Sate Ratu Kok Bisa Gitu? Book Review

Apa yang saya lakukan ketika membaca buku? 

Tentu langsung ke sinopsisnya.

Sekilas membaca sinopsisnya, buku Kok Bisa Gitu?membahas tentang psttt rahasia-rahasia Sate Ratu, yang sebagian besar memang hasil pemikiran sang owner, Fabian Budi Seputro. 

Eh bentar, btw

Ada yang belum tahu Sate Ratu?

Sate Ratu adalah salah satu restoran yang selama 5 tahun ini berkembang pesat di Yogyakarta. Salah satu (salah dua tiganya banyak) prestasinya adalah sampai memiliki tamu dari 85 negara. Lhoh kok bisa? Apakah ini bisa disebut bahwa Sate Ratu sudah Go Internasiyenell?

Mari kita ulas bukunya terlebih dahulu ya…

Buku “Kok Bisa Gitu?” membagi babnya berdasarkan tahun ketika mulai berdirinya Sate Ratu, dimulai dari tahun pertama hingga tahun kelima. Pada pertengahan tahun ada bab khusus yang super seru dengan judul “Milestone”. Nah Milestone inilah yang menjadi pencapaian Sate Ratu. Saya serasa terbang ke masa-masa perjuangan Sate Ratu, mengeja tiap bab untuk kemudian siap melangkah ke bab selanjutnya, ahhh bukan lagi sebagai pembaca saya dapat ikut merasakan membangun Sate Ratu. 

Saya merasa banyak bagian dari buku ini eman-eman kalau dilewatkan begitu saja, tentang bagaimana menentukan target market, bagaimana membangun sebuah brand yang kuat dan yang yang paling penting sesuai dengan kondisi sekarang adalah bagaimana bertahan di era pandemi ini, dan membahas juga tentang bagaimana cara berpromosi. Buku ini merangkul kalangan muda karena bahasa yang digunakan juga merupakan bahasa sehari-hari yang cukup ringan, sehingga walaupun membahas soal bisnis yang berkesan berat namun saya sebagai pembaca nyatanya mudah memahaminya

Saya suka dengan pemikiran-pemikiran Pak Budi yang membuat saya punya pandangan baru. Ketika datang ke Sate Ratu masih di Jogja Paradise Pak Budi bilang ke saya “Wah Makvee kapan ga kerja kantoran lagi?” Bagi saya kata-kata beliau memang menohok dan membuat saya memiliki membuat pandangan baru. Buku ini jadi pelengkap kata-kata beliau bahwa memang sebuah usaha harus dibangun dengan tekad dan keberanian kuat. Wah, saya auto minder kalau sudah begini? Bisa dibilang Pak Budi sudah makan asam garam kehidupan, sementara saya insecure dan masih sering over thingking. Terbayang bukan kalau saya yang masih Nethink dan over thingking ini membuka usaha. Ya buku ini menjelaskan juga mengapa, Pak Budi benar-benar tidak ingin membuka cabang, tidak mau membuat franchise macam bisnis sate-satean lainnya. Insight-insight yang disajikan dalam buku ini bikin saya jadi nanya beneran, Sate Ratu, Kok Bisa Gitu? Bagi saya bisa menyentuh para anak muda, menarik dan pembaca bisa mendapatkan pelajaran Gratis, sangat bermanfaat bagi anak muda yang ingin berbisnis di bidang kuliner. 

Cukup menggelitik pula cerita tamu-tamu Sate Ratu yang menurut saya unik, aneh, dan lucu. Bahkan ada tamu yang membuat nota masih menggantung di Sate Ratu padahal tampilannya keren dan rapi. Saya sih pas baca, jadi kepengen misuh, memang benar kata pepatah 

Don’t Judge A Book by It's Cover.

Memiliki lebih kurang 200 halaman, buku ini sangat ringan dibaca kala hujan yang penuh kenangan atau kala waktumu senggang. Saya rekomendasikan buku ini untuk kalian anak muda pemberani dan siapapun itu yang ingin membaca buku ini banyak hikmah dari cerita-cerita yang ada di dalam buku ini.  

Sebentar sebelum lupa! Sate Ratu pindah lokasi baru yang lebih luas dan cerita lengkapnya ada di postingan saya berikutnya. Back to Book! Seriously! Worth It! Se-Worth It Rasa Satenya. Stay Healthy Everyone!

0 komentar