Langsung ke konten utama

Jelajah Bantul Desa Wisata Santan

Mangkok Bathok

Jelajah Bantul seharian full, asyik sekaleeeeee, Hallo, teman-teman Makvee, semoga kalian dalam keadaan sehat ya. Makvee baru saja seharian full dari pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB menyempatkan waktu ditemani oleh kawan-kawan dari Dinas Pariwisata Bantul dan para Travel Blogger dan Influencer berkeliling ke tempat-tempat wisata yang 2 diantaranya dekat dengan rumah Makvee. Di postingan sebelumnya Makvee bercerita tentang Desa Wisata Krebet dan menikmati opening acara di Desa Wisata Krebet. 

Baca Juga Jelajah Bantul Desa Wisata Krebet

Desa berikutnya yang Makvee kunjungi adalah Desa Wisata Santan yang berlimpah Ingkung. Ya benar Makvee akhirnya sampai ke Kampung Bathok berada di Dusun Santan, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Makvee pernah melihat dan hanya lewat di sekitaran Desa Wisata Santan. Warga sekitar lebih familiar dengan Kampung Bathok Santan, tetapi baru sekali ini Makvee berkunjung. Desa Wisata Santan memiliki produk unggulan berupa kerajinan dari bathok atau tempurung kelapa. Selain itu kulinernya yang terkenal adalah Ingkung Ayam Kampung yang gurihnya sampai ubun-ubun.


Lokasi Desa Wisata Santan
Desa Wisata Santan ini tepatnya terletak di sebelah selatan Goa Selarong. Berada di jalur wisata sebenarnya Desa Wisata Santan ada di wilayah yang strategis wisata karena cukup dekat dengan Cagar Alam Gunung Gamping atau bekas Keraton Ambarketawang (Gamping, Sleman). Jalur yang dilewati dapat melalui Goa Selarong – Desa Wisata Santan- Pasar Pijenan (Pasar Sentra Batik Khas Bantul). Bila meneruskan perjalanan, dari Desa Wisata Santan ke selatan, maka melewati daerah yang disebut dengan Kalakijo, Guwosari, Pajangan ada beragam kuliner disana yang jelas ingkung adalah salah satu makanan yang mudah ditemukan, kemudian jalan terus ke selatan akan sampai ke Pasar Pijenan. Terus ke arah selatan maka akan sampai ke Desa Wisata Lopati (Srandakan, Bantul), kemudian setelah bertemu Jembatan Srandakan bila terus melaju ke selatan, maka akan sampai Pantai Patehan, Pantai Kuwaru, Pantai Goa Cemara dan Pantai Baru. 

Desa Wisata Santan a.k.a Kampung Bathok Santan merupakan salah satu desa wisata yang ada di Desa Guwosari, kecamatan Pajangan, kabupaten Bantul. Desa wisata yang diresmikan pada tahun 2011 ini merupakan eksportir semua kerajinan berbahan dasar kelapa. Produk terbesar yang dihasilkan adalah bathok kelapa dan menjadi eksportir terbesar di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ada berbagai macam kerajinan dari Kelapa, mulai dari lampu, tas, mangkok, gelas, dan sumpit. Bathok kelapa yang awalnya berserabut, dipoles, diproses, dan dihaluskan sedemikian rupa menjadi barang kerajinan yang nilainya tinggi. Makvee pun berkesempatan untuk melihat prosesnya secara langsung.

Mulai dari dikupas, dibentuk, hingga dihaluskan.






Tapi sebagian besar yang Makvee lihat adalah peralatan makan seperti piring, mangkok, gelas, mangkok, sendok, garpu dan sumpit, walaupun memang ada hiasan, pajangan-pajangan cantik seperti lampu dan celengan tapi jumlahnya tidak sebanyak perlatan makan yang diproduksi

Sekilas Sejarah Desa Wisata Santan
Kerajinan bathok kelapa di Desa Wisata Santan sudah ada sejak tahun 1991. 

Awalnya kerajinan bathok kelapa hanya dilakukan oleh 1 keluarga turun temurun. Kemudian, lama-kelamaan berkembang dan menjadi usaha yang meluas ke hampir setiap rumah di Desa Wisata Santan. 

Hal yang unik adalah setiap kepala keluarga yang menjalankan bisnis ini memiliki produk yang berbeda antara satu dengan yang lain. Selain kerajinan bathok kelapa, satu hal yang tidak boleh terlewatkan saat berkunjung kesini adalah kuliner ingkung yang menggoyang lidah. 





Makvee pun berkesempatan membawa pulang bathok kelapa sebagai gift dan icip-icip ingkung beserta sego gurih (nasi uduk) yang gurihnya tidak nanggung. Yummmmy.

Jadi, kapan kamu berkunjung ke Desa Wisata Santan. Stay Happy dan Stay Healthy ya. Cheerssss.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Jujur Estuary Cafe Yogyakarta

Hari Sabtu di awal Juli saya dan 2 teman saya menembus kemacetan Jogja. Awalnya kami berniat untuk menikmati senja di Rooftop Satoria Hotel Yogyakarta. Tapi nyatanya senja telah berlari jauh dari kami. Kami-pun batal untuk menikmati senja. Mencari random café-café di Jogja, hingga bertanya ke teman-teman penggemar kopi dan foodgrammer Jogja. Saya pun menemukan instagram Estuary.id yang menampilkan suasana yang cozy dan lucu, dan tentunya instagramable yakaaan ya duonkkkk. Apalagi hari itu saya membawa gear lensa sudra saya Nikon D3500. Tentunya selain makan, sayapun ingin memotret sudut-sudut cantik Estuary Cafe. Ketika datang, mobil grab pesanan kami disambut dengan baik dan diarahkan dengan baik pula oleh petugas parkir Estuary Café. Kami pun masuk dan disambut dengan teriakan anak-anak muda yang nampak fresh dan nampak sigap membantu. Saya pikir Estuary memang menerima anak-anak muda yang masih kuliah dan mau bekerja part time . Begitu masuk kami langsung disambut oleh kasir

Pertanyaan untuk Pecinta Kopi di Tanya Kopi

Hal pertama yang Makvee cari dari kopi dan selalu Makvee tanyakan di kedai kopi manapun adalah Kopinya adanya apa kak, kalau disitu berjenis Arabika semua, udah deh kelar Makvee minum teh manis anget aja dah. Lhoh kenapa emang dengan Arabika emang? Teman-teman pembaca Makvee story mungkin sebagian besar udah tahu perbedaan Kopi Arabika dan Kopi Robusta.  Pecinta kopi umumnya mengetahui perbedaan paling dasar dan otentik antara biji kopi robusta dan arabika. Namun pasti ada penikmat kopi yang belum mengetahui perbedaan antara keduanya dan kalau minum kopi dengan cueknya bilang “ah sik pentiing ngopi (ah yang penting ngopi). Ya beruntunglah dengan orang cuek nan sehat dan cocok di segala macam rasa kopi. Kalau Makvee karena lebih kepada alasan kesehatan. Kopi Arabika memiliki rasa yang lebih kaya, beberapa Arabika bahkan sangat asam dan ada cita rasa buah. Nikmat sihhh nikmat, tapi yang nikmat belum tentu menjadi semangat. "Mengutip Kata Bung Fiersa Besari  “Baik, belum tentu

Review Wardah Lightening Facial Scrub

Hei, Gaes Sambil nepukin pipi Makvee yang makin kenyal  lalu tersenyum manis karena kulit Makvee terasa lebih cerah dan segar. Hmm apasih rahasianya. Baiklah  sesuai judulnya Makvee akan mereview pengalaman menggunakan salah satu produk lokal kesayangan Makvee yaitu Wardah  Lightening Facial Scrub. Si biru yang berfaedah ini yang kini jadi favorit Makvee Oke Makvee bahas satu  persatu ya; 1. Kemasan Wardah Lightening Facial Scrub Kemasannya cantik berwarna biru muda pastel yang nampak segar.  Kemasan yang Makvee punya itu yang 60 ml dan kayaknya Makvee belum menemukan kemasan yang lebih besar dari itu. Ringan dan mantap untuk dibawa saat travelling tidak memenuhi tempat. Kemasan tubnya juga anti tumpah karena ada bunyi  klek atau klik saat ditutup sehingga sangat aman menurut Makvee. Dalam kemasannya juga tercantum info dermatology tested yang artinya secara dermatologis telah terbukti aman dan tentunya sudah ada ijin dari BPOM. Lebih mantap lagi di k