warga masyarakat mendapatkan penghasilan dari kantong parkir, usaha rumah makan, dan usaha hiburan anak, pasar lokal, dan ATV. Bahkan Pantai Baru kini berani menawarkan paket wisata Kuliner Pantai Baru ala Jimbaran Bali sambil memandang sunset

Tiket masuk Pantai Baru

Tiket masuk tempat wisata per-orang  Rp5.000

Tiket Parkir Bus Rp15.000,-

Tiket Parkir Mobil Rp5000,-

Tiket Parkir Motor Rp3000,-




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Jujur Estuary Cafe Yogyakarta

Hari Sabtu di awal Juli saya dan 2 teman saya menembus kemacetan Jogja. Awalnya kami berniat untuk menikmati senja di Rooftop Satoria Hotel Yogyakarta. Tapi nyatanya senja telah berlari jauh dari kami. Kami-pun batal untuk menikmati senja. Mencari random café-café di Jogja, hingga bertanya ke teman-teman penggemar kopi dan foodgrammer Jogja. Saya pun menemukan instagram Estuary.id yang menampilkan suasana yang cozy dan lucu, dan tentunya instagramable yakaaan ya duonkkkk. Apalagi hari itu saya membawa gear lensa sudra saya Nikon D3500. Tentunya selain makan, sayapun ingin memotret sudut-sudut cantik Estuary Cafe. Ketika datang, mobil grab pesanan kami disambut dengan baik dan diarahkan dengan baik pula oleh petugas parkir Estuary Café. Kami pun masuk dan disambut dengan teriakan anak-anak muda yang nampak fresh dan nampak sigap membantu. Saya pikir Estuary memang menerima anak-anak muda yang masih kuliah dan mau bekerja part time . Begitu masuk kami langsung disambut oleh kasir

Pertanyaan untuk Pecinta Kopi di Tanya Kopi

Hal pertama yang Makvee cari dari kopi dan selalu Makvee tanyakan di kedai kopi manapun adalah Kopinya adanya apa kak, kalau disitu berjenis Arabika semua, udah deh kelar Makvee minum teh manis anget aja dah. Lhoh kenapa emang dengan Arabika emang? Teman-teman pembaca Makvee story mungkin sebagian besar udah tahu perbedaan Kopi Arabika dan Kopi Robusta.  Pecinta kopi umumnya mengetahui perbedaan paling dasar dan otentik antara biji kopi robusta dan arabika. Namun pasti ada penikmat kopi yang belum mengetahui perbedaan antara keduanya dan kalau minum kopi dengan cueknya bilang “ah sik pentiing ngopi (ah yang penting ngopi). Ya beruntunglah dengan orang cuek nan sehat dan cocok di segala macam rasa kopi. Kalau Makvee karena lebih kepada alasan kesehatan. Kopi Arabika memiliki rasa yang lebih kaya, beberapa Arabika bahkan sangat asam dan ada cita rasa buah. Nikmat sihhh nikmat, tapi yang nikmat belum tentu menjadi semangat. "Mengutip Kata Bung Fiersa Besari  “Baik, belum tentu

Review Wardah Lightening Facial Scrub

Hei, Gaes Sambil nepukin pipi Makvee yang makin kenyal  lalu tersenyum manis karena kulit Makvee terasa lebih cerah dan segar. Hmm apasih rahasianya. Baiklah  sesuai judulnya Makvee akan mereview pengalaman menggunakan salah satu produk lokal kesayangan Makvee yaitu Wardah  Lightening Facial Scrub. Si biru yang berfaedah ini yang kini jadi favorit Makvee Oke Makvee bahas satu  persatu ya; 1. Kemasan Wardah Lightening Facial Scrub Kemasannya cantik berwarna biru muda pastel yang nampak segar.  Kemasan yang Makvee punya itu yang 60 ml dan kayaknya Makvee belum menemukan kemasan yang lebih besar dari itu. Ringan dan mantap untuk dibawa saat travelling tidak memenuhi tempat. Kemasan tubnya juga anti tumpah karena ada bunyi  klek atau klik saat ditutup sehingga sangat aman menurut Makvee. Dalam kemasannya juga tercantum info dermatology tested yang artinya secara dermatologis telah terbukti aman dan tentunya sudah ada ijin dari BPOM. Lebih mantap lagi di k