Langsung ke konten utama

Jelajah Bantul bersama Dinas Pariwisata Bantul

Makvee piknik lagi pas pandemi? Hmmmm

Minggu, 27 September 2020 Makvee tergopoh-gopoh pagi-pagi menuju Bandara New Yogyakarta Airport karena Makvee akan terbang ke Brussels untuk bertemu pangeran tampan disana. hahahahha pembukaan yang sungguh halu. Tapi siapa tahu di jawab oleh Tuhan Yang Maha Adil sehingga after Pandemi Makvee bisa flight kesana. Bantu amin teman-teman.

Jadi begini teman-teman, mari kita sudahi kehaluannya Makvee dengan mengatakan realita yang sebenarnya. 27 September 2020 adalah puncak peringatan Hari Pariwisata Sedunia a.k.a World Tourism Day 2020. World Tourism Day yang dilaksanakan secara meriah di seluruh dunia kini harus dilaksanakan dengan suasana yang hening karena pandemi Covid-19 memukul dunia pariwisata hingga tiarap. 

Makvee yang tinggal di Bantul sungguh merasa terhormat karena mendapatkan undangan dari Dinas Pariwisata Bantul untuk turut serta berpartisipasi dalam acara Puncak Peringatan Hari Pariwisata Sedunia ke-40. Acara ini dimulai di Kantor Dinas Pariwisata Bantul, mulai pukul 07.00 WIB registrasi. Nah ketahuan kan kenapaa Makvee tergopoh-gopoh keluar dari rumah pagi-pagi. Protokol yang diterapkan oleh Dinas Pariwisata Bantul sangat ketat. Mulai dari pengukuran suhu badan, cuci tangan, penggunaan hand sanitizer, dan masker.

Bekerjasama dengan Bus Gege Transport ( PT Gelis Gedhe MajuMandiri )

Makvee merasa menaiki bus wisata VIP super nyaman. Makvee merasa Bus Gege ini anti goncangan heheheh karena stabil kursinya. Makvee duduk di tengah jadi bisa mendapatkan pemandangan depan bus dan belakang, selain itu AC di bus juga menyala dengan baik.

Selama di dalam bus Makvee, kebetulan Makvee berada di bus 1. Kami tetap menerapkan protocol Kesehatan anti covid-19, tetap menggunakan masker dan menjaga jarak. 1 Kursi yang biasanya diisi oleh 2 orang kini diisi 1 orang saja.

Ide Seminar On The Road ini pertama kali dicetuskan oleh Dinas Pariwisata Bantul. Seminar on the road Minggu, 27 September 2020 memiliki tema “Pranatan Anyar Plesiran Jogja”

Dinas Pariwisata Bantul, menyiapkan pemateri di bidangnya 
Ada V. Hantoro, ST (Owner PO. Bus Gelis Gede Maju Mandiri) yang memberikan Materi Transportasi pariwisata, smart tourism dan sistem pembayaran non tunai pada industri pariwisataAda juga pemaparan Divisi Tour dan Promosi ASITA DIY (Dra. Malia Uti); dan terakhir ada pemaparan dari Divisi Pemasaran Bank BPD DIY Cabang Bantul.

Perjalanan dari Dinas Pariwisata Bantul menuju Yogyakarta International Airport lebih kurang 60 menit. Perjalanan terasa menyenangkan karena interaksi di dalam bus selama seminar on the road berjalan mengalir dan cair.


Finally Makvee touch down di Yogyakarta International Airport. Di Adisucipto International Airport mengantar Mantan untuk pergi sejauh-jauhnya dari hidupku. Apakah di Yogyakarta International Airport akan menjemput yang baru? Hehehehhe.

Baca juga Taman Budaya Yogyakarta Event 2019-Pameran Tunggal Ekwan Marianto

Saat di Yogyakarta International Airport tepat di depan gerbang masuk bandar diadakan prosesi ceremony puncak Hari Pariwisata Sedunia yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul dan dihadiri GM. PT. Angkasa Pura I, Pemda DIY, Pemda Kulonprogo, Bank BPD DIY Cabang Bantul, Bandan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) dan seluruh asosiasi pelaku Pariwisata Kabupaten Bantul mengikuti upacara dengan baik. GM. PT. Angkasa Pura I Yogyakarta (Persero), Agus Pandu Purnama menjelaskan bahwa Yogyakarta International Airport (YIA) baru saja mendapatkan stempel save travel dari World Travel Association yang berarti bandara ini sudah memenuhi standar Internasional. Artinya Yogyakarta International Airport sudah sangat siap untuk menyambut wisatawan dari berbagai Negara. 


Walaupun, pengembangan infrastruktur masih terus dilakukan, seperti stasiun kereta api yang nantinya memiliki akses langsung ke Yogyakarta International Airport. Bapak Agus Pandu Purnama menambahkan dan memberikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul atas kolaborasinya dalam pelaksanaan kegiatan ini, “Saya berharap kegiatan seperti ini menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan di YIA”, pungkasnya. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, S, Sos mengungkapkan bahwa Hari Pariwisata Sedunia tahun ini mengusung tema “Bantul in New Normal Era, Cleanliness, Health, Safety and Environment”



Pelaksanaan Hari Pariwisata sedunia kali ini sengaja dilaksanakan di Kulon Progo, karena sebagai pembuktian bahwa pariwisata DIY secara kompak dan bersama-sama bangkit dalam melawan virus covid 19. “Corona Bablas, Pariwisata Jelas”, tandasnya. Selanjutnya secara simbolis puncak peringatan hari pariwisata sedunia tahun ini ditandai dengan membunyikan keprak manuk dan mainan tradisional otok-otok oleh seluruh peserta upacara sebagai simbolisasi mengusir Covid-19 dari bumi pertiwi.

Baca juga Review Jujur Le Mindoni Cafe

Setelah acara ceremony selesai Makvee pun berkeliling Yogyakarta International Airport dan masih melanjutkan perjalanan ke Pantai Goa Cemara release tukik dan sebagai penutup akhir seluruh rangkaian kegiatan Hari Pariwisata Se-dunia. Tunggu Part selanjutnya, bagaimana Makvee keliling bandara, dan acara seru apa di Pantai Goa Cemara. Stay Happy, Stay Healthy Everyone, Muaaaaaaachhhhh.


 

Komentar

  1. Keren ini acaranya. Sayang dulu aku gak ikutan ndaftar tersebab bentrokan antardemonstran, eeh, antarkegiatan.

    BalasHapus
  2. Wihh asyik banget acaranya, naik bus keren plus muter2 di bandara. Ditunggu cerita selanjutnya.

    BalasHapus
  3. Sesungguhnya aku pengin lhooo eksplor Bandara YIA. Mosok selama ini cuma kebagian ngurus ticketing tanpa dapat bonus tiket untuk terbang heheheh.. Semoga yaaa kehidupan pariwisata segera kembali bangkit dengan 'pranatan' baru. Karena untuk kembali seperti dulu rasanya udah gak mungkin 'kan ya..

    BalasHapus
  4. Jujur deh, aku rung tau Rene wkwkwk.... semoga besok kalau ada kesempatan kemana gitu, atau difasilitasi gratis liburan, aku bisa menapakkan kaki di bandara baru. hihi

    BalasHapus
  5. Seru banget tripnyaaaa. kusudah lama tidak jalan jalan hiks. Butuh liburan juga emak niih. Semoga pandemi segera usai ya. Udah gatel piknik piknik

    BalasHapus
  6. Makvee bisa masuk ke dalam bandara berarti ya? Aku baru sempat mengunjungi area luarnya aja dan itu aja udah takjub sama pembangunannya yang cepeeet banget dan tentu saja bikin kangen liburan T.T

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Jujur Estuary Cafe Yogyakarta

Hari Sabtu di awal Juli saya dan 2 teman saya menembus kemacetan Jogja. Awalnya kami berniat untuk menikmati senja di Rooftop Satoria Hotel Yogyakarta. Tapi nyatanya senja telah berlari jauh dari kami. Kami-pun batal untuk menikmati senja. Mencari random café-café di Jogja, hingga bertanya ke teman-teman penggemar kopi dan foodgrammer Jogja. Saya pun menemukan instagram Estuary.id yang menampilkan suasana yang cozy dan lucu, dan tentunya instagramable yakaaan ya duonkkkk. Apalagi hari itu saya membawa gear lensa sudra saya Nikon D3500. Tentunya selain makan, sayapun ingin memotret sudut-sudut cantik Estuary Cafe. Ketika datang, mobil grab pesanan kami disambut dengan baik dan diarahkan dengan baik pula oleh petugas parkir Estuary Café. Kami pun masuk dan disambut dengan teriakan anak-anak muda yang nampak fresh dan nampak sigap membantu. Saya pikir Estuary memang menerima anak-anak muda yang masih kuliah dan mau bekerja part time . Begitu masuk kami langsung disambut oleh kasir

Pertanyaan untuk Pecinta Kopi di Tanya Kopi

Hal pertama yang Makvee cari dari kopi dan selalu Makvee tanyakan di kedai kopi manapun adalah Kopinya adanya apa kak, kalau disitu berjenis Arabika semua, udah deh kelar Makvee minum teh manis anget aja dah. Lhoh kenapa emang dengan Arabika emang? Teman-teman pembaca Makvee story mungkin sebagian besar udah tahu perbedaan Kopi Arabika dan Kopi Robusta.  Pecinta kopi umumnya mengetahui perbedaan paling dasar dan otentik antara biji kopi robusta dan arabika. Namun pasti ada penikmat kopi yang belum mengetahui perbedaan antara keduanya dan kalau minum kopi dengan cueknya bilang “ah sik pentiing ngopi (ah yang penting ngopi). Ya beruntunglah dengan orang cuek nan sehat dan cocok di segala macam rasa kopi. Kalau Makvee karena lebih kepada alasan kesehatan. Kopi Arabika memiliki rasa yang lebih kaya, beberapa Arabika bahkan sangat asam dan ada cita rasa buah. Nikmat sihhh nikmat, tapi yang nikmat belum tentu menjadi semangat. "Mengutip Kata Bung Fiersa Besari  “Baik, belum tentu

Review Wardah Lightening Facial Scrub

Hei, Gaes Sambil nepukin pipi Makvee yang makin kenyal  lalu tersenyum manis karena kulit Makvee terasa lebih cerah dan segar. Hmm apasih rahasianya. Baiklah  sesuai judulnya Makvee akan mereview pengalaman menggunakan salah satu produk lokal kesayangan Makvee yaitu Wardah  Lightening Facial Scrub. Si biru yang berfaedah ini yang kini jadi favorit Makvee Oke Makvee bahas satu  persatu ya; 1. Kemasan Wardah Lightening Facial Scrub Kemasannya cantik berwarna biru muda pastel yang nampak segar.  Kemasan yang Makvee punya itu yang 60 ml dan kayaknya Makvee belum menemukan kemasan yang lebih besar dari itu. Ringan dan mantap untuk dibawa saat travelling tidak memenuhi tempat. Kemasan tubnya juga anti tumpah karena ada bunyi  klek atau klik saat ditutup sehingga sangat aman menurut Makvee. Dalam kemasannya juga tercantum info dermatology tested yang artinya secara dermatologis telah terbukti aman dan tentunya sudah ada ijin dari BPOM. Lebih mantap lagi di k