Sustainable Fashion In Raya Day, WHY NOT?!


Sustainable Fashion Saat Hari Raya?

Why Not?

Kita tahu bahwa trend itu berputar, ya perputaran tren mode dunia silih berganti dari waktu ke waktu sangat cepat begitu dinamis. Mode menjadi industri besar yang digadang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi contohlah Prancis, Korea dengan Industri fashion yang begitu pesat perkembangannya. Negara lain yang senang mengekspor produknya ke Indonesia antara lain Brazil, Bangladesh, India, Turki, Tiongkok, bahkan negara-negara tersebut dengan Indonesia bekerjasama untuk mengambil benefit dari perputaran mode.

Bangga kini Indonesia mampu melahirkan tren mode lokal dan diminati pangsa internasional, yang secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Membaca dari Global Business Guide Indonesia, 2016 bahwa nilai ekspor di industri fashion Indonesia  mencapai lebih dari 58.5 Triliun rupiah per tahun 2016 (Perkembangan bisnis fashion di Indonesia juga didukung oleh menjamurnya bisnis kecil dan menengah (UMKM) dan diikuti oleh daya saing perdagangan yang tinggi. Proud of you Indonesia!

Bisnis Fashion yang makin berkembang tapi tidak berkembangnya kepedulian dan perhatian kita terhadap aspek lingkungan. Berbagai studi menunjukkan bahwa industri fashion adalah penyumbang polusi terbesar ke dua di dunia. Jurnalis  internasional dari halaman Ecowatch menyoroti Sungai Citarum di Jawa Barat sebagai sungai paling tercemar di dunia akibat Industri tekstil yang mendukung bisnis fashion di dunia. Hal serupa kemudian menjadi keprihatinan dunia seperti Eropa dan Amerika. Adapula tragedi mengenaskan di Rana Plaza, Bangladesh tahun 2013, mereka kemudian tersadar akan beban yang harus ditanggung oleh negara berkembang untuk memenuhi what so called the latest trend. Dari peristiwa itulah gerakan sustainable fashion mulai menggema.  Sebagai contoh saya sering melewati pabrik kain, di belakang pabrik kain itu ada parit yang warnanya hitam legam, belum lagi aroma dari pabrik yang sungguh mengganggu.

Gerakan sustainable fashion kini semakin menggema dan semakin banyak diserukan oleh banyak pihak. Bahkan hal ini juga menjadi perhatian para pemerhati lingkungan terkait Sustainable Development Goals (SDG) oleh Persatuan Bangsa Bangsa (PBB

Berikut brand lokal yang mengusung produk sustainable fashion Indonesia yang juga menjadi idola saya yang mungkin bisa menjadi rekomendasi teman-teman semuanya saat mencari baju lebaran tetap dengan mengasihi lingkungan kita

SARE
Merek piyama lokal Sare juga memproduksi koleksi baju tidur dengan bahan yang ramah lingkungan. Walaupun konsepnya piyama tapi banyak koleksi yang bisa dipadu padan.

Didirikan pada tahun 2015 oleh Cempaka Asriani dan Putri Andam Dewi, SARE/studio adalah Pemenang Penghargaan, #piyama setiap hari pertama di Indonesia untuk wanita, pria dan anak-anak. Produknya bervariasi dari piyama hingga pakaian dasar yang nyaman; sederhana namun indah dibuat. Latar belakang pendidikan Cempaka di Fashion Journalism & Media Business dan dia juga berpengalaman 10 tahun sebagai Fashion Editor di majalah Nationwide di mana dia membentuk fashion & selera bisnisnya. 

Sementara Andam berasal dari latar belakang Textile Design & Fashion Marketing dengan pengalaman 10 tahun sebagai wirausahawan kreatif di mana ia memperoleh praktik terbaik industri yang membantu membentuk merek yang berbasis di Jakarta ini. 

Saat di rumah, mereka berdua menikmati waktu mereka sebagai orang rumahan. Cempaka senang membaca dan menonton film bersama putranya, sedangkan aktivitas rumah favorit Andam adalah memasak dan berkebun bersama putrinya. Kami berharap produk kami akan selalu menemani Anda di ranjang dan seterusnya.

Pijak Bumi

Nama Pijakbumi terinspirasi dari Earthing yang dapat diartikan sebagai kontak langsung antara manusia dengan bumi tanpa menggunakan alas kaki. Pijakbumi ingin semua orang yang menggunakan Pijakbumi dapat merasakan kontak langsung dengan alam ibu kami. Ini juga merupakan cara alami untuk menetralisir keadaan emosional kita.

Pijakbumi secara khusus berkomitmen untuk menciptakan alas kaki dengan desain yang baik. Ini telah menjadi komitmen Pijakbumi untuk memproduksi produk yang sama berharganya sambil bekerja keras untuk memberikan nilai berkelanjutan kepada masyarakat hijau kami. Melalui kampanye cerita dan lingkungan sosial yang didorong oleh merek Pijakbumi dengan tagar #ForBetterEarth, Pijakbumi memberdayakan masyarakat untuk mengonsumsi lebih sedikit produk energi serta melestarikan sumber daya alam kami.

Pijakbumi percaya bahwa di balik setiap kisah sukses Pijakbumi dan atau merek lain, akan selalu ada tim pendukung yang besar dan kolaborasi yang solid. Oleh karena itu, kami juga bermitra dengan ilustrator, seniman, inisiatif lingkungan, dan bahkan komunitas kami yang berharga untuk memperluas dampak positif #ForBetterEarth. Pijakbumi harap bahwa pelanggannya sungguh-sungguh menikmati Jejak Ekologis sama seperti  yang mereka rasakan.

Sejauh Mata Memandang
yang artinya sejauh mata memandang, terinspirasi dari kekayaan budaya Indonesia, makanan, alam dan banyak hal lainnya. Garis bahan berkisar dari katun, linen dan Tencel. Sejauh Mata Memandang juga menggunakan tekstil daur ulang yang terbuat dari limbah konsumen pra dan pasca yang diproses menjadi bahan baru, mendorong ke arah sirkularitas dan melindungi hutan kuno dan terancam punah. Sejauh Mata Memandang tidak menggunakan kulit atau bulu dalam produk mereka untuk melindungi hewan.

Sejauh Mata Memandang merasa masih belajar tetapi berusaha untuk bertanggung jawab semampu mereka terhadap alam. Sejauh Kita #sejauhmanakamupeduli

Memperkenalkan komitmen Sejauh Kita untuk menanam, melindungi, dan memulihkan pohon di seluruh Indonesia untuk membantu menyelamatkan lingkungan kita.

Pohon sangat penting bagi kita dan planet kita. Kita bergantung pada mereka untuk udara yang kita hirup. Mereka menghilangkan karbon dari atmosfer dan menyimpannya. Pengurangan karbon sangat penting untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Setelah lautan, hutan adalah gudang karbon terbesar di dunia. Pohon dan tanaman adalah solusi alami untuk krisis iklim.

Kita mesti sama-sama  percaya bahwa industri fashion di Indonesia apalagi dengan dukungan komunitas, pemerintah, dan UMKM sudah sepatutnya meningkatkan perkembangan ekonomi namun tetap memperhatikan keselamatan manusia, mahluk hidup lainnya, dan tentu saja lingkungan. Berkembang tanpa menjaga keseimbangan dengan hanya melihat Profit hanyalah sebuah kemajuan yang semu dan justru menciptakan kerugian  terhadap kehidupan manusia ke depannya.

0 comments