Makvee Story

Travel Enthusiast, Hotel Reviewer, and Food Lovers

  • Home
  • Travel
  • Kuliner
  • Hotel
  • Lifestyle
  • Contact Us
Review Jujur Staycation di The Alana Malioboro Hotel

Hai kalian semua! Makvee udah berapa lama ya hiatus dari blog Makveestory ini selama pandemi. Pandemi emang merubah segalanya, termasuk energi Makvee. Makvee jujur aja sih udah muak banget sama berita apapun soal COVID-19. Lelah dan Kesal rasanya tapi tetap menerapkan protocol anti Covid. Nggak tahu nih apakah kalian tema-teman Makvee kangen sama CeritaMakvee, tapi Makvee pikir dan putuskan dan anggap saja kalian kangen banget ya sama cerita staycationnya Makvee

Lhoh Makvee Staycation pas Pandemi?

Iya Staycation pas pandemi, Iya, beneran tapi tenang, semua aman, damai, dan bahagia.

Jadi kalau biasanya Makvee perginya antar kota dan antar provinsi atau bepergian lumayan jauh, selama masa pandemi kali ini Makvee Staycation di hotel yang cukup dekat dari rumah Makvee yang ada di Jogja Selatan. Makvee akan ceritakan sejujur-jujurnya soal hotel yang sebenarnya lumayan dekat dengan pusat kota Jogja. Nah, Hotel ini bernama jeng jeng jeng The Alana Hotel & Conference Center - Malioboro.

Sekilas Tentang The Alana Hotel & Conference Center - Malioboro.

Jadi The Alana Hotel & Conference Center – Malioboro ini nama yang dipakai sebagai nama sekarang. Nama ini memang dipakai semenjak memasuki 2020, dan nama awalnya adalah NEO+ Awana Hotel Yogyakarta

The Alana Hotel & Conference Center – Malioboro terletak di
Jl. Mayjend Sutoyo No.52, Mantrijeron, Kec. Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55143


To be honest banget, I have been here for the first times, karena memang hotelnya sudah cukup baru. Setelah eksis semenjak 2015, NEO+ Awana Hotel Yogyakarta yang berada di bawah manajemen Archipelago International berganti nama. Hotel ini kemudian bertransformasi menjadi The Alana Hotel & Conference Center Malioboro. The Alana adalah bagian dari Rasuna Residence Development.

First Impression
Berhubung saya ini traveller on budget aka traveller hemat, saya datang mengendarai motor saya dunk ya. Pas masuk ke halaman The Alana wah luas juga nih parkirannya tidak perlu takut kehabisan lahan parkir. Pertama kali datang langsung menaati protocol kesehatan yang ada, di depan Lobby sudah disediakan wastafel untuk mencuci tangan anti ribet. Jadi dorong airnya pakai paha, karena kerannya dipasang di depan, jadi keran air aman dari sentuhan tangan orang lain. Tapi, sayangnya Makvee lupa dokumentasikan karena saat itu Makvee Check in udah cukup sore, sekitar pukul 16.00an menuju pukul 17.00an WIB. Seperti biasa lalu Makvee check suhu dan suhu badan Makvee aman dunk ya. Sampai di resepsionis, Makvee disambut dengan ramah, resepsionis menggunakan masker dan face shield sekaligus. Urusan check in selesai, Makvee mendapatkan nomor kamar 617 yang artinya kamar Makvee di lantai 6 room 17.

Bergegas memasuki lift karena pengen segera mandi. Wushhh Makvee pun sampai di lantai 16 dan wowww kamarnya cukup luas dengan queen bed size udah berasa incessss yhe kannnn. 

Kali ini Makvee mendapatkan Premier Room. Premier Room telah lengkap mencakup fasilitas yang nyaman, seperti tempat tidur dan bantal nyaman dengan seprai dan selimut katun 100%, AC kamar individu, dan pancuran kucuran hujan yang menenangkan. Kamar instagramable & nyaman seluas 24 meter. Btw, Kamar dengan jenis Premier Room tersedia 224 kamar, pilihan tempat tidur queen atau twin, pilihan pemandangan kolam renang & kota, dan bisa memilih lantai area perokok atau lantai area bebas rokok.

Pas masuk ada lemari baju yang cukup besar, Makvee langsung letakkan tas disitu lalu menyalakan televisi. Yuk kita room tour! Check it out

 

TV LED dengan saluran internasional dan lokal, 

 






fasilitas pembuat kopi & teh disediakan, Tidak ada biaya untuk layanan minibar, akses internet WiFi super cepat tersedia di seluruh hotel untuk hmmm bisa Makvee nikmati. Maklum Traveller on budget dan fakir kuota.  Terbaik adalah hotel tidak menyediakan air minum kemasan tapi menyediakan jar yang bisa bisa diisi ulang di di galon yang disediakan di lorong depan kamar. Go green act!



Baca juga Satoria Hotel Yogyakarta Review 

Memiliki restoran yang khas, spa modern yang menenangkan walaupun Makvee juga belum menjajalnya, koleksi kamar dan suite mewah, dan layanan tamu yang sempurna, The Alana Hotel & Conference Center Malioboro dengan bangga memang menawarkan pengalaman Jawa yang halus dan unik, mencerminkan budaya kota yang kaya dan legendaris, dan keramahan yang ramah. Ini nih yang membuat Makvee juga jatuh cinta sama desain restaurantnya.

Entah kenapa Makvee juga sangat suka dekorasi di restaurantnya The Alana, selain karena makanan dari hotel By Aston yang selalu variatif dan enak-enak banget, dan mas dan mba front office, waiter, semuanya good looking, dan super duper ramah-ramah. Feeling good aja ketika di era new normal, interaksi masih tetap ada walaupun tetap jaga jarak, homeyy banget pokoknya.


Sejujurnya, Makvee tidak ehmm lebih tepatnya belum explore semua sudut The Alana Malioboro Hotel ini tapi uhuuuk siapa tahu berikutnya bakal ada undangan staycation (lagi) yhekannn. Sekilas pandang Makvee lihat kemarin resepsionis cukup bersih, walaupun mungkin dengan alasan hemat daya di era new normal ini pencahayaan memang dikurangi. Biasanya Makvee memang suka berfoto di lobby hotel, tapi kali itu Makvee hanya berswafoto bersama teman Makvee dan mbak resepsionis yang baik hati.

Nah, Makvee sih melihat bahwa warna-warna yang digunakan di The Alana By Aston ini didominasi oleh warna merah maroon, (check furniture di kamar dan kemasan toilettrisnya yang merah maroon) btw anyway busway itu salah satu warna kesukaan Makvee. Membahas sedikit mengenai warna merah maroon, Warna maroon dikenal dengan brownish-crimson atau dark brownish-red, dalam bahasa Indonesia disebut sebagai warna merah hati. Merah maroon merupakan warna yang pertama kali didokumentasikan pada tahun 1789. Awalnya berasal dari bahasa Prancis untuk sebutan jenis kacang-kacangan Marron, yang juga terdapat di Italia dengan nama Marrone.


Warna Maroon ini memiliki gradasi warna dan terdapat 4 jenis warna maroon paling populer diantaranya; Maroon, Bright Maroon, Rich Maroon, Dark Red

Makna secara psikologis warna maroon
Warna maroon sering digunakan oleh sekolah, restoran, kendaraan, pakaian hingga interior rumah. Saat digunakan sebagai warna utama bagian interior restoran ternyata warna ini dapat meningkatkan selera makan. Hati-hati kalau pakai baju merah maroon bisa-bisa gagal diet karena selera makan bertambah. Makvee sih percaya apabila sebuah hotel telah didesign dengan baik maka sampai bertahun-tahun berdiri Makvee yakin keindahan dan kekuatan dari arsitekturnya akan terus nyata sepanjang masa

Ada tembok tropical yang instagramable banget buat foto-foto. Memiliki satu pool disamping restaurant. Tapi berhubung Makvee mager, Makvee gajadi berenang, mau berenang pagi malu karena ntar dilihat sama tamu lain yang sedang breakfast.

Tata cara breakfast juga berbeda, biasanya tamu bebas ambil apapun sendiri, sekarang semuanya serba diambilkan, apapun itu. Mulai dari juice, salad, buffet nasi, lauk, sosis, desserr, juga telur dadar harus order dulu baru dibuatkan, kopi dan teh akan ditawarkan ke meja masing-masing kemudian diantarkan. Bener-bener seketat itu protokolnya, para waiter dan waitress pun menggunakan masker, face shield, dan sarung tangan. So far, so good. 


Makvee selalu makan bubur ayam. Karena bubur ayam adalah one of my favourite food, kenikmatan hakiki saat sarapan


Waktu makan diberi batasan masing-masing tamu memiliki waktu 1 jam untuk makan, selain itu jaga jarak juga tetap diperhatikan. Sudut-sudut restaurant yang sejuk dan hijau memang membuat Makvee betah berlama-lama. Apalagi banyak spot lucu di sekitarnya. Review lengkap spot lucu di The Alana Malioboro hotel ini akan Makvee tulis di review berikutnya. Stay healthy, Stay Happy, Staycation ya Netizen.

Hi Gaes, gimana kabar kalian, semoga selalu baik dan sehat di tengah pandemi covid-19. Siapa yang kangen piknikkkk, ngacung? ahh Makvee ngacungin jari paling cepet deh. Iya Makvee udah kangen piknik banget nih. Kangen panas-panas-an bertelanjang kaki lari-larian di pantai, hunting foto di malioboro, makan sate di malioboro, keliling taman sari, menyentuh dinding dingin candi, dan ngadem di hutan pinus. Makvee tuh kangenn kangennn banget jalan-jalan.

Nah kali ini Makvee mau cerita salah satu perjalanan Makvee sebelum Covid-19. Makvee berkunjung ke candi favorit Makvee, yaitu Candi Plaosan.



Lokasi

Candi Plaosan sendiri adalah sebutan untuk kompleks percandian yang terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Letak Candi Plaosan ini lebih kurang satu kilometer ke arah timur-laut dari Candi Sewu atau Candi Prambanan. Deketan pokoknya, jadi menurut Makvee eman-eman rasanya kalau sudah ke Candi Prambanan tapi tidak ke Candi Sewu atau ke Candi Plaosan. Walaupun 2 Candi terakhir memang kurang tenar dibanding Candi Prambanan.

Sejarah
Makvee membaca catatan sejarah mengenai Candi Plaosan, bahwa Kompleks Candi Plaosan dibangun pada pertengahan abad ke-9. Kompleks Candi Plaosan terbagi menjadi dua bagian, yakni Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Kedua candi memiliki teras segi empat yang dikelilingi dinding tempat semedi berbentuk seperti gardu di bagian barat serta stupa di sisi lainnya. Karena kesamaan hal tersebut, maka Candi Plaosan kerap disebut sebagai candi kembar.


Sebutan Candi Kembar memang layak disematkan pada Candi Plaosan yang cantik ini. Entah kenapa Makvee ti9ap kali berkunjung ke Plaosan selalu merasakan sisi romantis dari Candi Plaosan Kidul maupun Candi Plaosan Lor.

Usut punya usut setelah Makvee membaca beragam literatur mengenai Candi Plaosan. Candi ini disebut sebagai candi yang menyatukan cinta. Candi Plaosan dianggap sebagai bukti nyata bahwa kekuatan cinta mampu menyatukan sekat perbedaan. Yaaa apalagi kalau bukan perbedaan, adat, budaya, suku, agama, isu ini ternyata sudah ada di Indonesia bahkan mungkin sebelum pertengahan abad ke-9. Candi cantik favorit Makvee ini dibangun oleh Rakai Pikatan yang beragama Hindu untuk sang Istri atau permaisuri terkasihnya Pramodyawardani yang memeluk Budha.

Perbedaan agama di antara Rakai Pikatan dan Pramodyawardani nyatanya bukanlah alasan untuk menghilangkan cinta yang telah tumbuh. ini kalau ada soundtracknya Makvee kasih lagunya Rosa yang judulnya "Jangan Hilangkan Dia"
Karna malam ini
Saat yang terindah bagi hidupku
Oh Tuhan jangan hilangkan dia
Dari hidupku selamanya
Sungguh ku tak ingin
Hatiku jadi milik yang lainnya
Ku bersumpah kau sosok yang tak mungkin
Kutemukan lagi

Ecieeee dehh ahh
Namun memang benar Makvee percaya cinta hadir di dunia ini bisa menjadi alat untuk menyatukan perbedaan. Rakai Pikatan memutuskan untuk mendirikan sebuah bangunan, Candi Plaosan, bagi istrinya, Pramodyawardani. Rakai Pikatan berasal dari Dinasti Syailendra merupakan pemeluk Hindu. Namun karena cintanya kepada sang istri yang adalah pemeluk Budha, dia pun membuatkan tempat pemujaan berupa Candi Budha dengan sedikit sentuhan arsitektur Hindu. Kurang romantis apa coba.

Tata Letak

Masing-masing kelompok candi, baik Candi Plaosan Lor dan Plaosan kidul memiliki halaman yang cukup luas dan dilapisi rumput hijau. Dari pahatan relief di antara dua candi induk, Makvee bisa melihat bagaimana perasaan cinta sungguh dihadirkan di dalam setiap detail pembangunan Candi ini. Relief candi induk sebelah selatan yang menggambarkan laki-laki, bermakna bentuk kekaguman Pramodyawardani terhadap suaminya. Sedangkan relief di candi utara yang menggambarkan perempuan dianggap sebagai luapan cinta Rakai Pikatan kepada sang istri.

Teras di di Candi Plaosan sangat halus dan berbeda dengan teras candi lain yang dibangun pada kurun waktu yang sama. Menurut beberapa ilmuwan yang meneliti Candi Plaosan, besar kemungkinan teras tersebut digunakan sebagai vihara tempat beribadah umat Buddha. Hal ini semakin menegaskan bahwa Candi Plaosan selain menjadi bukti cinta, juga menjadi simbol toleransi antar umat beragama yang berbeda sudah ada sejak lama. Meski sang raja Rakai Pikatan beragama Hindu dia tetap memberikan kebebasan kepada istri dan warganya untuk memeluk keyakinan yang berbeda. Candi Plaosan bukan hanya menjadi tanda bersatunya dua wangsa besar, Syailendra dan Sanjaya, namun juga menjadi bukti nyata toleransi umat beragama.



Mengunjungi Plaosan tidak hanya mengajarkan Makvee makna kekuatan cinta namun juga makna toleransi yang sebenarnya. Jadi kapan kalian berkunjung kesini?
De Laxston Hotel Yogyakarta

Siapa nih yang punya rencana menikah tahun ini? Makvee mau mengacungkan jari tapi kok malu belum ketemu pasangannya. Kisah cinta Makvee kok kayak drama, komedi, plus ada horrornya gitu ya macam drama misteri deh. Hallah malah curhat. Iya 2020 tuh angkanya cantik aja gitu buat nikah nih contohnya ya 20-02-2020 atau 22-02-2020 yahhh udah lewat mana pasangan belum ada lagi nih yaelah curhat lagi deh kan.

Oke! serius!
De Laxston Hotel Yogyakarta

Apakah kamu, kamu, kamu iya kamu berencana menikah dalam waktu dekat? Jika jawabannya ya, maka sebaiknya kamu dan pasangan harus mempersiapkannya segalanya secara lahir batin. Ya tentu saja karena ini acara sekali seumur hidup, tanpa persiapan yang matang, bakalan banyak masalah yang mungkin saja muncul setelah pernikahan gara-gara acara pernikahan tidak dihandle dengan benar. Amit-amit jabang benconggg yaaaa kannn. 
De Laxston Hotel Yogyakarta

Jika tidak ingin itu terjadi, kamu dan pasangan harus melakukan beberapa hal seperti menghitung dana yang dimiliki, dan coba pertanyakan hal-hal yang dibutuhkan kaitannya dengan adat seperti bagaimana cara mencari hari pernikahan kalau salah satu calon pengantin tidak tau weton dan tanggal lahir, calon mempelai juga harus survey gedung, survey catering, dekorasi, dan banyak printilan lain yang banyak sekali hal-hal kecil yang harus dicheck berulang kali.

De Laxston Hotel Yogyakarta

Sebenarnya semuanya penting, tapi kalau menjelang bulan-bulan favorit menikah gedung jadi full book di semua tempat. Tips memilih gedung/tempat resepsi adalah;
  1. Menyesuaikan dengan tanggal. Sesuaikan dengan tanggal resepsi pernikahan. Sebelum kamu mulai memilih gedung pernikahan sebagai tempatmu dan pasangan melangsungkan pernikahan, maka kamu harus terlebih dulu menentukan tanggal pasti untuk pernikahan. 
  2. Lokasi Gedung
    Lokasi Gedung sangat perlu dipertimbangkan apakah dekat dengan lokasi akad/pemberkatan. Cukup strategis dan mudah ditemukan.
  3. Jumlah Undangan.
    Luas gedung juga mempengaruhi jumlah undangan begitupun sebaliknya. Jadi perhatikan betul jumlah undangan dengan pilihan gedung
  4. Budget
    Nah ini penting banget menurut Makvee. Karena ya budget akan sangat menentukan gedung apa yang kamu cari   
  5. Survey Beberapa Gedung.
    Bandingkan harga dan fasilitas  antara gedung yang satu dengan yang lain.

De Laxston Hotel Yogyakarta

Makvee mau merekomendasikan 1 Hotel di Yogyakarta yang memberikan paket heboh nikahan. Lhoh kok Heboh sih Makvee. Iya! Heboh seheboh namanya. Namanya Nikah Heboh De Laxston Hotel. Menikah di hotel mewah memang jadi impian semua orang termasuk Makvee dong ya. Nah De Laxston Hotel ini mengakomodasi keinginan pasangan yang ingin mengadakan pesta yang intimate bersama keluarga dan teman-teman tersayang.

De Laxston Hotel Yogyakarta

Nama Venue Emerald Ballroom De Laxston Hotel Jogja
  • Luas Ballroom 8 m x 14 m
  • Kapasitas Theatre : 200 pax,
  • Classroom : 145 pax,
  • U-shape : 27 pax,
  • Round Table : 110 pax
  • Harga sewa ballroom Wedding Package Rp9.000.000,- untuk 100 pax

Wedding Package dari De Laxston ini berlaku untuk makanan dan segala fasilitas di atas dan makanannya disesuaikan dengan tema yang dipilih pengantin. Tidak termasuk dekorasi, fotografer, dan hiburan live music. Kebetulan Makvee pas datang kesana kemarin mempelai memilih Indonesian Food. 
De Laxston Hotel Yogyakarta

De Laxston Hotel Yogyakarta

De Laxston Hotel Yogyakarta

De Laxston Hotel Yogyakarta

De Laxston Hotel Yogyakarta

Asli honest review almost semua makanan De Laxston Hotel Yogyakarta itu enak apalagi vegetable mousakka-nya hmmmm creamy mak nyus. Ambience dan suhu udara nyaman. Semuanya menyenangkan. Udah doain Makvee biar segera bagi-bagi undangan buat kalian ya. Amin paling serius!

Peace, Love, and Gaul.  
  

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

A Travel Enthusiast, Hotel Reviewer, and Food Lovers. Terima kasih sudah berkunjung ke dunia kecil Makvee.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Aplikasi Paxel Angkat "Sameday Delivery" Jadi Unggulan Layanan
  • Sehat dan Bersih Saat Menstruasi Bersama Betadine Feminine Hygiene
  • Review Kamar Rawat RSUP Dr. Ben Mboi Kupang
  • Review YATS Colony Jogja
  • Tuhan Tidak Pernah Salah Memilih Pundak
  • Pengalaman Eksisi Biopsi: Ternyata Nggak Seseram Itu, Hanya Mabuk Bius
  • Review Wardah Lightening Facial Scrub
  • Menikmati Suasana Pedesaan di Disawa Pawon
  • BIRADS 4A: Antara Panik, Pasrah, dan Pura-Pura Tenang
  • Ibis Kitchen Restaurant: Barbekyuk!

Categories

Travel Kuliner hotel Travelling hotel review Hotel Jogja

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • Mei 2026 (1)
  • Maret 2026 (1)
  • Januari 2026 (1)
  • Oktober 2025 (1)
  • Agustus 2025 (8)
  • Juli 2025 (1)
  • Juni 2025 (1)
  • Mei 2025 (5)
  • April 2025 (3)
  • Maret 2025 (13)
  • Mei 2024 (2)
  • April 2024 (1)
  • Maret 2024 (2)
  • Januari 2024 (1)
  • November 2023 (1)
  • Oktober 2023 (1)
  • September 2023 (2)
  • Mei 2023 (2)
  • April 2023 (1)
  • Maret 2023 (1)
  • Januari 2023 (1)
  • Agustus 2022 (2)
  • Juni 2022 (2)
  • April 2022 (31)
  • Maret 2022 (5)
  • Februari 2022 (2)
  • Desember 2021 (1)
  • Juni 2021 (1)
  • Mei 2021 (3)
  • April 2021 (2)
  • Maret 2021 (2)
  • Februari 2021 (4)
  • Januari 2021 (2)
  • Desember 2020 (8)
  • November 2020 (3)
  • Oktober 2020 (3)
  • September 2020 (3)
  • Agustus 2020 (1)
  • Mei 2020 (1)
  • Maret 2020 (2)
  • Februari 2020 (7)
  • Januari 2020 (1)
  • Desember 2019 (2)
  • November 2019 (3)
  • Oktober 2019 (2)
  • Agustus 2019 (4)
  • Juli 2019 (5)
  • Juni 2019 (10)
  • Mei 2019 (27)
  • April 2019 (5)
  • Maret 2019 (2)
  • Februari 2019 (2)
  • Januari 2019 (1)
  • Desember 2018 (5)
  • November 2018 (1)
  • Oktober 2018 (2)
  • September 2018 (2)
  • Agustus 2018 (2)
  • Juni 2018 (2)
  • November 2017 (1)
  • Mei 2017 (1)
  • Februari 2017 (2)
  • September 2016 (1)
  • Februari 2016 (1)
  • Agustus 2015 (1)
  • Juli 2015 (1)
  • Juni 2015 (2)
  • Mei 2015 (4)
  • November 2014 (1)
  • Oktober 2014 (1)

Komunitas Blogger Jogja

Komunitas Blogger Jogja

BLogger Perempuan Network

BLogger Perempuan Network

Komunitas Emak Blogger

Komunitas Emak Blogger

Popular

  • Review Jujur Sate Ratu (Sate Kanak dan Sate Merah)
    Yummmmy Senja menyapa perutpun berbunyi, tanda tubuh bahwa saatnya makan. Teringat sate favorit yang berada di area Jogja Paradise. Cu...
  • Review Jujur Le Mindoni Cafe
    Hi Nongkrongers? Apa kabar? Aku harap kalian baik dan sehat ya. Sebagai high quality single, Makvee pasti sangat selow dan woles ka...

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template